Juli 14, 2020

ASPIRATIF

Aspiratif Situs Web Berbagi Aspirasi dan Berita Indonesia Terkini, Update Setiap Hari ….

Babat Habis dan Penjarakan Para Penyebar Khilafah

Babat Habis dan Penjarakan Para Penyebar Khilafah
5 Views
Read Time:2 Minute, 37 Second
HTI bersembunyi di balik bendera tauhid untuk makar dan Bughot menghacurkan negara. Foto: Istimewa.

Oleh Eko Kuntadhi

Aspiratif News – Ada berita gembira. Menkopulhukam Wiranto menjelaskan bahwa pemerintah waktu ini tengah membikin aturan mengenai hal orang yang menyebarkan ajaran khilafah. Karena ajaran ini telah meresahkan kehidupan kita.

Gerombolan khilafah memanipulasi doktrin keagamaan untuk keuntungan politik. Mereka membentuk HTI, Hizbut Tahrir Indonesia. Hizbut Tahrir itu sendiri arti harfiahnya ialah partai pembebasan.

Jadi HTI sesungguhnya ialah gerakan politik. Bukan gerakan agama. Tujuannya merebut kekuasaan. Namun seluruh dijalankan tanpa lewat demokrasi. Mereka merencanakan akan merebutnya dengan kudeta seperti yang dikerjakan di bermacam negara.

Sebab HTI sendiri mengharamkan demokrasi. Jadi untuk membangun tujuannya caranya dengan menyebar kebencian ke seluruh institusi negara. Juga menyebarkan kebencian pada lambang-lambang negara, termasuk ideologi. Kebencian seperti itu akan jadi bahan bakar kalau nantinya rakyat dibutuhkan untuk mengobarkan chaos yang besar.

Gerakan politik itu dibungkus dengan slogan agama. Untuk menipu ummat Islam Indonesia. Dengan itulah mereka dapat simpati dari ummat yang polos.

Indonesia sungguh telah punya UU Ormas yang mencegah organisasi yang bertentangan dengan ideologi bangsa. Namun pembubaran organisasi gak cukup. Publik figur-tokoh gerombolan ini tetap berkoar-koar penipu ummat.

Jadi tatkala Wiranto menjelaskan pemerintah tengah menyusun aturan yang dapat mempidanakan orang yang menyebarkan ajaran khilafah, sepertinya pemerintah telah mengambil langkah yang benar. Rakyat Penting ditenangkan bahwa negara ini menjamin keberlangsungan kehidupan bareng. Ajaran yang merusak keharmonisan mesti diberantas sebelum membikin petaka.

Semenjak 20 tahun lalu HTI dibiarkan hidup. Mulanya cuma selaku gerakan kecil. Sekarang telah membesar. Bahkan menguasai bermacam sendi kehidupan. Di kampus-kampus para maha siswa dicekoki ajaran sesat ini. Belum lagi di bermacam instansi pemerintah, BUMN, sampai ke aparat hukum.

Bayangkan bahayanya.

Pembersihan mesti dikerjakan secepatnya. Ustadz-ustadz yang terindikasi menularkan ajaran khilafah mesti diberangus. Jangan dikasih panggung. Karena masalah dasar negara bukan perkara sembarangan. Itu ialah dasar kehidupan bareng.

Kalau dasar negara diutak-atik, sama saja kita tengah menanti kehancuran negara. Warga tidak punya argumentasi lagi untuk hidup bareng. Sebab itu ajaran apa pun yang berbahaya bagi kehidupan bernegara mesti dijadikan musuh bareng.

Kalau pemerintah nanti mengeluarkan aturan yang dapat menyeret penyebar khilafah ke sel, setidaknya itu dapat menjamin kita terbebas dari keresahan yang gak Penting. Orang seperti Felix Siauw atau Ismail Yusanto dapat langsung diperhadapkan ke meja hijau. Agar tidak sembarangan ngoceh.

Pasti akan ada yang teriak, menyampaikan pandangan dijamin kebebasannya oleh UU. Namun persoalannya bukan soal pandangan. Masalahnya ialah hasutan politik berbungkus agama itu dapat menghancur-leburkan sendi bernegara.

Kita boleh menjunjung tinggi demokrasi. Meyakini khilafah, silakan. Selaku pribadi. Namun begitu mengajarkan keyakinannya tersebut ke orang lain, itu namanya merusak. Demokrasi tidak mesti toleran ke mereka yang intoleran.

Batas toleransi kita ialah pada seluruh unsur intoleran. Karena toleransi pada keyakinan yang intoleran sama saja Kendat. Berlaku demokratis pada ajaran yang tujuannya memberangus demokrasi ialah kebodohan.

Kita menginginkan aturan itu cepat terwujud. Kita telah eneg ditipu ustaz-ustaz politik. Kita telah muak dibohongi oleh mereka. Mereka mesti dihentikan sekarang juga. Sebelum kian membikin kerusakan di muka bumi. [Aspiratif News/pin]

Eko Kuntadhi, Pegiat Media Sosial. Esai ini tayang ke-1 kali di Tagar.id
14 September 2019 dengan judul asli ‘Penjarakan Penyebar Khilafah’.


Babat Habis dan Penjarakan Para Penyebar Khilafah

0 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %