BET Cipelang Raih Sertifikat Kesesuaian SNI Embrio Ternak – Aspiratif News

BET Cipelang Raih Sertifikat Kesesuaian SNI Embrio Ternak - Warta Batavia
Views: 1764
Read Time:4 Minute, 34 Second

BET Cipelang Raih Sertifikat Kesesuaian SNI Embrio Ternak – Aspiratif News

Direktorat Jend. Peternakan dan Kesehatan Haewan Kementerian Pertanian RI (Ditjen PKH Kementan) terus mengontrol kualitas mutu Unit Pelaksana Tugas (UPT) yang Ada di bawah Ditjen PKH. Salah satunya, Balai Embrio Ternak (BET) Cipelang.

BET yang berlokasi di Bogor, Jawa Barat ini sukses memperoleh Sertifikat Kesesuaian SNI Embrio Ternak dari Kementan. Sejauh ini BET Cipelang dinilai sudah sanggup jadi sumber benih dan bibit unggul nasional.

“Selamat untuk BET Cipelang yang telah memperoleh Sertifikat Kesesuaian SNI. Pemberian sertifikat ini semoga dapat jadi motivasi untuk jadi UPT sumber benih dan bibit unggul nasional yang berkelanjutan,” ujar Dirjen PKH, I Ketut Diarmita.

Baca Juga: Kementan terus Berusaha Kembangkan Sapi Galician Blonde

Secara terpisah, Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Ditjen PKH, Sugiono sudah menyerahkan secara langsung Sertifikat Kesesuan SNI Embrio Ternak untuk BET Cipelang yang diterima oleh Kepala Balai, Oloan Parlindungan.

Sugiono menerangkan, Sertifikat Kesesuaian SNI ini Ialah jaminan tertulis yang diterbitkan oleh Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) bahwa produk yang dihasilkan oleh produsen tersebut sudah sesuai dengan standar (SNI) yang jadi acuannya.

READ  KH Saiq Aqil Siroj Menyebut RUU HIP Dapat Rusak Anyaman Kebangsaan - Aspiratif News

“Ini Ialah jaminan tertulis yang diterbitkan oleh Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) bahwa produk yang dihasilkan oleh produsen tersebut sudah sesuai dengan standar (SNI),” jelas Sugiono.

Baca Juga: Genjot Populasi Sapi Belgian Blue (BB), Penuhi Protein Hewani

Sugiono menambahkan, hal ini Ialah bagian prestasi untuk Kementan, Ditjen PKH dan BET Cipelang itu sendiri. Berhasilnya BET Cipelang memperoleh sertifikat juga sekaligus membuktikan bahwa produk embrio yang dihasilkan mempunyai mutu dan kualitas baik.

“Saya amat suka dengan pemberian sertifikat kesesuian SNI ini, karena Ialah bagian prestasi yang dapat kami raih dan sertifikat ini juga menyokong Sikomandan yang berdaya saing, sehingga menjadikan pertanian makin maju, mandiri dan modern,” papar dia.

Lebih detail, Sugiono menyebut bahwa Ditjen PKH Kementan terus berusaha menghasilkan benih dan bibit berkualitas.

Baca Juga: Kementan Sukses Produksi Embrio Sapi Belgian Blue Murni Ke-1

Sebagai informasi, embrio memerlukan penanganan spesial agar dapat berkembang jadi individu yang mewarisi sifat unggul tetuanya. Benih dan bibit ternak mempunyai peran yang penting dan strategis dalam usaha menaikkan produksi dan produktivitas ternak.

READ  Teks Ya Abaz Zahro Ahmad Ya Habibi - Arab, Latin dan Artinya

“Sehingga Penting diusahakan agar benih dan bibit yang diproduksi dan diedarkan tetap terjamin mutunya sesuai standar,” imbuh Sugiono.  Seperti yang tercantum dalam Undang Undang Nomor 41 Tahun 2014 soal Pergantian atas Undang-undang Nomor 18 tahun 2009 soal Peternakan dan Kesehatan Haewan Bab IV Pasal 13 ayat (5) yang menyebutkan bahwa tiap-tiap benih atau bibit yang beredar wajib mempunyai sertifikat benih atau bibit yang memuat Penjelasan Masalah silsilah dan ciri-ciri keunggulannya.

Waktu ini embrio yang dihasilkan BET Cipelang sudah memenuhi SNI 7880.1:2013 Embrio ternak-Bagian 1:Sapi. Sampai dengan bulan Juni BET Cipelang sudah memproduksi 786 embrio dari target 945 embrio tahun sekarang. Rata-rata per tahun BET Cipelang dapat menghasilkan 800 embrio ternak.

Mengacu pada Peraturan Pemerintah No 48 tahun 2011 soal sumber daya genetik haewan dan perbibitan ternak, bibit didefinisikan sebagai ternak yang mempunyai sifat unggul dan mewariskannya serta memenuhi persyaratan tertentu untuk dikembangbiakkan. Adapun benih ialah bahan reproduksi ternak yang berupa mani, sel telur, telur tertunas, dan embrio.

READ  Masih Pandemi Covid-19, IPPNU Tegal Gelar Rapimcab Virtual - Aspiratif News

Untuk memperoleh sertifikat Kesesuaian SNI, produsen benih/bibit mesti melaksanakan kaidah kaidah perbibitan seperti identifikasi, pencatatan (recording) maupun seleksi. Pelaksanaan dan penerapan Good Breeding Practices di produsen yang optimal, Standar Nasional Indonesia (SNI) serta Disokong dengan sistem manajemen mutu yang berkelanjutan.

Keseluruhan ketentuan tersebut dinilai oleh Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) Benih dan Bibit Ternak, LSPro Benih dan Bibit Ternak yang Ialah lembaga penilai kesesuaian yang berkedudukan di Ditjen PKH Kementan. LSPro Benih dan Bibit Ternak dibentuk berdasar Permentan Nomor 75 tahun 2011 soal lembaga sertifikasi produk bidang pertanian. Seperti yang disebutkan dalam Undang Undang Nomor 41 Tahun 2014 soal Pergantian atas Undang-undang Nomor 18 tahun 2009 soal Peternakan dan Kesehatan Haewan Bab IV Pasal 13 ayat (6) dikatakan sertifikat benih atau bibit sebagaimana dimaksud pada ayat (6) dikeluarkan oleh lembaga sertifikasi benih atau bibit yang terakreditasi atau yang ditunjuk oleh Menteri. (RO/OL-10)


BET Cipelang Raih Sertifikat Kesesuaian SNI Embrio Ternak – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *