Bagaimana Derajat Wali di antara Para Nabi? – Aspiratif News

Views: 2464
Read Time:2 Minute, 10 Second

Bagaimana Derajat Wali di antara Para Nabi? – Aspiratif News

Semua ulama bersepakat bahwa para wali mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Allah. Derajat para wali masuk ke dalam perbincangan ulama tasawuf. Tetapi sebagian orang mengagungkan kewalian sehingga yang tampak di mata awam bahwa kedudukan kewalian lebih tinggi dari para nabi.


Dalam kajian tasawuf, para wali mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Allah. Tetapi para nabi tetap lebih tinggi di sisi Allah SWT. Kedudukan para nabi jauh lebih tinggi daripada kedudukan para wali. Adapun kedudukan para wali cuma seper sekian dari kemuliaan para nabi sebagaimana dikutip di dalam Ar-Risalah Al-Qusyairiyyah berikut ini:

فأما رتبة الأولياء فلا تبلغ ربتةَ الأنبياء عليهم السلام للإجماع المنعقد على ذلك


Artinya, “Ada kedudukan para wali tidak akan mencapai kedudukan para nabi alayhimus salam berdasar ijmak yang disepakati atas yang seperti ini,” (Abul Qasim Al-Qusyairi, Ar-Risalah Al-Qusyairiyyah, [Kairo, Darus Salam: 2010 M/1431 H], halaman 191).

READ  120 WNI Eks ISIS Akan Pulang, PBNU Minta Mereka Diambil Janji


Imam Al-Qusyairi mengutip perbandingan derajat para wali dan derajat para nabi yang dikemukakan oleh Abu Yazid Al-Busthami. Ia juga menyebut perbandingan derajat para wali dibandingkan kedudukan Nabi Muhammad SAW.

وهذا أبو يزيد البسطامي سئل عن هذه المسألة فقال: مثل ما حصل للأنبياء عليهم السلام كمثل زق فيه عسل ترشح منه قطرة، فتلك القطرةُ مثل ما لجميع الأولياء، وما في الظرف مثل لنبينا صلى الله عليه وسلم


Artinya, “Abu Yazid Al-Busthami tatkala ditanya perihal ini menjawab, ‘Apa (keutamaan dan derajat) yang hasil pada para nabi diumpamakan seperti kirbat (girbah) berisi madu yang memercik setetes darinya. Setetes itulah perumpamaan keutamaan yang dipunyai seluruh wali Allah dibandingkan para nabi. Adapun bejana itu juga diumpamakan dengan keutamaan dengan Nabi Muhammad SAW seorang,’” (Al-Qusyairi, 2010 M/1431 H: 191).


Al-Ikshara’i Al-Hanafi dalam Kitab Al-Ihkam, Syarah Al-Hikam Al-Athaiyyah, menerangkan bahwa para rasul, para nabi, dan para wali mempunyai kedudukan tidak sama di sisi Allah. Saban rasul dengan bekal mukjizat dikaruniai status kerasulan (risalah), kenabian (nubuwah), dan kewalian (wilayah). Saban nabi dianugerahi status kenabian (nubuwah) dan kewalian (wilayah). Adapun tiap-tiap wali dengan bekal karamat diberikan status kewalian (wilayah).

READ  Waktu Nelayan Pasrah Diterpa Badai - Aspiratif News


Al-Ikshara’i menambahkan, Allah telah menutup anugerah kerasulan (risalah) dan kenabian (nubuwwah) sesudah Nabi Muhammad SAW wafat. Dengan seperti ini, Allah tidak mengangkat orang jadi nabi dan rasul sepeninggal Nabi Saw.


Adapun terkait anugerah kewalian (wilayah), Allah masih membuka anugerah-Nya ke orang-orang yang dikehendaki. Sepeninggal Nabi Saw wafat, Allah masih memberikan derajat kewalian ke siapa saja yang dikehendaki. Wallahu a’lam.


Penulis: Alhafiz Kurniawan

Editor: Abdullah Alawi

 

Bagaimana Derajat Wali di antara Para Nabi? – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *