Bansos Kemensos Jangkau Suku Anak Dalam – Aspiratif News

Bansos Kemensos Jangkau Suku Anak Dalam - Warta Batavia
Views: 2472
Read Time:4 Minute, 42 Second

Bansos Kemensos Jangkau Suku Anak Dalam – Aspiratif News

Kementerian Sosial terus berusaha mempermudah penyaluran sokongan sosial di di wilayah terpencil. Menteri Sosial Juliari P. Batubara menginstruksikan penyaluran Sokongan Sosial Tunai (BST) untuk daerah 3T (terpencil, terdepan, terluar) dikerjakan sekaligus 3 tahap.

“Mereka itu saudara-saudara kita yang sering dilupakan. Maka, lakukan terobosan dan terobosan secara terukur dan akuntabel. Jangan sampai mereka tidak dapat sokongan karena problem administratif,” ujar Mensos dalam Penjelasan legal, Minggu (19/7).

Baca juga: Menteri LHK Lawatan Kerja ke Riau

Salah satunya ialah masarakat Perkumpulan Adat Terpencil (KAT) Jambi, Suku Anak Dalam (SAD). Keberadaan Suku Anak Dalam yang sulit dijangkau dan terbatas untuk akses servis sosial dasar jadi pertimbangan Mensos Juliari.

Karena itu, Bansos Tunai diberikan ke mereka sekaligus 3 tahap ialah Rp1,8 juta per Famili. Hitungan total tersebut Ialah akumulasi sokongan selama 3 bulan penyaluran, yaitu April, Mei dan Juni, dengan besaran Rp600 ribu per bulan.

Dirjen Pemberdayaan Sosial Edi Suharto menyampaikan bahwa data penerima BST Suku Anak Dalam (SAD) yang terdampak pandemi covid-19 Ialah usulan KKI-Warsi Jambi yang telah memperoleh rekomendasi dari Dinsos Dukcapil Prov Jambi. menurutnya, data yang diusulkan KKI-Warsi cukup komprehensif By Name By Adreas (BNBA) sebanyak 1.373 KK yang tersebar pada 6 kabupaten di provinsi Jambi.

READ  PCNU Padang Pariaman Miliki Rais dan Ketua Baru Periode 2020-2025 - Aspiratif News

“Saya lihat datanya komprehensif maka sekalian saja diusulkan ke Pusdatin dan Ditjen PFM agar mereka memperoleh BST. Saya melihat Peluang keputusan taktik Menteri Sosial ini amat baik dan layak jikalau SAD mendapatkannya,” ungkapnya.

Edi juga menerangkan dirinya sudah mengirimkan surat ke Dirjen Adminduk Kementerian Dalam Negeri agar dibantu dalam memfasilitasi KAT memperoleh hak-hak sipilnya. Sehingga, katanya, pada tahap pemberian sokongan seterusnya mereka sudah memenuhi syarat-syarat administratif.

Menurut Dirjen Penanganan Fakir Miskin Asep Sasa Purnama, mulanya penyaluran BST untuk masarakat SAD terkendala mereka yang tidak mempunyai NIK dan/atau tidak tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Tetapi, Mensos meminta agar penerima bansos tidak dipersulit.

Maka, Ditjen PFM dan Pusdatin mempergunakan ID sementara, sambil NIK/KTP diproses dinas terkait.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Dukcapil Aries Munandar Mempublikasikan bahwa mereka sudah mendata 1.800 masarakat SAD yang belum punya NIK. Bagi yang belum punya NIK tetapi memperoleh sokongan, katanya, momen inilah yang dipakai dan diatur waktunya untuk merecord pembuatan KTP.

READ  Telah Minta Maaf, Masyayikh Pesantren Lirboyo Sokong Gus Muwafiq Terus Berdakwah - Warta Batavia

“Hal tersebut Ialah Aksi lanjutan surat Direktur Pemberdayaan KAT ke 6 dinas sosial di Provinsi Jambi untuk melakukan perekaman data masyarakat bagi suku anak dalam yg akan memperoleh BST dan menginput data tersebut melalui SIKS-NG,” kata Aries.

“Dengan adanya NIK, masarakat SAD dapat mengakses bermacam program penjagaan sosial dan program-program lainnya,” imbuhnya.

Dari 1.373 KK Suku Anak Dalam yang diusulkan, tercatat sejumlah 1.135 KPM penerima BST yang tersebar di 32 kelurahan/desa. Penyaluran dikerjakan bekerja sama dengan PT. Pos Indonesia dan Perkumpulan Konservasi Indonesia (KKI) Warung Informasi Konservasi (Warsi).

Bagian tempat pendistribusian BST ialah Kantor Pos Cab. Sarolangun.

Kepala Kantor Pos Cab. Sarolangun Doddy Lasmana menyampaikan teknis pembayaran dikerjakan melalui pendamping yang mengkoordinir KPM.

“SAD ada yang komprehensif datanya, ada juga yang tidak. menurut Tekad bulat, kalau tidak ada KK atau KTP, sejauh diakui oleh pendamping, tetap akan kami berikan. Lalu kami foto dan dikirim ke Pusat,” ujar Doddy.

Kondisi masarakat SAD ini dikabarkan kian sulit semenjak pandemi korona. Menurut bagian Tumenggung Desa Tanjung, Sargawi, pekerjaan mereka sehari-hari berburu dan mencari barang bekas.

READ  Israel Mengakui Tahu Tempat Persembunyian sekretaris jendral Hizbullah - Aspiratif News

Adanya sokongan dari Kementerian Sosial amat artinya bagi mereka untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

“Kami berterima kasih sama pemerintah, yang ngasih sokongan selama korona ini,” ungkapnya.

Gunawan, masarakat SAD Desa Tanjung, merasa terbantu sekali dengan sokongan pemerintah ini untuk menyambung hidup beberapa bulan kedepan.

“Kami sebagai masyarakat Suku Anak Dalam merasa berterimakasih ke Kementerian Sosial,” ujarnya.

Rasa terima kasih juga disampaikan oleh Ngelembo, Menti (setingkat sekretaris) SAD Perkumpulan Pauh. Ia menyampaikan terima kasih atas sokongan dari Kementerian Sosial.

“Semenjak korona ini jadi takut kami. Lari ke dalam, lari ke rimba. Dapat buruan dan motong karet mau jual juga sulit. Ya apalah daya tidaklah mencukupi untuk sehari-hari. Sungguh kami belum kena korona, tapi dampaknya kena ke kami. Terima kasih untuk Bapak Menteri Sosial sudah perhatikan Suku Anak Dalam,” katanya. (H-3)


Bansos Kemensos Jangkau Suku Anak Dalam – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *