Bercermin pada Sejarah, Gus Baha Jelaskan Strategi Hadapi Krisis – Aspiratif News

Views: 16
Read Time:2 Minute, 44 Second

Bercermin pada Sejarah, Gus Baha Jelaskan Strategi Hadapi Krisis – Aspiratif News

Jombang, Aspiratif News

Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ahmad Bahauddin Nur Salim (Gus Baha) membeberkan bahwa masa krisis pernah dialami oleh ummat di zaman Nabi Muhammad SAW dan ulama-ulama terdahulu. Tetapi, nabi dan para ulama itu berhasil melewatinya dengan cara atau strategi yang dipakai.


“Kita tidak pernah kehilangan khazanah untuk menjawab problem zaman. Yang penting kita mesti terus belajar,” katanya waktu mengisi tausiah pada Haul ke-49 KH A Wahab Chasbullah di Masjid Jami Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (2/7) malam.


Krisis yang dimaksud seperti dalam Peperangan waktu Nabi Muhammad berhadapan dengan orang kafir. Masa di mana Islam masih baru diterima penduduk kala itu, banyak dari mereka yang kondisi ekonominya masih amat buruk. Kendati begitu mereka mempunyai loyalitas tinggi ke agama dan ketenteraman wilayah.


“Dulu di zaman nabi walaupun banyak yang miskin tapi punya mental punya nyali dan patriotik,” jelas Gus Baha.

READ  Anggota DPR: Relaksasi PSBB Mesti Dikaji Matang - Aspiratif News


Tidak cuma itu, mereka juga mempunyai karakter dermawan, tidak kikir. Sehingga saban ada perang, mereka pasti ikut menyumbangkan sesuatu yang berharga, misalnya bahan makanan pokok, senjata, dan sebagainya, meski mereka lagi-lagi dari kalangan miskin.


Mental ummat inilah yang disebut Gus Baha sebagai mental heorik dan patriotik. Dan mental semacam ini menurutnya penting dipunyai oleh generasi bangsa waktu ini.


Gus Baha menerangkan, ada hal positif di balik mental tersebut. Seseorang yang karakternya selalu ingin memberi, bukan meminta, akan jauh dari sifat tamak. Dan sifat tamak tercermin dalam Al-Qur’an sebagai sifat tercela.


“Makanya di Al-Qur’an orang yang kikir itu tidak dikritik, yang dikritik orang yang tamak,” katanya.


Begitu juga waktu sebelum Indonesia merdeka. Sejumlah ulama, kyai, santri, dan kalangan lainnya ikut terlibat langsung dalam Peperangan dengan penjajah. Hal penting yang dapat diambil dalam kejadian tersebut di antaranya ialah loyalitas tinggi yang melekat dalam diri bangsa Indonesia. Mereka mempunyai kecintaan ke tanah airnya melebihi apapun.

READ  Terima Kartu NU, Deddy Corbuzier Disambut Shalawat Asyghil


Kondisi negara pada waktu itu belum merdeka. Artinya, dalam melawan penjajah, warga negara mempunyai ghirah (ghirah) perjuangan dan jiwa patriotik yang luar biasa. Dengan mempergunakan senjata seadanya, mereka tidak takut berhadapan dengan penjajah yang tentu sudah bersenjata komprehensif.


“Sebelum Indonesia merdeka, ulama punya cara sendiri untuk mengatasi itu. Ulama punya loyalis, punya ghirah, strategi, sehingga Belanda punya kerepotan berhadapan dengan para ulama. Belum ada negara, belum ditopang negara dapat melakukan perlawanan,” tegasnya.


Gus Baha juga menyerukan agar bangsa Indonesia meniru mental ummat Nabi Muhammad terdahulu yang mempunyai karakter dermawan atau sikap ingin selalu memberi. Bukan sebaliknya. Hal ini penting untuk berhadapan dengan masa-masa krisis negara. Mental sebuah bangsa amat mempengaruhi cara sekaligus konsekuensi berhadapan dengan dinamika zaman.


“Andaikan kita semua ingin memberi sumbangan untuk negara, maka kita tidak akan memvonis pemerintahan kita tidak becus, walaupun pemerintah berkewajiban membantu rakyat miskin,” ungkapnya.


Hal itu sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW  yang dalam bagian hadistnya diterangkan bahwa tangan di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah.

READ  Telah 801 Orang Melakukan registrasi Jadi Relawan – Warta Batavia


“Berkahnya patriotik, ingin selalu memberi, semua orang kaya dan miskin akan urun menyumbang negara. Akhirnya (dalam sejarah) terbukti bahwa negara kita merdeka sebelum terbentuk TNI dan Polri,” pungkasnya.


Pewarta: Syamsul Arifin

Editor:Muhammad Faizin

Bercermin pada Sejarah, Gus Baha Jelaskan Taktik Hadapi Krisis – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *