Aman-abdurrahman-696x392.jpg

Bahayanya Jika Sanad Terputus (1): Aman Abdurrahman, Alumni LIPIA

Diposting pada
Tersangka kasus terorisme bom di Thamrin awal 2016, Aman Abdurrahman alias Abu Sulaiman diadili di Pengadilan Negeri Sekatan Jakarta pada 15 Februari 2018 (AP Photo / Tatan Syuflana)

Apakah Anda pernah mendengar tentang Aman Abdurrahman? Seorang ajengan dari Sumedang divonis mati oleh pengadilan di Jakarta Barat karena mengalahkan serangkaian teror di Indonesia.

Dia termasuk Mumtaz di LIPIA Jakarta, selesai menghafal Alquran selama di LIPIA, menghafal Bulughul Maram dan pindah ke Mako Brimob Kelapa Dua, berhasil menghafal Bukhari dan hafalan Muslim, berhasil menghafal Alfiyah Ibnu Malik, kami berdua Al Polda Metro Jaya Di penjara, Dengar-dengar Bulughul sering hapal Maram ya, dia hapal dengan baik.

Pemahamannya berubah ketika ada Daurah syar’iyyah di masjid As-Sofwah Lenteng Agung, beberapa syekh Timur Tengah menjadi pembicara, ketika saya masih thulab Ma’had dalam bahasa Arab dan Ma’had Al-Hikmah 1998-2001 sering mampir ke tempat ini. . , seperti yang saya kenal Aman Abdurrahman.

Beberapa presenter dari Timur Tengah membuatnya terkesan, saat itu karya Aman Abdurrahman adalah penerjemah masyaikh dari Timur Tengah, bab tentang absennya Udzhur bil Jahil dalam kasus Shirik Akbar dan Takfir Mu’ayan ada materi yang merubah segalanya, 11-12 materi ini cocok untuk aktivis Darul Islam / NII Jakarta yang hobinya FAI (mengambil barang dari negara-negara kafir, istilah kelompok klandestin saat itu) di Indonesia.

Baca Juga :  Ubah Nada Pernyataan terhadap Iran, Saudi Mengaku Ingin Bekerjasama dengannya

Selama di As-Sofwah, Aman Abdurrahman adalah teman dekat Ustad Zainal Abidin murid Sekolah Sawah NU Tambak Jombang yang pindah ke Salafi (dalam videonya dia terlibat debat dengan Kiyai Idrus Romli), baru kemudian Tadi Abdurrahman sudah pasti menjadikan Salafi Thiyyar sebagai jihadis, sedangkan Ustad Zainal Abidin sendiri Salafi Thiyyar Taklim Wal muta’alim faqod .. hehehe.

Sayangnya tidak ada kiai atau dai mursyid yang hafal banyak, Ustad Zainal Abidin masih aman karena di jamaahnya (salafi) ada musyawarah asatidzah sehingga tidak terlalu teliti dalam mempelajari kitab Najd lainnya, selain Aman Abdurrahman. yang merupakan seorang pengkhotbah Najd yang bersemangat, ingat pernah memerintahkan beberapa mahasiswa LIPIA yang masih menginjak-injak mustawa I’llad Lughawi (persiapan linguistik) untuk pergi ke Fakultas Syariah untuk mencari buku-buku seperti Ad-Durar As-Saniyah -Najdi dari Syekh Qasim An, Sabilun Najah Wal fikak Fie Muwalati Ahlil Atrok oleh Hamdan Ibnu Atiq, Risalah Arti oleh Thagut dan NAWAQIDUL ISLAM oleh Muhammad bin Abdul Wahhab dll. Untuk melaksanakan program Tarbiyah dan manhaj dakwah barunya.

Baca Juga :  Polisi Temukan Unsur Pidana dalam Kerumunan Acara Habib Rizieq di Petamburan

Santri Aman Abdurrahman, selain anak pertama LIPIA, kebanyakan adalah anak-anak NII di kawasan Ranco Tanjung barat dekat Tanjung barat, anak-anak Cengkareng dari kelompok Jamil (dibunuh di Suriah) dan kelompok Abu Omar yang terlibat dalam plot PKB. Presiden Matori Abdul Jalil saat itu, inilah cikal bakal Jihad Salafi di Indonesia saat itu.

Saya kira puncaknya di sini, bayangkan anak-anak desa yang berasal dari salaf pondok santri di Sumedang Bandung, banyak belajar agama dan banyak menghafal, tetapi ketika di Jakarta mereka belajar tanpa guru dan sanad terputus, kemudian mereka selesai, mereka belajar secara mandiri. Sendiri, tanpa mitra diskusi, jadi dari sekte dan pemahaman ini puluhan polisi dibunuh dari tahun 2010-2020, banyak santri2 ditangkap termasuk saya, banyak yang dibunuh oleh Densus 88, kelompok ini menjadi bala bantuan bagi umat Islam di Indonesia, apa salahnya , tunggu artikel selanjutnya.

Ini adalah dampak belajar dari Tampa Sanad, tolong jangan menilai saya sebelum saya selesai dengan artikel berikutnya.

Baca Juga :  Cerita Menko Airlangga Donor Plasma Konvalesen

Sofyan Tsauri Ayyash

Sumber: https://jaringansantri.com/bahaya-jika-sanad-terputus-1-aman-abdurrahman-alumni-lipia/

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *