Bela Agama dan Kesatuan Bangsa Mesti Berjalan Seirama – Aspiratif News

Bela Agama dan Kesatuan Bangsa Harus Berjalan Selaras
Views: 1304
Read Time:2 Minute, 48 Second

Bela Agama dan Kesatuan Bangsa Mesti Berjalan Seirama – Aspiratif News

Jakarta, Aspiratif News

Ummat Islam mempunyai kewajiban membela kepentingan agama Islam dan di waktu yang bersamaan ummat Islam juga mempunyai kewajiban untuk menjaga kesatuan bangsanya sendiri. Maka 2 kewajiban itu mesti dijalankan secara bersamaan tanpa membenturkan antara 1 dengan yang lainnya.  


Hal itu dikatakan Ketua Ikatan Brothership Qari dan Qariah Hafiz dan Hafizah (IPQAH) Ustaz Yusnar Yusuf. menurutnya, problem politik yang kerap bersinggungan dengan agama yang terjadi di luar negara Indonesia semestinya disikapi dengan bijak, berdasar fakta, dan tetap mempertimbangkan hal lain seperti kepentingan keutuhan bangsa Indonesia.


Ia mencontohkan perihal Perkara minoritas Uyghur di Xinjiang yang cukup sensitif bagi masarakat Indonesia. Sensitivitas problem tersebut dikarenakan beberapa hal di antaranya karena Menyenggol problem agama dan isu terkait China. Dalam melihat problem tersebut, ia Menekankan perlunya melihat dengan jernih tanpa terjebak dalam framing yang tidak berdasar agar melahirkan langkah lebih pas.

READ  Bukan Cuma Wiranto, Ini Daftar 5 Perkara Penusukan Member ISIS Lintas Negara


Ia menerangkan, dalam melihat Perkara seperti Uyghur masarakat Indonesia diminta untuk tidak terprovokasi oleh kelompok-kelompok tertentu yang kemudian jika ada problem dengan ummat di sana, kita menyuruh pemerintah Indonesia untuk berperang dengan Tiongkok atau negara lainnya.


“Problem seperti itu sendiri sesungguhnya ialah problem di luar negeri yang dapat kita perjuangkan lewat jalur diplomasi dan melalui forum-forum dunia, tidak Penting sampai diprovokasi segala macam,” ucapnya, di Jakarta, Minggu lalu.


Hal itu senada dengan yang disampaikan oleh Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Muhammad Cholil Nafis yang menambahkan bahwa konflik di negara lain, seperti problem agama, sesungguhnya kerap berawal dari urusan politik internal yang sering tertutupi.


“Jangan mengimpor konflik-konflik yang ada di luar negeri itu ke Indonesia. Dilokalisir lah konfliknya di tempat itu, karena konflik itu tidak semata-mata problem agama, tapi karena lebih dulu ada problem perebutan kekuasaan di sana,” katanya.  


Ia Mengingatkan agar ummat Islam lebih Menekankan pada usaha penyelesaian konflik dan menghindari diri agar tidak terlibat jadi bagian dari problem tersebut.  “Misalnya kalau terjadi konflik, kita jangan masuk pada konfliknya, tetapi bagaimana menuntaskan konflik itu sendiri,” katanya.

READ  Puisi Gus Mus Soal hal Kurban - Warta Batavia

Kerap dibumbui hoaks

Anjuran ke-2 pemuka agama tersebut, agar masarakat Indonesia lebih berhati-hati dalam menerima informasi dari luar negeri amat penting mengingat banyaknya informasi palsu yang menyertainya. Dalam teorinya, problem besar yang jadi perhatian banyak orang khususnya urusan sensitif seperti konflik dunia dan bencana kerap kali jadi topik yang dibarengi dengan informasi palsu atau hoaks. Tidak terkecuali dalam Isu agama dan pandemi Covid-19.


Bagian contoh informasi palsu yang tersebar dan berhasil diadukan oleh Mafindo ialah hoaks Masalah masarakat Uyghur yang tidak terjangkit Corona yang memicu orang China berebut memperoleh Al-Qur’an. Dalam paparannya di website www.turnbackhoax.id, Mafindo Menyatakan bahwa berita tersebut Ialah informasi palsu atau hoaks.


Foto seorang perempuan berkebangsaan China yang tengah memegang buku tebal disebarkan dan diikuti dengan narasi seperti ini sebagai berikut: “setelah mereka tahu orang-orang Uyghur dan suku-suku di Sinchiang yang kebanyakan muslim tidak tertular corona. Sekarang orang-orang di china berebut-rebut untuk memperoleh Alquran dan mulai belajar membacanya dan belajar mengerti artinya. Subhanallah”.


Padahal, dalam Penjelasan yang ditulis Mafindo, foto tersebut Ialah reproduksi dari video lama. sebelum ini pernah diupload pada tahun 2013 yang ditambahkan dengan narasi yang tidak sesuai dengan fakta sehingga membangun kesimpulan pelintiran.

READ  Penduduk NTT Ikrar Mualaf Lantaran Terpesona dengan Shalat – Warta Batavia


Pewarta: Ahmad Rozali

Editor: Muhammad Faizin

Bela Agama dan Kesatuan Bangsa Mesti Berjalan Seirama – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *