images-2.jpeg

Beredar Foto Pengungsi Banjir Shalat di Gereja, Netizen: Indahnya Toleransi

Diposting pada

Viral sebuah foto yang menunjukkan seorang wanita mengenakan mukena sedang menjalankan ibadah shalat di sebuah gereja di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Foto tersebut memperlihatkan sejumlah pengungsi banjir tengah bersantai menggelar tikar di dalam gereja tersebut.

Foto yang mengisyaratkan indahnya toleransi antar umat beragama tersebut sontak mendapat beragam komentar positif dari masyarakat.

Dikutip dari kompas.com, peristiwa tersebut terjadi di Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) Tanjungkarang, Kudus yang membuka tempat pengungsian bagi warga terdampak banjir.

Selain menyediakan tempat tidur dan makanan, pengurus gereja juga menyediakan tempat salat. Hal ini dikarenakan mayoritas pengungsi di sana beragama Islam.

“70 persen pengungsi ini muslim, sisanya 30 persennya merupakan jemaat kami,” jelas Budi Pujiono selaku pengurus GKMI Tanjungkarang, Kamis (11/2/2021).

Budi menambahkan, pihaknya tak memandang agama pengungsi. Siapa saja bisa mengungsi di sana.

“Kami toleran kepada siapapun yang membutuhkan tempat pengungsian kami siap,” ujar dia.

Budi menuturkan, GMKII Tanjungkarang sudah membuka tempat pengungsian sejak tahun 1970-an. Namun sempat terhenti pada tahun 1990-an dikarenakan kondisi gereja yang lebih rendah daripada jalan.

Baca Juga :  Kemensos distribusikan bantuan untuk pengungsi Merapi

“Jadi sejak 1990 kami tidak bisa membuka tempat pengungsian. Baru kali ini kami bisa buka lagi tempat pengungsian saat banjir karena sudah ditinggikan tahun 2020,” ujarnya.

Sebelumnya, foto seorang wanita salat di dalam gereja viral di media sosial. Foto itu diunggah oleh akun Facebook Info Seputar Tanjungkarang.

“Ini bukan hanya perihal keyakinan, tapi kemanusiaan. Potret warga pengungsian yang sholat di gereja. Posko pengungsian di Greja Kristen Muria Indonesia (GKMI) Tanjung Karang Jati Kudus, tulis keterangan akun itu.

Usai viral, foto ini langsung jadi perhatian netizen. Mereka beramai-ramai menyertakan komentar mengenai toleransi.

“Rumah Tuhan milik semua insan, runtuhkan semua sekat sekat perbedaan yang menjurus ke arah radikalisme. Tuhan memberkati kita semua,” tulis seorang netizen.

“Gini yo ademmmmmmmm kita semua Saudara,” ujar yang lain.

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *