Beroperasi 21 Bulan, Klinik Aborsi di Paseban Raup Rp5,5 Miliar dari Pasiennya

Beroperasi 21 Bulan, Klinik Aborsi di Paseban Raup Rp5,5 Miliar dari Pasiennya

Diposting pada

Aspitaif News -, Pihak kepolisian akan menjerat 3 tersangka yang mengoperasikan Klinik Aborsi tidak resmi di Paseban, Jakarta Pusat, dengan Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

“Kita masukkan UU TPPU sebab dia praktek cukup lama dengan keuntungannya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus untuk awak media di tempat penggerebekan Klinik tidak resmi di Jalan Paseban No.61, Jakarta Pusat, Jumat, (14/2/2020)

Yusri menerangkan, UU TPPU dikenakan untuk 3 tersangka itu sebab uang yang dikeruk oleh aktifitas tidak resmi Klinik itu amat besar.

baca juga:

Keuntungan yang didapat dari operasional Klinik tidak resmi itu selama 21 bulan mencapai Rp5,5 miliar.


“Total selama 21 bulan, legitimasi nyaris Rp5,5 miliar lebih Keuntungan yang didapat yang bersangkutan,” kata dia.

Dijelaskan Yusri, Klinik tidak resmi ini mematok harga mulai dari 1 sampai 15 juta rupiah.

“Tarif ada yang berdasar 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan. Sebulan Rp1 juta, 2 bulan Rp2 juta, 3 bulan Rp3 juta, diatas itu Rp4 juta sampai Rp15 juta,” ujarnya.

Yusri menjelaskan Klinik tidak resmi ini dijalankan oleh 3 tersangka yaitu MM yang berperan selaku dokter yang melaksanakan Aborsi, RM selaku bidan dan S selaku staf administrasi di Klinik tidak resmi itu.

Tersangka MM diketahui sungguh berprofesi selaku dokter. MM dulunya ialah dokter yang berstatus selaku pegawai negeri di Riau, tetapi dicopot sebab problem disiplin.

Adapun RM yang berperan selaku bidan juga seorang residivis dalam Perkara serupa. Sedemikian juga dengan tersangka S yang juga resividis dalam Perkara yang sama

Akibat perbuatannya, ketiga tersangka itu Saat ini ditahan di Mapolda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Mereka dijerat dengan pasal berlapis yaitu Mereka dijerat Pasal 83 Juncto Pasal 64 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 mengenai hal Tenaga Kesehatan dan atau Pasal 75 ayat (1), Pasal 76, Pasal 77, Pasal 78 UU Nomor 29 Tahun 2004 mengenai hal Praktik Kedokteran dan atau Pasal 194 Jo Pasal 75 ayat (2) UU Nomor 36 Tahun 2009 mengenai hal Kesehatan Juncto Pasal 55, 56 KUHP.

Adapun ancaman hukuman akibat tindakan mereka ialah di atas 10 tahun hotel prodeo.[]

Beroperasi 21 Bulan, Klinik Aborsi di Paseban Raup Rp5,5 Miliar dari Pasiennya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *