Biden-Nyatakan-akan-Hentikan-Dukungan-kepada-Perang-Yaman-Ini-Tanggapan.jpg

Biden Nyatakan akan Hentikan Dukungan kepada Perang Yaman, Ini Tanggapan Ansarullah, Saudi, dan UEA

Diposting pada

Sanaa, Warta Batavia – Gerakan Ansarullah (Houthi) di Yaman menegaskan bahwa perdamaian tak akan terwujud di Yaman selagi koaliasi Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) masih melanjutkan “agresi dan blokade” terhadap Yaman.

“Argumen hakiki untuk mewujudkan perdamaian di Yaman adalah penghentian agresi dan pencabutan blokade. Opsi agresi dan blokade terbukti gagal di depan keteguhan legendaris bangsa kami yang mulia,” ungkap juru bicara Ansarullah, Mohammad Abdul Salam, di halawan Twitter-nya, Kamis (4/2).

Dia menambahkan, “Apa yang selalu kami tekankan ialah bahwa perdamaian yang hakiki tak akan terwujud tanpa penghentian agresi dan pencabutan blokade, dan (serangan) rudal Yaman adalah demi pertahanan, dan Yaman akan menghentikannya jika agresi dan blokade dihentikan sepenuhnya.”

Hal ini dinyatakan Ansarullah bersamaan dengan pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden bahwa AS akan menghentikan dukungannya kepada operasi militer pasukan koalisi Saudi-UEA di Yaman.

Di pihak lain, Saudi mengaku menyambut baik pernyataan Biden tersebut karena Biden juga menyatakan Washington tetap akan bekerjasama dengan Riyadh dalam upaya mempertahankan kedaulatan dan pertahanannya di depan ancaman dari luar.

Baca Juga :  Ketua DPP PDI-P Sebut Risma hingga Djarot Potensial Jadi Mensos Gantikan Juliari

Sementara iut, UEA melalui menteri luar negerinya, Anwar Gargash, menyatakan bahwa UEA sudah menghentikan intervensi militernya di Yaman sejak Oktober 2020 “dengan harapan perang dapat berakhir”.

Dia juga menekankan dukungan UEA kepada upaya PBB dan berbagai inisiatif perdamaian untuk Yaman.

Sejak Maret 2015 aliansi Saudi-UEA melancarkan intervensi militer di Yaman dengan dalih membela pemerintahan presiden pelarian Abd Rabbuh Mansour Hadi melawan gerakan Ansarullah yang didukung Iran dan berhasil merebut Sanaa, ibu kota Yaman.

Beberapa laporan PBB menyebutkan bahwa blokade laut, darat, dan udara Yaman oleh Saudi dan UEA telah menyebabkan krisis kemanusiaan terparah di dunia. (mm/rta/raialyoum)

Baca juga:

‘Meskipun Tahu Melanggar HAM, Biden Sulit Mengubah Kebijakan AS terhadap Arab Saudi’

Saudi dan UEA Upayakan Perbaikan Hubungan dengan Turki, Ikhwanul Muslimin Tetap Dipersoalkan  

 

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *