BNPT Jelaskan Aktivitas Radikalisme di Tengah Pandemi Covid-19 – Aspiratif News

Views: 9
Read Time:1 Minute, 57 Second

BNPT Jelaskan Aktivitas Radikalisme di Tengah Pandemi Covid-19 – Aspiratif News

Jakarta, Aspiratif News

Radikalisme dalam beberapa survei masuk ke dunia kampus. Dalam Perkara Covid-19 seperti waktu ini, orang-orang yang terindikasi radikal setidaknya terbagi jadi 3 kelompok.


Hal itu disampaikan oleh Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol Hamli waktu Webinar Nasional yang digelar oleh Persatuan Guru besar Agama Islam Nusantara (Persada NU) dengan tema Menangkal Radikalisme di Lembaga Pendidikan dalam Situasi Covid-19 pada Sabtu (20/6).

Ke-1, Jelas Hamli, kelompok yang menganggap wabah atau musibah yang Datang. Ke-2, anggapan Covid-19 berupa dukhan atau kiamat kecil sehingga waktu yang pas untuk melakukan propaganda dan mencari ongkos.

Ketiga, Covid-19 itu ialah waktu yang pas untuk melakukan penyerbuan, karena aparat pemerintah tengah lengah dan fokus untuk Covid-19.


Hal tersebut terbukti di masa pandemik ini teman-teman Aparat Kepolisian sudah mengamankan teroris di beberapa tempat di Tanah Air.

READ  Download Kitab Ma La Ainun Ro'at PDF Makna Pesantren


Hamli menambahkan bahwa strategi yang mesti Dilakukan ialah mesti memberikan pemahaman yang lurus dan benar, serta mesti diberikan wawasan kebangsaan, serta pengentasan kemiskinan.


Seterusnya, hal yang Penting Dilakukan ialah bijak dan lebih teliti di media sosial, karena media sosial ini dijadikan pintu para teroris dalam merekrut anggota.


Hal lain yang Penting Dilakukan ialah keputusan taktik pemerintah terkait dengan penanganan Covid-19 sehingga narasi bahwa pemerintah menghalangi ummat Islam dapat dihindari.


Sementara itu, Guru besar Universitas Jambi Supian Ramli menerangkan bahwa usaha menangkal radikalisme ialah dengan memaksimalkan peran para pimpinan perguruan tinggi/kepala sekolah, guru besar/guru PAI, Famili, publik figur masyarkat, aparat penegak hukum, dan juga peran organisasi maha siswa atau siswa.


Adapun Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbud Iwan Syahril menerangkan bahwa dalam konteks Covid-19 di bidang pendidikan pemerintah melalui Kemdikbud mengacu ke Bapak Pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantara yang begitu komprehensif dan kompleks ialah bahwa pendidikan ialah untuk memerdekakan serta memanusiakan manusia secara utuh.

READ  Melalui Ngaji Pasan Daring, Gus Shiddiq Anjurkan Santri Nikahi Wanita Salehah - Aspiratif News


Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UNU Yogyakarta Senawi SNHB menerangkan ada enam pintu masuk radikalisme di kampus, ialah (1) melalui maha siswa baru yang sudah terpapar semenjak SMA, (2) melalui guru besar dan tenaga pendidikan yang telah disiapkan, (3) melalui kurikulum, (4) melalui masjid atau musala dan, (5) melalui asrama maha siswa dan beasiswa.


Pewarta: Syakir NF

Editor: Fathoni Ahmad

BNPT Jelaskan Aktivitas Radikalisme di Tengah Pandemi Covid-19 – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *