Bupati Tegal Nyatakan Tiap-tiap Santri di Tes Kesehatannya Sebelum ke Pondok – Aspiratif News

Views: 310
Read Time:2 Minute, 59 Second

Bupati Tegal Nyatakan Tiap-tiap Santri di Tes Kesehatannya Sebelum ke Pondok – Aspiratif News

Tegal, NU Online

Bupati Tegal, Jawa Tengah Hj Umi Azizah menerangkan, selain mesti mengantongi izin dari orang tua, sebelum keberangkatannya ke pondok, para santri terlebih mesti menjalani pemeriksaan kesehatan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tegal melalui Puskesmas. 

 

“Langkah tersebut diambil sebagai usaha antisipasi dan mencegah agar penyebaran wabah Covid-19 tidak terjadi di lingkungan pesantren,” katanya.

 

Hal itu disampaikan waktu melepas keberangkatan ratusan santri ke Pesantren Hidayatul Mubtadiin Lirboyo, Kediri, Jawa Timur asal Kabupaten Tegal di depan rumah Dinas Bupati Tegal dan Kantor DPC PKB, Ahad (5/7) malam.

 

Ke para santri Umi Azizah berpesan, agar dalam menuntut ilmu di pesantren mereka tetap mesti menjaga kebersihan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta ikut anjuran protokol kesehatan.

 

“Termasuk misalnya nanti jikalau mesti menjalani isolasi selama 2 Minggu di lingkungan asrama pesantren. Ingat, kebersihan ialah bagian dari iman,” pesan Umi.

READ  Urus Kartu Identitas Anak Semudah Ambil Uang di ATM

 

Umi menerangkan, usaha pemeriksaan kesehatan tersebut ditempuh agar nantinya tidak muncul klaster baru Covid-19 di pesantren. 

 

“Kita semua punya tanggung jawab yang sama untuk membangun kesadaran akan adanya musuh bersama-sama yang tidak kelihatan ini. Dengan sedemikian, Famili, sekolah maupun lembaga pendidikan agama berperan penting dalam proses pembiasaan hidup sehat sebagai kelaziman baru di masa pandemi,” katanya.

 

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tegal H Akhmad Wasyari menerangkan, pesantren ialah NU besar, dan NU ialah pesantren kecil. Itu artinya hubungan antara pesantren dan NU tidak dapat dipisahkan 1 sama lain.

 

“NU tanpa pesantren akan bermasalah. Dan pesantren tanpa NU akan mudah dipecah belah,” katanya mengutip pesan almarhum Almagfurlah KH Hasyim Muzadi waktu itu.

 

menurutnya, amat pas jikalau Pengurus Himasal memberangkatkan santri melibatkan Bupati Tegal, PCNU, dan DPC PKB. “Birokrasi, Politik, NU sebagai segitiga emas yang saling terkait untuk membangun Kabupaten Tegal,” ujarnya

 

Ke para santri, Wasyari minta para santri melihat NU jangan cuma melihat Pengurus NU yang ada, tapi lihatlah NU lebih jauh, di mana para muasis NU Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari, KH Wahab Hasbullah, KH Bisri Syamsuri dan para muasis-muasis lain, yang sudah dengan sekuat tenaga membangun NU untuk kepentingan membentengi akidah ahlussunah wal jamaah.

READ  Ini Ungkapan Ustadz Somad yang Dinilai Lecehkan Agama Kristen

 

“Sekali lagi, jangan pandang pengurus yang sekarang ada, karena pengurus cuma sebatas sebagai khadam untuk meneruskan perjuangan-perjuangan para muasis NU,” tandasnya.

 

Ketua Himpunan Alumni Santri Tegal (Himasal) Lirboyo Muhamamad Sobirin ke Aspiratif News, Selasa (7/7) menerangkan, dirinya mengucapkan terima kasih ke Pemerintah Kabupaten Tegal yang sudah ikut membantu dalam proses pemberangkatan santri ke Jawa Timur.

 

“Alhamdulillah, sebelum berangkat para santri telah diperiksa kesehatannya secara gratis dan saya mengucapkan terima kasih ke Pemkab Tegal, ke Dinas Kesehatan yang sudah membagikan 2.400 masker dan cairan pencuci tangan (hand sanitizer) ke para santri,” ungkapnya. 

 

Sobirin juga mengucapkan terima kasih ke Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tegal dan DPC PKB yang masing-masing telah menyumbangkan dananya ke kami senilai Rp 25 juta.

 

Ia menerangkan, Pesantren Lirboyo sudah menerapkan protokol kesehatan di lingkungan pondok pesantren, seperti para santri diharuskan untuk mempergunakan masker, mencuci tangan secara rutin mempergunakan sabun dan air yang mengalir, serta menerapkan pembatasan jarak fisik aman antar santri. 

READ  Teks Wulidal Huda - Lirik Arab, Latin Beserta Artinya

 

“Petunjuk dari pimpinan pondok mewajibkan santri untuk membawa masker kain minimal 5 buah. Hal ini dimaksudkan agar santri dapat menggantinya tiap-tiap 4 jam sekali,” jelasnya. 

 

Pelepasan 800 santri Lirboyo Kediri yang terbagi dalam 14 armada bus tersebut dihadiri Bupati Tegal Hj Umi Azizah, Ketua PCNU H Akhmad Wasy’ari, Ketua DPC PKB Firdaus Asyaerozi, Pengurus Himasal dan anggota FPKB DPRD Kabupaten Tegal. 

 

Kontributor: Nurkhasan

Editor: Abdul Muiz

Bupati Tegal Nyatakan Tiap-tiap Santri di Tes Kesehatannya Sebelum ke Pondok – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *