Juli 9, 2020

ASPIRATIF

Aspiratif Situs Web Berbagi Aspirasi dan Berita Indonesia Terkini, Update Setiap Hari ….

Berkah di Balik Proses Pembuatan Piring Pelepah Pinang

Berkah di Balik Proses Pembuatan Piring Pelepah Pinang
45 Views
Read Time:5 Minute, 51 Second

Warta Batavia, Jakarta – Pelepah pinang Ialah bagian dari pohon pinang. Biasanya pelepah ini menjaga bagian dalam pohon pinang. Piring pelepah pinang mempunyai tekstur yang unik. Piring tersebut lebih ramah lingkungan dan akan menggantikan fungsi dari styrofoam.

sesudah kering, pelepah pinang ini akan jatuh dengan sendirinya. Pelepah pinang inilah yang dibakar oleh masarakat. Sampai suatu hari, sejumlah UKM di Jambi mengetahui, ada negara yang memerlukan pelepah pinang.

Akhirnya, mereka mengekspor pelepah pinang ke India dalam bentuk mentah. Di sisi lain, Indonesia tengah bermasalah dengan sampah. Banyak sampah yang dibuang begitu saja padahal masih dapat diolah.

Provinsi Jambi sungguh dikenal mempunyai banyak produk unggulan, di antaranya pinang, kepala bulat, cangkang sawit, karet, dan kayu olahan. Produk-produk tersebut bahkan diekspor ke luar negeri. Akan tetapi sayangnya, sebagian produk diekspor dalam bentuk bahan mentah. Seperti pelepah pinang.

Padahal dari data yang dipunyai Institut Teknologi Bandung ( ITB), tanaman pinang di Jambi mencapai 17.000 hektare. “Dulu, pelepah pinang di Jambi dibuang begitu saja. Jikalau nggak, dibakar,” ujar staf ITB Jaenal Arifin di Bandung, seperti dilansir website Kompas.com, Kamis (12/12) lalu.

Pelepah pinang yang belum termanfaatkan maksimum itulah, Lembaga Pemeriksaan dan Pengabdian Untuk Masyarakat (LPPM) Desain Produk ITB menginisiasi pembuatan produk. Produk tersebut dinamai piring pelepah pinang. Cara kerjanya, pinang yang dibeli dari petani dibersihkan.

Karena pelepah pinang dari petani amat kering, pelepah dicelup ke dalam air kemudian dimasukkan ke dalam mesin untuk di-press 3 menit dengan suhu 130 derajat. “Dapat juga cuma 1-2 menit, tinggal dinaikkan suhunya. Mesin inilah yang dibuat ITB,” terang Jaenal.

sesudah di-press, piring sudah langsung terbentuk dan terlepas dari mesin. 1 lembar pelepah pinang dapat dibuat 3-4 piring. “Harga pelepah pinangnya dari petani Rp 400 per lembar. Jadi kemungkinan bisnisnya besar,” terangnya.

Tidak sama dengan styrofoam, tekstur pelepah pisang ini amat unik. Tampak serat pelepah berkelir coklat ataupun hitam yang cantik. Tidak cuma itu, baunya pun khas. Bila dicium akan terendus aroma alam atau hutan tropis. Bentuknya pun lebih tebal dari styrofoam.

Bahan alami inilah yang membikin piring pelepah pinang aman dipakai untuk beberapa kali. Kecuali untuk makanan berkuah, cuma dapat sekali pakai. “Jikalau untuk makanan kering seperti camilan, dapat dipakai sampai 10 kali. Tinggal cuci saja,” ucap dia.

Sekarang, piring tersebut sampai Waktu ini masih mencari pasar. Bagian kerja sama yang sudah terbentuk ialah dengan Bali. Ia berharap, pengembangan ini dapat mengurangi sampah dan menghasilkan pendapatan lebih bagi para UKM di Jambi.

“Sudah ada 5 mesin (pembuat piring pelepah pinang) yang disebarkan ke UKM di Jambi,” pungkasnya.


Berkah di Balik Proses Pembuatan Piring Pelepah Pinang

0 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %