Nisfu-syaban-696x391.jpg

Ayo Semangat Bernisfu Sya’ban! | The Truly Islam

Diposting pada

Bulan Sya’ban adalah bulan khusus, diambil dari akar kata syin, ‘ain dan ba’ yang artinya cabang. Salah satu penuturan menyebutkan bahwa disebut bulan Sya’ban karena mengandung banyak kebaikan. Seperti pohon yang memiliki banyak cabang, ranting dan ranting.

سُمِّيَ شَعْبَانَ لِأَنَّهُ يَتَشَعَّبُ فِيْهِ خُيُوْرٌ كَتِيْرَةٌ

Ciri-ciri bulan Sya’ban adalah sebagai berikut;

1. Jatuhnya QS Al-Ahzab: 56 yang berisi perintah shalat kepada Nabi Muhammmad SAW. Karenanya bulan ini dikenal sebagai bulan sholat.

2. Telah terjadi perubahan arah karena umat Islam dari Baitil Maqdis di Pelestina ke Ka’bah di Masjid Agung Mekkah. Perubahan arah kiblat terjadi pada tahun ke-2 Hijriyah berdasarkan wahyu QS. Al-Baqarah, 144 dan masih dipertahankan hingga saat ini dengan sebuah monumen berbentuk Masjid Qiblatain yang terletak sekitar tujuh kilometer dari Masjid Nabawi di Madinah.

3. Penurunan urutan puasa Ramadhan QS. Al-Baqarah, 183 tahun Hijriah ke-2.

4. Pernikahan Nabi Muhammad dengan Siti Hafshah dan Siti Juwairiyah serta Lahirnya Sayyidina Husain Cucu
Nabi Muhammad SAW, tahun ke-3 Hijriyah.

5. Terjadinya beberapa perang yang sangat penting dalam sejarah perjuangan Islam, seperti perang Bani Mushtaliq 6 ° H.

Baca Juga :  Menohok! Surat Terbuka Alumni Jerman untuk Dubes Jerman di Jakarta Terkait FPI

6. Ada malam khusus yaitu malam Nisfu Sha’ban (malam tanggal 15 Sya’ban). Nisfu Sya’ban adalah salah satu dari lima malam utama; Malam Qadar (Lailatul qadar), Idul Fitri, Idul Adha, Jumat malam dan malam pertama bulan Rajab.

II. KEUNGGULAN MALAM NISFU SYA’BAN (MALAM 15 SYA’BAN)

A. Nabi bermalam dengan beribadah dan bermeditasi, berziarah ke Maqbarah Baqi ‘.
B. Nisfu Sya’ban memiliki banyak nama yang menunjukkan kebesaran dan kebangsawanannya. Diantaranya adalah;

1. Lailatul bara’ah: malam pembebasan (ampunan) Allah SWT terhadap umat Nabi Muhammad SAW, terutama dosa-dosa kecil yang telah mereka lakukan sehingga ketika memasuki bulan suci Ramadhan mereka dalam keadaan pikiran dan pikiran. jiwa yang murni. “Kesucian jiwa memuaskan kemurnian Ramadhan, jadi jika Tuhan ingin berhasil dalam mengalami Ramadhan.”

Namun, ada sebagian kelompok umat Islam yang tidak akan mendapatkan ampunan jika tidak segera bertaubat dari kesalahannya sebelum memasuki malam Nisfu Sya’ban. Diantaranya adalah dukun, peramal, pemabuk, pezina, pemakan pakaian (penyewa), ketidaktaatan kepada kedua orang tua, teman rusak dan compang-camping.

2. Lailatul Qismah wa takdir: malam Allah akan berbagi dan menentukan takdirnya untuk perjalanan hidup manusia tahun depan. Karena? Bukankah itu ditentukan sebelumnya untuk kematian, rezeki, pernikahan, keberuntungan? Benar, namun watak takdirnya yang terekam dalam Lauhil Mahfudnya adalah Muallaq, artinya ia bisa dinegosiasikan dengan salat dan munajat bisa berubah sesuai kehendak-Nya. Sedangkan qadha ‘mubram (tidak berubah) hanya Allah yang tahu (lihat tafsir al-Durr al-Mantsur As-Suyuti dalam ayat QS. Ar-Ra’ad 39, ad-Dukhan 1-6)

Baca Juga :  Biden Diancam Akan Dimakzulkan di Hari Pertama Jadi Presiden

يَمْحُواللّهُ مَا يَشآءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أَمُّ الْكِتَابِ

3. Lailatul Ijabah: malam dimana semua doa dan permohonan diterima. Dan masih banyak lagi gelar lain yang menunjukkan kehebatan malam Nisfu Sya’ban, “katsratul ‘asmaa’ tadullu ‘ala syarafil musamma’. Banyak gelar yang menunjukkan kehebatan pemegang gelar tersebut.

AKU, AKU, AKU AMALIAH NISFU SYA’BAN MALAM

1. Membaca Surah Yasin 3x disertai dengan niat masing-masing sebelum membacanya dan masing-masing diakhiri dengan Nisfu Sya’ban, sholat berjamaah atau individu. Yasin pertama, berniat memohon umur panjang dalam ketaatan kepada Allah SWT. Yasin kedua, bermaksud meminta perlindungan dari segala macam musibah dan mengurangi sarana penghidupan. Yasin ketiga bermaksud meminta kekayaan hati dan meninggalnya Husnul Khatimah.

2. Doakan 4 tasbih dengan 2 salam. Dan shalat sunnah penting lainnya.

3. Membaca Tasbih Nabi Yunus sejumlah huruf yang dihitung nilainya, yaitu 2.375 kali.

4. Siang Puasa (HR. Al Baihaqi). Dilaporkan bahwa Nabi Muhammad (SAW) berpuasa terutama selama bulan Sya’ban.

5. Salam yang harus diucapkan sebelum memasuki malam Nisfu Sya’ban untuk memohon maaf kepada sesama terutama kedua orang tua agar tidak termasuk sebagai orang yang memutuskan silaturahim atau tidak menaati kedua orang tua yang merupakan salah satu kendala untuk mendapatkan ampunan Tuhan malam itu. .

Baca Juga :  Terungkap! Pembaiatan ISIS yang Dihadiri Munarman Diduga Terjadi pada 2015

Tuhan tahu, semoga bermanfaat …

Referensi utama
1. Kanzunnajah wa surur Syekh Abd. Hamid Al-Qusdy.
2. Nuzhatul Majalis wa muntakhab An-Nafais, Abd. Rahman As-Shafury
3. Khazinatul Asrar. Sheikh Haqqi An-Nazily
4. Khazain Rabbaniyah fi Tafsir Al-Suar Al-Munjiyat, Khairuddin Habziz

Khairuddin Habziz, MHI (Katib Mahad Aly Situbondo dan Rois Syuriah MWCNU Banyuputih)

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *