Menag-Gus-Yaqut-696x392.jpeg

Berikut 11 Poin Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri di Masa Pandemi Covid-19

Diposting pada
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (Foto: Dok. Khusus)

Kementerian Agama mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang berisi pedoman bagi umat Islam di Indonesia dalam melaksanakan ibadah Ramadhan dan Idul Fitri tahun 1442 Hijriah / 2021 M.

Dikutip dari situs Sekretariat Kabinet, Selasa (4/6/2021), pedoman yang terdiri dari 11 poin tertuang dalam Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2021 tentang Pedoman Ramadhan dan Ibadah Idul Fitri 1442 Hijriah. AD 2021, ditujukan kepada seluruh kepala dinas agama provinsi, kepala badan amil zakat (Baznas) nasional, kepala dinas agama kota / kabupaten, kepala unit pelaksana teknis (UPT) seluruh Indonesia, serta anggota dewan, masjid dan pengelola masjid.

Surat edaran ini bertujuan untuk memberikan pedoman agama yang sejalan dengan protokol kesehatan, serta untuk mencegah, mengurangi penyebaran dan melindungi masyarakat dari risiko Covid-19, kata menteri agama Gus Yaqut.

Ruang lingkup Surat Edaran yang ditandatangani Menteri Agama pada Senin (5/4/2021) itu terkait dengan berbagai kegiatan keagamaan yang diatur di bulan Ramadhan dan dilakukan secara bersama-sama atau melibatkan banyak orang.

Setidaknya ada 11 poin utama yang perlu dilaksanakan menurut Edaran.

Baca Juga :  Aksi tembak Massal di AS, 2 Korban Meninggal dan 14 Cedera

Pertama, umat Islam, kecuali mereka yang sakit atau karena alasan syar’i yang dapat dibenarkan lainnya, wajib menjalankan puasa Ramadhan menurut hukum syariah dan praktik keagamaan yang ditentukan oleh agama.

Kedua, dianjurkan agar puasa berbuka dan batal di setiap rumah tangga yang memiliki satu keluarga.

Ketiga kegiatan buka puasa tersebut tetap dilaksanakan secara bersama-sama, mereka harus menghormati batasan jumlah peserta maksimal 50% dari kapasitas ruangan dan menghindari keramaian.

Keempat, pengurus masjid / musala dapat melaksanakan kegiatan keagamaan meliputi shalat wajib lima waktu, shalat tarawih dan witir, shalat tadarus al-Qur’an dan iktikaf dengan batas kehadiran maksimal 50%. kapasitas masjid / musala dengan menerapkan aturan sanitasi yang ketat, menjaga jarak aman satu meter antara jamaah dan setiap jemaah yang membawa karpet / mukena masing-masing.

Juga pengajian / ceramah / tausiah / ibadah Ramadhan dan ceramah Subuh, paling lama 15 menit. Oleh karena itu, peringatan Nuzulul Quran di masjid / mushola dilaksanakan dengan batasan jumlah penonton maksimal 50% dari kapasitas aula dengan penerapan tata tertib sanitasi yang ketat.

Baca Juga :  140 Juta Bahan Baku Vaksin Sinovac Segera Tiba di Indonesia

Kelima, pengurus dan pengelola masjid / musholla harus menunjuk petugas untuk memastikan tertib kebersihan dilaksanakan dan mengumumkan kepada seluruh jemaah cara melakukan desinfeksi rutin, memberikan layanan cuci tangan di pintu masuk masjid / mushola dengan menggunakan masker, menjaga jarak aman dan setiap jemaah memakai sajadah / mukena masing-masing.

Keenam, peringatan Nuzulul Quran yang berlangsung di dalam dan di luar gedung, harus memperhatikan peraturan sanitasi yang ketat dan jumlah penonton paling banyak 50% dari kapasitas tempat / lapangan.

Ketujuh, vaksinasi Covid-19 bisa dilakukan di bulan Ramadhan berdasarkan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) nomor 13 tahun 2021 terkait undang-undang vaksinasi puasa Covid-19 dan hasil fatwa lainnya. Organisasi Islam;

Kedelapan, penghimpunan dan penyaluran zakat, infaq dan shadaqah (ZIS) dan zakat fitrah oleh Badan Zakat Nasional (BAZNAS) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) dilakukan dengan memperhatikan regulasi kesehatan dan menghindari keramaian.

Kesembilan, dalam menjalankan ibadah dan dakwah di bulan Ramadhan, seluruh umat Islam dan da’i harus menjaga persaudaraan Islam, ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah basyariyah, serta tidak berselisih mengenai masalah khilafiyah yang dapat mengganggu keutuhan umat.

Baca Juga :  Soal Kepemilikan Ponpes Syari’ah Megamendung, Rizieq: Itu Milik Allah, Bukan Milik Saya!

Kesepuluh, dai / dai harus berperan dalam memperkuat nilai-nilai keimanan, taqwa, akhlaqul karimah, kemaslahatan umat dan nilai-nilai kebangsaan dalam negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui cara-cara yang tepat dan bijaksana. dakwah bahasa sesuai dengan pedoman Alquran dan Sunnah.

Kesebelas, Idul Fitri 1 Syawal 1442 H / 2021 M sholat dapat dilakukan di masjid atau lapangan terbuka dengan sangat memperhatikan regulasi kesehatan, kecuali perkembangan Covid-19 berubah menjadi negatif atau meningkat sesuai pengumuman Jabatan Paksaan mempercepat pengelolaan Covid-19 untuk semua wilayah, negara pihak, atau pemerintah lokal di wilayahnya masing-masing.

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *