096248600_1614404718-000_93T92Z.jpg

BPOM Terbitkan Izin Penggunaan untuk Vaksin Covid-19 Sinopharm

Diposting pada
096248600 1614404718 000 93T92Z BPOM mengeluarkan izin penggunaan vaksin Sinopharm Covid-19

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan Otorisasi Penggunaan Darurat (EUA) untuk vaksin Covid-19 Sinopharm. Vaksin ini diproduksi oleh Institut Produk Biologi Beijing, anak perusahaan dari China National Biotec Group (CNBG).

“Hari ini kami mengumumkan bahwa emergency use authorization (EUA) telah diberikan untuk vaksin yang diproduksi oleh Institut Produk Biologi Beijing,” kata Kepala BPOM Penny K. Lukito dalam siaran konferensi pers melalui YouTube BPOM RI, Jumat (30/4/2021). ).

Penny menjelaskan, pengembangan vaksin Covid-19 Sinopharm menggunakan platform yang tidak aktif atau virus yang dinonaktifkan. Di Indonesia, vaksin ini terdaftar dan didistribusikan oleh PT Kimia Farma dengan nama vaksin Sinopharm.

Ini menegaskan bahwa vaksin Covid-19 EUA Sinopharm telah berpindah dari evaluasi mendalam terhadap data studi praklinis ke uji klinis fase 3.

Berdasarkan hasil evaluasi keseluruhan terhadap data yang kami terima baik dari data mutu, manufaktur maupun praklinis serta studi klinis, dapat disimpulkan bahwa pemberian vaksin Sinopharm pada dua dosis dengan selang waktu 21 hingga 28 hari menunjukkan profil keamanan dan khasiat serta respon untuk meningkatkan imunitas yang baik, ”jelasnya.

Baca Juga :  Ekstrimisme-Beragama di Lembaga Pemerintah & BUMN

Tes klinis

Penny menjelaskan uji klinis fase 3 vaksin Covid-19 Sinopharm dilakukan di Uni Emirat Arab (UEA) dan sejumlah negara lain. Uji klinis melibatkan 42.000 subjek penelitian.

Data dari uji klinis fase 3 menunjukkan bahwa kemanjuran vaksin Covid-19 Sinopharm adalah 78%. Sedangkan persentase antibodi yang terbentuk pada relawan setelah 14 hari penyuntikan dosis kedua berbeda.

Pengukuran imunogenisitas setelah 14 hari dari injeksi dosis kedua atau tingkat kepositifan nol dari persentase subjek, persentase relawan yang membentuk antibodi pada saat studi klinis, netralisasi adalah 99,52% pada orang dewasa dan 100% pada lansia, “dia berkata.[liputan6.com]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *