Cantumkan-Ansharullah-di-Daftar-Terorisme-Apa-Tujuan-AS.jpg

Cantumkan Ansharullah di Daftar Terorisme, Apa Tujuan AS?

Diposting pada

Warta Batavia-Di saat 25 berkas terkait terorisme domestik AS dan serangan ke Kongres yang dituduhkan atas Donald Trump dan pendukungnya masih diselidiki, Pemerintahan Trump berniat mencantumkan Ansharullah dalam daftar terorisme.

Keputusan Washington ini mengungkap pola pandang umum AS terhadap Poros Resistansi, yang tak pernah berhenti melawan arogansi dan ekspansi AS-Israel di Kawasan. Sebab itu, tidak aneh jika negara ini mengambil langkah ini. Satu-satunya hal yang aneh adalah AS ‘terlambat’ memikirkan gagasan ini.

Jangan dibayangkan bahwa keputusan ini adalah hadiah bagi Saudi dan Putra Mahkota pecundangnya, Muhammad bin Salman, meski langkah AS ini jelas akan membuatnya gembira. Sama seperti kebijakan-kebijakan lain AS untuk menghadapi Iran, Suriah, Hizbullah, al-Hashd al-Shaabi, Hamas, dan Jihad Islam, tujuan dari tindakan ini adalah dukungan untuk Rezim Zionis, bukan Saudi, UEA, atau selainnya.

Ketika dikatakan bahwa keputusan ini tidak akan memiliki manfaat jangka panjang bagi Saudi, maksudnya adalah ini akan menyebabkan krisis Yaman tetap dalam kondisi sekarang. Peluang perundingan antara orang-orang Yaman akan pupus dan Kawasan akan selalu menjadi ajang konflik.

Baca Juga :  [Video]: Hizbullah Jatuhkan dan Kuasai Drone Pengintai Israel di Libanon

Konflik ini ibarat belati di rusuk Saudi dan akan menguras habis sumber-sumber ekonominya. Kawasan perbatasan Saudi juga akan selalu genting dan akan kehilangan stabilitas domestiknya.

Menjaga Timteng tetap dalam keadaan kacau dan perang adalah strategi AS, yang dibangun di atas pelenyapan semua unsur kekuatan di kawasan ini. Sebab, unsur-unsur ini selalu menjadi ancaman bagi keamanan dan stabilitas Rezim Zionis. Jaminan keamanan bagi Israel bergantung pada kelanjutan konflik dan kekacauan di Kawasan.

Tujuan lain berkaitan dengan kawasan-kawasan yang dikuasai Pemerintah Sanaa. AS berupaya melenyapkan semua potensi kontak antara organisasi-organisasi internasional dengan Ansharullah, juga telah menghalangi sampainya bantuan kemanusiaan ke kawasan-kawasan tersebut. Dengan demikian, AS berharap bisa memprovokasi penduduk di kawasan itu untuk melawan Sanaa dan memicu kekacauan di Yaman.

Pengalaman di masa lalu menunjukkan bahwa AS di kawasan ini selalu ingin memancing di air keruh. Negara ini tidak mengenal karakteristik rakyat Yaman. Sepanjang sejarah, rakyat Yaman dikenal sebagai bangsa terhormat dan bermartabat. Mereka tidak tawar menawar dalam masalah ini. Kehormatan mereka inilah yang membuat bangsa Yaman selalu melawan tiap agresor dan mengalahkan mereka.

Baca Juga :  Ketum Barisan Kesatria NU: Permadi Arya Tak Sedikit Pun Berniat Hina Islam

Tujuan lain Trump dan Pompeo adalah menciptakan masalah bagi Joe Biden, yang meyakini bahwa negaranya telah terjebak di rawa-rawa Yaman. Biden tahu bahwa AS tidak akan berhasil dalam serangan langsung ke Yaman. Bahkan, bangsa Yaman bukan hanya mampu membela negeri mereka, tapi kini juga menjadi ancaman bagi Rezim Zionis.

Segitiga Kejahatan AS, Israel, dan Saudi masih bermimpi bisa menaklukkan bangsa Yaman, padahal mereka tidak mampu melakukannya dalam 6 tahun terakhir. Kita juga yakin bahwa dalam 9 hari sisa umur Pemerintahan Trump, mimpi mereka ini tak akan terealisasi.(af/alalam)

Baca Juga:

Ansharullah: AS adalah Sumber Terorisme, Pemerintah Trump adalah Teroris

Ansharullah: Ciptakan Krisis Qatar, AS Raup Untung Milyaran Dolar

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *