Bangun RSUD Berbasis Digital di Biak, Kemenkes Alokasikan Anggaran Rp40 Miliar

Bangun RSUD Berbasis Digital di Biak, Kementerian Kesehatan Alokasikan Anggaran Rp40 Miliar

Aspitaif News -, Kementerian Kesehatan (Kementerian Kesehatan) pada tahun anggaran 2019 mengalokasikan anggaran sebesar Rp40 miliar untuk membangun poliklinik pelayanan berbasis digital di Hospital Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Biak Numfor, Papua dalam usaha menaikkan standardisasi servis kesehatan bagi warga di wilayah itu.

“Barisan Pemkab Biak Numfor amat berterima kasih atas perhatian pemerintah pusat yang telah merealiasikan anggaran untuk pembangunan poliklinik RSUD Biak dalam usaha menyediakan pelayanan pasien berobat jalan dan rawap inap,” ungkap Bupati Herry Ario Naap di Biak, Minggu (21/7/2019).

dikutip dari Antara, ia mengakui, dengan adanya pembangunan poliklinik baru di lingkungan RSUD Biak diinginkan dapat memberikan kenyamanan bagi perawatan pasien yang berobat di RS.

Bupati Herry Naap mengajak manajemen RSUD Biak dalam menerapkan pengobatan pasien dapat mencontoh servis Rumah Salit Elisabeth Semarang, Jawa Tengah.

“Tatkala pasien yang sakit menjalani pengobatan rawap inap dan rawap jalan merasa nyaman dan malas pulang sebab serasa tinggal dirumah sendiri, ya servis seperti RS Elisabet Semarang dapat saja diterapkan di RSUD Biak, saya kira ini Penting memperoleh perhatian dari direktur,” ucapnya menginginkan.

Ia Memperingatkan, pekerjaan fasilitas fisik gedung poliklinik RSUD Biak sesuai kontrak kerja diberikan batas waktu pengerjaannya selama 150 hari atau 5 bulan.

“Saya harapkan seluruh penduduk Biak Numfor menyokong percepatan pembangunan poliklinik RSUD Biak sebab kalau fasiltasnya telah beroperasi akan melayani pengobatan pasien dari bermacam kabupaten di wilayah Teluk Saereri,”katanya.

Sementara itu, Pelaksana tugas Direktur RSUD Biak dr R.Ricardo Mayor M.Kes mengakui, servis pasien yang berobat jalan dan rawap inap selama 150 hari batas waktu pekerjaan proyek fisik poliklinik berbasis digital tetap berlangsung normal tiap-tiap hari.

Cuma saja untuk masuk tempat lingkungan RS RSUD Biak, menurut Ricardo Mayor, akses pintu masuknya cuma 1 pintu sehingga dapat berdampak kepada kenyamanan pasien dan keluarganya waktu melaksanakan pengobatan di RS.

“Ya meski ada proyek pembangunan fisik poliklinik RSUD tetapi saya pastikan seluruh fasiltas servis kesehatan RSUD Biak tetap beroperasi tiap-tiap hari 24 jam,” ujarnya.

Plt Direktur RSUD Ricardo Mayor mengharapkan adanya sokongan dari Famili pasien maupun warga umum yang bertempat tinggal di kisaran tempat RS untuk percepatan pekerjaan fisik poliklinik RSUD sesuai dengan kontrak jadwal pekerjaan selama 150 hari kedepan.

“Poliklinik berlantai 3 dengan pelayanan berbasis digital online Adalah yang ke-1 di wilayah Papua dan Papua Barat, sebab itu saya harapkan penduduk Biak Numfor untuk menyokong percepatan pembangunan poliklinik,”katanya.

Ricardo mengakui, seluruh hasil pemeriksaan pengobatan pasien yang ditangani poliklinik RSUD tidak lagi mempergunakan kertas tetapi seluruh hasil disediakan secara online dalam jaringan.

menurut data peletakan pembangunan ke-1 dan penandatangan prasasti proyek poliklinik RSUD Biak dilaksanakan Bupati Herry Ario Naap didampingi Plt Direktur RSUD Biak Ricardo Mayor serta eks Bupati Biak periode 1999-2004 Obeth Albert Sroyer.[]

baca juga:

Bangun RSUD Berbasis Digital di Biak, Kemenkes Alokasikan Anggaran Rp40 Miliar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *