Banyak Beredar di Medsos, Berikut Tujuh Kategori Hoaks – Aspiratif News

Banyak Beredar di Medsos, Berikut Tujuh Jenis Hoaks
Views: 10554
Read Time:2 Minute, 6 Second

Banyak Beredar di Medsos, Berikut Tujuh Kategori Hoaks – Aspiratif News

Jakarta, Aspiratif News

 

Ketua Presidium Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Septiaji Eko Nugroho menerangkan, jikalau melihat laporan Kominfo, hoaks soal Corona yang disebar melalui media sosial mempunyai kategori yang beraneka ragam.

 

 

Misalnya mulai dari hoaks soal tes PCR yang tidak dapat membedakan mana orang yang terpapar dan terinveksi. Informasi yang beredar di facebook ini telah disanggah oleh Sekjend Akademisi Muda Indonesia Berry Juliandi yang menyampaikan bahwa tes PCR dapat membedakan keduanya.


Hoaks lain yang dicontohkan ialah adanya seorang pekerja Transmart Palembang yang positif Corona sehingga menyebabkan gerainya ditutup selama 10 hari. Hoaks ini menyebar di grup-grup WA dan telah memperoleh bantahan dari corporate communication PT Trans Retail Indonesia.


Menurut Septiaji beberapa waktu lalu, jikalau berpatokan pada situs Mafindo, misinformasi (kekhilafan informasi) dapat diklasifikasi dalam tujuh bagian ialah:

Ke-1: Satire atau parodi. Ini ialah konten yang biasanya tidak mempunyai kemungkinan atau kandungan niat jahat, akan tetapi dapat mengecoh.

READ  Pasokan Turun, Harga Gula Pasir Meroket

Ke-2, misleading content atau konten menyesatkan. Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun pihak. Konten kategori ini dibuat secara sengaja dan diharap sanggup menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.

Ketiga, imposter content atau konten tiruan. Imposter content terjadi jikalau sebuah informasi mencatut pernyataan publik figur terkenal dan berpengaruh. Tidak cuma perorangan, konten palsu ini juga dapat berbentuk konten tiruan dengan cara mendompleng ketenaran suatu pihak atau lembaga.

 

Ke-4, fabricated content atau konten palsu. Fabricated content terbilang jadi kategori konten palsu yang paling berbahaya. Konten ini dibentuk dengan kandungan 100% tidak dapat dipertanggung-jawabkan secara fakta. Biasanya, fabricated content berupa informasi lowongan kerja palsu dan lain-lain.

Kelima, false connection atau koneksi yang salah. Ciri paling Gamblang dalam mengamati konten kategori ini ialah ditemukannya judul yang tidak sama dengan isi berita. Konten kategori ini biasanya diupload untuk memperoleh keuntungan berupa profit atau publikasi berlebih dari konten sensasional.

READ  Prabowo Sampaikan 3 Poin ke Gabungan Indonesia Adil Makmur

Keenam, false context atau konteks salah. False context ialah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video kejadian yang pernah terjadi pada suatu tempat, akan tetapi secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.

 

Ketujuh, manipulated content atau konten manipulasi. Kategori ini biasanya berisi hasil edit dari informasi yang pernah diterbitkan media-media besar dan kredibel. Gampangnya, konten kategori ini dibentuk dengan cara mengedit konten yang sudah ada dengan target untuk mengecoh publik.


Pewarta: Ahmad Rozali

Editor: Muhammad Faizin

Banyak Beredar di Medsos, Berikut Tujuh Kategori Hoaks – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *