Berantas Narkoba, Irtama BNN: Harus Sinergi dengan Kepolisian dan Hilangkan Egosektoral

Berantas Narkoba, Irtama BNN: Mesti Sinergi dengan Kepolisian dan Hilangkan Egosektoral

Diposting pada

Aspitaif News -, Inspektur Inti Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Pol Eko Daniyanto meminta sejumlah lembaga untuk menghilangkan Egosektoral agar berhasil dalam memberantas peredaran Narkoba di Indonesia yang tidak pernah hilang.  

“Kerja BNN telah luar biasa maksimum, sekarang bagaimana supaya lebih baik lagi. Artinya kan BNN tidak dapat berdiri sendiri, mesti Sinergi dengan Kepolisian, instansi terkait, mesti hilangkan Egosektoral, saling sokong,” kata Irjen Eko di Jakarta, Jumat (14/2/2020).

Eks Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menjelaskan bahwa usaha memberantas Narkoba tidak dapat ditunaikan oleh BNN sendiri, melainkan memerlukan kerja sama yang baik dengan lembaga-lembaga terkait lainnya.

Pihaknya menjelaskan bahwa daya-kerja BNN sejauh ini telah baik dalam hal pengungkapan Narkoba.

Ia menyebut kerja optimal BNN tampak dari hasil pemeriksaan yang ditunaikan lembaga pemberantas Narkoba yang bekerja sama dengan beberapa universitas Soal prevalensi Narkoba.

Hasilnya, waktu ini tercatat ada 3,5 juta penyalahguna Narkoba di Indonesia. Angka tersebut turun signifikan dibandingkan dengan hitungan total penyalahguna Narkoba pada 2015-2016 yang mencapai 5 juta orang.

“Ini suatu prestasi. Artinya mengalami penurunan,” ujarnya.

sesudah Eko dilantik jadi Irtama BNN, pihaknya akan mengutamakan pencegahan penyalahgunaan Narkoba dan penyelenggaraan rehabilitasi bagi para pecandu dan penyalahguna Narkoba.

“Mengutamakan pencegahan, melakukan rehabilitasi kepada para pecandu dan penyalahguna Narkoba,” ucapnya.

Hal tersebut, lanjut dia, sesuai dengan keputusan strategi kepala BNN dan bagian program Presiden Jokowi (Jokowi).

“Prioritasnya kami ikut apa yang jadi keputusan strategi kepala BNN, misi visinya pencegahan dan rehabilitasi yang mana itu masuk dalam program presiden,” katanya.

Dalam kinerjanya di BNN, Eko akan memastikan bahwa saban pemanfaatan anggaran yang menghasilkan “outcome” sesuai dengan daya-kerja yang diinginkan.

“Anggaran berbasis daya-kerja, seluruh ‘outcome’-nya ialah hasil yang ingin dicapai tentu saja, uang yang terserap dan mesti ada hasil yang dicapai juga,” tandasnya. []

baca juga:


Berantas Narkoba, Irtama BNN: Harus Sinergi dengan Kepolisian dan Hilangkan Egosektoral

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *