d599c1ed-68fb-4468-a178-1a8e70d9b9be_16928129.jpeg

Cerita BIN Datangi Rumah Pengunggah Provokasi, Ternyata Masih Usia Anak

Diposting pada

Badan Intelijen Negara (BIN) aktif memantau media sosial untuk konten negatif. BIN pernah mengunjungi rumah seorang content loader yang provokatif yang ternyata adalah anak berkebutuhan khusus.

Cerita ini disiarkan Rabu (10/3/2021) oleh Deputi VII BIN, Wawan Hari Purwanto dalam webinar bertajuk “Menanggapi Perubahan UU ITE”. Wawan mengatakan BIN aktif berpatroli di media sosial selama 24 jam guna menciptakan stabilitas sosial politik di Indonesia.

“BIN senantiasa aktif berpatroli di dunia maya untuk menangkal konten negatif yang merugikan kepentingan publik dan menciptakan ketidakstabilan sosial politik di Indonesia,” kata Wawan dalam webinar yang disiarkan oleh akun Youtube PWI Pusat.

“Kami terus mengedepankan literasi publik dan memberikan wawasan yang berpotensi melanggar hukum, yang tidak mungkin terjadi,” lanjutnya.

Wawan juga menjelaskan bahwa alert yang dikirimkan ke pengguna media sosial tidak serta merta mengacu pada sanksi pidana. BIN, kata Wawan, dalam hal ini menggunakan metode yang mengedukasi pengguna media sosial.

“Kami sedang berpatroli memberikan banyak peringatan kepada pengguna. Bagi mereka yang keterlaluan, kami masih mengingat mereka. Dalam hal ini kita tidak serta merta mengacu pada sanksi pidana. Tapi lebih untuk mencerdaskan anak bangsa, ”ujarnya.

Baca Juga :  Innalillah! Gunakan Antigen Bekas, Manajer Kimia Farma Raup 30 Juta Per Hari

Ia menyinggung soal pemuat konten provokatif yang dikunjungi BIN. Ternyata pengupload konten provokatif ini adalah anak berkebutuhan khusus.

“Kami menemukan sejumlah narasi yang sangat berbahaya dan sangat bisa memicu kerusuhan, namun setelah kami lakukan penggeledahan dan mendatangi orang tersebut, ternyata mereka adalah anak-anak berkebutuhan khusus,” ujarnya.

Selain itu, BIN menyampaikan kondisi anak kepada orang tua melalui media sosial. BIN meminta anak tersebut menjadi mentor.

“Dan pada akhirnya kami berkata kepada orang tua: ‘Hadirin sekalian, saya minta maaf tentang ini, putra dan putri Anda seperti itu di media sosial. Dan itu menimbulkan kecemasan dan ada hukuman pidana, tetapi kami telah melihat sesuatu dan Cacatnya ada satu. Anak-anak, dan bapak putri tolong dibimbing, “kata Wawan. [detik.com]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *