Berdakwah Tanpa Cukup Ilmu, Niscaya Akan Terhina – Aspiratif News

Views: 1598
Read Time:2 Minute, 39 Second

Berdakwah Tanpa Cukup Ilmu, Niscaya Akan Terhina – Aspiratif News

Jakarta, Aspiratif News

Ibnu al-Hudzail pernah berkata, bahwa seseorang yang belum cukup ilmu dan belum waktunya jadi sumber ilmu tetapi sudah bernyali mengajarkannya, niscaya akan terhina. Kehinaan itu akan ia dapatkan dengan diperlihatkannya kesalahan-kesalahan yang ia buat.


Kedunguannya pun akan tampak melalui beberapa kekeliruan dalam menjawab bermacam problem. Mereka ini sebenarnya tertipu oleh perasaan mereka sendiri karena menyangka ia tidak lagi memerlukan ilmu, petunjuk, atau arahan sang guru. Akhirnya, ia pun tersadar untuk belajar kembali. 


Perkataan Ibnu al-Hudzail yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi al-‘Awwam dari al-Thahawi dari Muhammad bin al-Hasan bin Mirdas dari Abi Bakrah al-‘Aththar dari Abi ‘Ashim al-Nabil ini dipaparkan oleh Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin melalui akun Facebook pribadinya, Rabu (8/7).


kiai Ishom menambahkan, untuk mempelajari ilmu agama dan menguasainya dengan sempurna tidaklah mudah. Taraf ini memerlukan kecerdasan, selalu merasa haus akan ilmu, kesabaran, bekal yang cukup, arahan dari para guru, dan memerlukan waktu yang lama.

READ  DKMG sudah Salurkan Donasi untuk Covid-19 Sebesar Rp12 Miliar - Aspiratif News


“Apalagi untuk mengamalkan dan menyebarluaskan ilmu, pastilah tidak mudah karena banyaknya syarat yang wajib dipenuhi, yang untuk memenuhinya tentu tidak semudah membalik telapak tangan,” tegasnya.

 

Ia pun Mengingatkan bahwa seseorang yang sungguh-sungguh berilmu agama mendalam (‘alim) memerlukan waktu amat lama dalam menguasai ilmunya. Mereka mesti melewatinya dengan menuntut ilmu agama ke para ulama spesialis pada bidang ilmu agama tertentu.


Orang yang berilmu, menurut dia, tidak akan tertarik mendengarkan ceramah-ceramah agama yang bersifat instan dan tidak mendalam. “Apalagi jikalau ceramah itu disampaikan oleh ‘ustadz’ abal-abal yang tidak Jelas spesialisasi ilmunya dan tidak dikenali kualitasnya,” tambah kiai Ishom.


Mereka yang memahami ilmu agama yang mendalam tidak mudah tertarik sehingga tidak mudah ditipu oleh para ‘ustadz palsu’ yang tidak berilmu dan cuma pandai melucu dengan kaum awam. Orang yang awam agama, menurut dia, gampang terpesona oleh penampilan fisik dan ketenarannya.


kiai Ishom menambahkan, ilmu agama yang disampaikan secara hati-hati, berangsur, dan proporsional oleh para spesialis di bidangnya, tidak akan menimbulkan kekacauan dalam jiwa, pikiran, dan perilaku sebagian ummat beragama.

READ  Terus Tanam di Pekarangan, Pangan di Musim Kemarau Aman - Aspiratif News


“Pada manusia yang beragama dengan benar, agamanya tidak akan dijadikan sebagai alat politik untuk meraih kekuasaan. Agamanya tidak dijadikan sebagai argumentasi untuk membenarkan saban tindak aksi anarkis, diskriminasi, maupun saling benci antarsiapa saja yang identitasnya tidak sama. Tidak pula dipertukarkan dengan materi-materi duniawi,” paparnya.


Orang yang beragama dengan benar, akalnya akan ikut ilmu agamanya yang benar untuk menundukkan hawa nafsunya sendiri. Dengan ini sikap keberagamaannya akan lebih rasional, lebih manusiawi, membawa manfaat, mengarahkan pada kemajuan, menebarkan kasih sayang, dan  mengupayakan terwujudnya kemaslahatan hidup di dunia. 


Tidak cuma itu, kebahagiaan abadi di akhirat nanti pun akan dicapai dan terhindarkannya ummat manusia dari segala mara bahaya baik di dunia maupun di akhirat kelak.


“Hendaknya, saban kita menyadari akan kadar keilmuan agama yang dipunyai, sehingga yang sungguh-sungguh belum tahu ilmu agama wajib belajar ke para ulama yang sesungguhnya. Adapun siapa yang telah menguasai ilmu agama dengan sempurna (ulama yang sesungguhnya) berkewajiban untuk mengamalkan dan menyebarluaskan ilmu-ilmu agamanya,” pungkas kiai Ishom.

READ  Mencari Hikmah di Balik Covid-19 - Aspiratif News


Pewarta: Muhammad Faizin

Editor: Musthofa Asrori

 

Berdakwah Tanpa Cukup Ilmu, Niscaya Akan Terhina – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *