Bisnis Terpuruk, Nissan Akan PHK 20 Ribu Karyawan

Diposting pada

Bisnis Terpuruk, Nissan Akan PHK 20 Ribu Karyawan

Warta Batavia – Produsen mobil asal Jepang, Nissan terus didera problem internal beruntun semenjak Perkara penggelapan uang yang ditunaikan eks bosnya Carlos Ghosn beberapa tahun lalu. Problem seterusnya ialah penutupan pabriknya di Indonesia sampai rumor Datsun akan dihapus dari payungnya.

seusai rentetan problem tersebut, Saat ini Nissan kembali dihadapkan dengan pilihan berat dalam restrukturisasi operasinya dengan maksud untuk mengembalikan bisnisnya ke profitabilitas di tengah masa sulit ini.

Paultan, Minggu (23/5/2020) mengungkapkan untuk restrukturisasi operasinya, Nissan akan memangkas ongkos besar sehingga wajib mengurangi pekerjanya secara global. Artinya akan ada pemutusan hubungan kerja (PHK) secara besar-besaran diberbagai negara.

Kabarnya mereka akan memangkas kira-kira 12.500 buruh di 14 basis produksi di semua dunia pada Maret 2023 selaku bagian dari restrukturisasi. Surat berita Jepang Kyodo News mengabarkan hitungan total pemangkasan dapat meningkat jadi lebih dari 20 ribu karyawan, yang akan mewakili pengurangan 15 % dari 139 ribu tenaga kerjanya secara global.

Beberapa sumber menyebutkan PHK besar-besaran terjadi sebab kemerosotan penjualan sebelum Covid-19 dan berlanjut lebih parah pada masa Pandemi yang menyerbu seluruh negara. Akibat anjloknya penjualan disejumlah negara, mengharuskan mereka untuk merevisi planning restrukturisasi.

Salah satunya ialah dengan memangkas buruh di Eropa dan beberapa negara berkembang untuk merampingkan operasi produksi dan memulihkan bisnisnya yang ada dalam keadaan yang tidak stabil.

Kemerosotan bisnis yang kian dalam, diperburuk oleh pandemi, sudah memotivasi Nissan untuk bekerja pada langkah-langkah reformasi tambahan. Mereka sudah Mempublikasikan penutupan pabrik di Spanyol dan Indonesia dan beberapa pasar negara berkembang lainnya, dan penghapusan secara berangsur sub-merek Datsun.

Planning perampingan, yang diadukan bulan lalu, diinginkan akan mengemuka dalam laporan planning manajemen jangka menengah baru yang akan diumumkankan. Reformasi ekstrem yang mereka lakukan kemungkinan akan meliputi pengurangan kemampuan output global sebesar 20 % pada tahun fiskal 2022.

Nissan rencananya akan mengumumkan hasil pendapatannya pertahun yang berakhir Maret. Kebangkrutan bersih yang ditaksir dari grupnya mencapai 95 miliar yen, pada tahun fiskal 2019 dari penjualan global mencapai 4,79 juta unit kendaraan. Angka ini menandai penurunan progresif dari rekor tertinggi 5,79 juta unit yang dicapai pada tahun fiskal 2017.

Artikel Menarik Lainnya


Bisnis Terpuruk, Nissan Bakal PHK 20 Ribu Karyawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *