CEO Tesla Mengakui Ada di Balik Kudeta Bolivia – Aspiratif News

blank
Views: 20
Read Time:2 Minute, 1 Second

CEO Tesla Mengakui Ada di Balik Kudeta Bolivia – Aspiratif News

blankWashington, Aspiratif News–CEO Tesla, Elon Musk, mengakui perannya dalam kudeta bulan November atau disebut juga “kudeta Lithium” untuk menggulingkan eks Presiden Bolivia Evo Morales.

Pernyataan provokatif itu berawal waktu sang miliuner menyebut bahwa RUU pemerintah AS untuk memotivasi ekonomi negara mungkin tidak sesuai dengan kepentingan rakyat Amerika sendiri.

Kemudian, seorang netizen membalas dengan twit: “Anda tahu apa yang tidak sesuai dengan kepentingan terbesar rakyat? [Itu adalah ketika] pemerintah AS merancang kudeta untuk Evo Morales di Bolivia agar Anda dapat mengambil lithium di sana.”

Musk pun membalas tudingan itu dengan twit: “Kami akan kudeta siapa pun yang kami inginkan! Terima saja.” Kemudian, ia mengakui bahwa Tesla memperoleh lithium dari Australia.

Unggahan itu pun memancing bermacam kecaman di Twitter, meski sebagian netizen menganggapnya hanyalah lelucon buruk.

“Saya mengerti ini hanyalah lelucon, tapi lelucon yang buruk sekali. Orang-orang tidak bersalah menderita waktu kudeta angkatan bersenjata yang Disokong AS terjadi. Anda menggampangkan kesengsaraan itu,” sedemikian isi dari bagian twit netizen.

READ  Game Over, Sekarang Giliran Piala FA - Aspiratif News

Eks Presiden Bolivia, Evo Morales, mengundurkan diri pada November lalu sesudah ada tudingan kecurangan Pemilihan Umum. Dalam sebuah Tanya Jawab dengan RT, ia menyebut apa yang terjadi di Bolivia sebagai “kudeta” yang bermaksud untuk memasang pemimpin sayap kanan yang akan membuka cadangan lithium Bolivia untuk kapitalis.

sebelum ini, Bolivia menghentikan proyek lithium raksasa dengan perusahaan Jerman ACI Systems Alemania (ACISA). Walaupun benar bahwa Tesla memperoleh lithium dari Australia, perusahaan itu juga disebut-sebut sebagai bagian klien ACISA.

Lithium Ialah komponen baterai yang dipakai dalam kendaraan Tesla. Sumber daya alam ini telah jadi bagian yang paling penting di dunia karena dibutuhkan untuk baterai mobil listrik, PC, dan peralatan industri.

Pasca penggulingan Evo Morales, presiden sementara Bolivia Jeanine Añez mengumumkan rencananya untuk mengundang perusahaan multinasional ke Salar de Uyuni, dataran garam luas di Potosi, yang menyimpan lithium.

Sementara itu, Menlu Karen Longaric yang tergabung dalam rezim kudeta, sempat mecatat surat untuk Elon Musk pada 31 Maret lalu. Isi surat itu menyebutkan bahwa “perusahaan manapun yang dapat Anda berikan untuk negara kami akan disambut dengan full terima kasih.” (ra/rt/telesur)

READ  Musi Banyuasin Masuk 3 Besar The best Sensus Warga Online – Warta Batavia


CEO Tesla Mengklaim Ada di Balik Kudeta Bolivia – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *