suasana-mediasi-antara-mahfud-md-dan-cecep-habib_169.jpeg

Bertemu, Mahfud Md Terima Permohonan Maaf Cecep Habib yang Menghinanya

Diposting pada

Di media sosial, video viral tersebut memuat seruan Cecep Habib melakukan kekerasan terhadap Menko Polhukam Mahfud Md. Cecep Habib kemudian menoleh ke Mahfud MD di ruang kerjanya untuk meminta maaf.

Kasus ini bermula dari video klip viral seseorang di media sosial. Dalam video tersebut, pria yang kemudian diidentifikasi sebagai Cecep Habib itu menyiarkan seruan untuk melakukan kekerasan terhadap Mahfud Md.

“Oh iya, mungkin kalau Pak Mahfud Md disuruh berdiri tengkurap, kepalanya terus ditendang, terus pakai sepatu dan dipukul dengan pistol, lalu melesatkan beberapa kali di dada, mungkin bisa. Kata mereka adalah pelanggaran HAM yang serius jika terjadi padanya. Dia ditendang di kepala, ditembak oleh seorang atlet dan kemudian diinjak-injak di alat kelamin. Setelah dipukul dengan laras senjata, mungkin Mahfud Katanya itu pelanggaran HAM berat karena dilakukan terhadapnya. Jadi Mahfud Md harus mendengarkan dulu, ”kata Cecep Habib dalam video klip berdurasi 50 detik yang viral di media sosial.

Postingan viral ini kemudian masuk radar polisi virtual. Usai proses komunikasi awal dengan tim polisi virtual, Cecep Habib menyadari pernyataannya salah dan bermaksud meminta maaf langsung kepada Mahfud Md. Lalu ada rapat hari ini.

Apa yang dilakukan pasukan virtual polisi mengacu pada surat edaran Kapolri SE / 2/11/2021 tentang kesadaran budaya etis untuk menciptakan ruang digital Indonesia yang bersih, sehat, dan produktif.

Baca Juga :  Ketika Paus Mengunjungi Ulama yang Representatif

Dalam pertemuan hari ini antara Cecep Habib dan Mahfud MD di Kemenkopolhukam, Direktur Cyber ​​Criminal Bareskrim Polri Brigjen Slamet Uliandi hadir atas nama Kapolri dan Kabareskrim.

Dalam kesempatan ini, Cecep Habib secara terbuka menyampaikan permintaan maafnya kepada Mahfud Md. Dia mengakui ucapannya dalam video viral yang berisi seruan untuk melakukan kekerasan terhadap Mahfud Md itu salah. Dia juga mengklaim bahwa permintaan maafnya dibuat tanpa paksaan di kedua sisi.

Untuk itu, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahpahaman saya sehingga saya membuat video, kata Cecep Habib seperti dalam video yang diterima detikcom dari Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Jumat (26/3/2021). . Ia mengaku telah menghapus video tersebut dan meminta siapa saja yang mengunggah video tersebut ke media sosial untuk segera menghapusnya.

Cecep Habib pun mengucapkan terima kasih karena Mahfud Md sudah memaafkannya. Ia mengatakan pernyataan Mahfud Md di media tentang tewasnya 6 anggota FPI sudah benar dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Cecep Habib juga berjanji ke depannya akan terus mendukung program pemerintah dan sosialisasi dalam pesan-pesannya ke masjid.

Baca Juga :  Bandara JB Soedirman di Purbalingga Ditargetkan Lepas Landas pada 22 April 2021

Menanggapi Cecep Habib, Mahfud Md mengapresiasi pertemuan yang terselenggara berkat komunikasi awal yang dilakukan Tim Reserse Kriminal Polri. Dia memaafkan Cecep Habib yang mengerti kesalahannya.

Mahfud Md juga mengingat ucapan Cecep Habib dalam video viral tersebut adalah hoax dan bisa dikenakan sanksi hukum jika pihak yang dirugikan tidak menerimanya. Terkait penanganan kasus tewasnya 6 tentara FPI, Mahfud mengatakan Komnas HAM telah menyatakan kesimpulannya bahwa ini bukan pelanggaran HAM berat setelah dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh.

Selain itu, Mahfud Md juga memberikan nasehat kepada Cecep Habib yang datang bersama putranya. Usai memaafkan, Mahfud meminta Cecep, yang bekerja sebagai pengurus masjid di salah satu masjid di kawasan Bintaro, untuk fokus mempromosikan umat di masjid yang dikelolanya. Mahfud yang saat ini menjabat di pemerintahan juga menegaskan bahwa dirinya siap dikritik oleh siapa pun selama tidak melanggar hukum.

Mahfud juga mengapresiasi Kapolri dan Kabareskrim yang telah menangani kasus ini melalui program polisi virtual yang mengusung SE / 2/11/2021 tentang kesadaran budaya etis untuk menciptakan ruang digital Indonesia yang bersih, sehat, dan produktif. Menurutnya, Polisi Siber Indonesia sangat kompeten dalam menjalankan tugasnya.

Mahfud Md pun mengajak masyarakat untuk menjadikan kasus ini sebagai pelajaran berharga. Ia dengan bijak meminta seluruh media sosial untuk tidak menyebarkan hoax dan ujaran kebencian.

Baca Juga :  Kapolri Safari ke Ormas Islam, Kompolnas: Pererat Silaturahmi-Kerukunan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo diketahui telah mengeluarkan surat edaran bernomor: SE / 2/11/2021 tentang kesadaran budaya etis untuk menciptakan ruang digital Indonesia yang bersih, sehat, dan produktif. Salah satu isi surat edaran itu meminta penyidik ​​polisi mengedepankan keadilan restoratif dalam menyelesaikan kasus tersebut.

Listyo meminta penyidik ​​memprioritaskan tindakan damai dalam menyelesaikan kasus terkait laporan dugaan pelanggaran UU ITE.

Melalui surat edaran ini, Sigit meminta seluruh anggota Polri berkomitmen untuk menegakkan hukum yang dapat memberikan rasa keadilan bagi masyarakat. Dalam konteks penegakan hukum, Polri dihimbau untuk selalu mengedepankan pendidikan dan langkah-langkah persuasif untuk menghindari tuduhan kriminalisasi terhadap whistleblower serta memastikan ruang digital Indonesia tetap bersih, sehat, beretika dan produktif.

“Penyidik ​​berprinsip bahwa hukum pidana adalah upaya terakhir dalam penegakan hukum (ultimatum remidium) dan mengutamakan keadilan restoratif dalam menyelesaikan perkara,” bunyi surat itu.

“Bagi pihak dan / atau korban yang akan melakukan aksi damai, itu bagian dari prioritas penyidik ​​untuk menerapkan keadilan restoratif, kecuali dalam kasus yang berpotensi memecah belah, rasisme, radikalisme, dan separatisme,” lanjut edaran tersebut. [detik.com]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *