05___Sri_Mulyani.jpg

Bicara soal kepemimpinan perempuan milenial, Sri Mulyani: Enggak harus saya semua

Diposting pada

Bicara soal kepemimpinan perempuan milenial, Sri Mulyani: “Enggak harus saya semua”.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan kepemimpinan yang harus dimiliki perempuan milenial dan generasi Z. Menurutnya, harus ada kepekaan dalam memandang lingkungan sekitar dan menawarkan apa yang bisa membantu.

“Tidak harus semua saya, saya dan saya. Tetapi ciri khas kepemimpinan adalah perhatian dan keinginan untuk melakukan sesuatu untuk membantu orang lain, sumber daya yang unik dan berharga,” kata Sri Mulyani dalam webinar dialog antar generasi perempuan dan anak perempuan: Changing the Game in Development di Jakarta (6/3/2021).

Ada 120 gadis unggulan dalam program ini yang berhasil lolos dalam banyak seleksi. Mereka menerima materi tidak hanya dari Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani, tetapi juga dari Anne-Birgitte Albrechtsen, CEO Plan International, dan Alice Albright, CEO Kemitraan Global untuk Pendidikan. Sedikitnya 31 wanita berhasil mendapatkan kantung sperma.

Ia memuji para wanita yang mengikuti pelatihan dan bersedia melakukan gerakan sosial yang konkrit. Alasannya, tantangan terbesar saat ini adalah selalu ada alasan untuk tidak melakukan apapun.

Baca Juga :  Barat Gunakan OPCW sebagai Tribun untuk Memfitnah Suriah

Namun, biasanya ada mahasiswa kedokteran yang sibuk dalam pelatihan. Lalu ada perempuan penyandang disabilitas yang jelas-jelas mengalami banyak hambatan komunikasi.

“Kami hanya punya waktu 24 jam, tapi para peserta ini bisa mengesampingkan kekhawatirannya. Bukan hanya kesedihan, tapi organisasi konkrit, transfer jaringan dan desain. Mereka juga menggunakan teknologi untuk memberikan solusi,” ujarnya.

Menurutnya, kepemimpinan akan membawa perubahan pada diri seseorang. Salah satu perbedaannya adalah ketika dia melihat tantangannya.

Dia akan menyerah, lumpuh dan kewalahan oleh masalah, atau dia bisa bangun dan pulih. Bahkan jika dia tidak bisa menyelesaikannya.

“Elemen kunci kepemimpinan adalah pantang menyerah menghadapi tantangan. Karena di setiap tahapan kehidupan pasti ada ujian, ”ujarnya.

Ia mengingatkan seluruh remaja putri Indonesia untuk terus menginspirasi orang-orang di sekitar mereka dengan memberikan teladan. Sehingga akan terjadi efek riak yang akan menyebabkan perempuan memainkan peran yang sama dengan laki-laki. “Bantu teman Anda dengan meyakinkan mereka dan mendorong mereka untuk memperjuangkan impian mereka,” katanya. [Inews.id]

Baca Juga :  Kasus Suap Bansos Corona, KPK Tahan Menteri Sosial Juliari Batubara

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *