presiden-jokowi-melakukan-pertemuan-dengan-amien-rais_169.jpeg

Cerita di Balik Pertemuan Jokowi-Amien Rais Versi Ngabalin

Diposting pada

Kepala Ahli Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin mengungkap cerita di balik layar pertemuan Amien Rais dan Presiden Joko Widodo soal terbunuhnya 6 tentara FPI.

Ngabalin mengatakan pertemuan dimulai dengan surat yang dikirim oleh Amien Rais dkk. Tim Pengawal Insiden Pembunuhan (TP3) mengirimkan surat kepada Jokowi untuk meminta pertemuan.

Ia mengaku lupa tanggal tepatnya surat itu. Namun, Ngabalin membenarkan bahwa surat tersebut telah diterima Istana pada akhir Februari lalu.

“TP3 menulis surat, mengirim surat ke pemerintah, ke presiden. Belum sampai sebulan lalu. Jadi mereka minta ketemu, ketemu presiden,” kata Ngabalin saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu. 10/3).

Ngabalin mengatakan pertemuan itu tidak boleh diadakan. Dia mengatakan, permintaan bertemu presiden harus diajukan tiga bulan sebelum rapat.

Namun, Jokowi sendiri mendapat permintaan untuk ditemui. Tak sampai sebulan, Jokowi membukakan pintu istana untuk Amien Rais dan kawan-kawan.

“Presiden yakin ya, karena berbagai macam hoax dan berita, penyebaran fitnah di mana-mana harus diantisipasi, diterima, hanya dibicarakan,” ujarnya.

Baca Juga :  AS Tarik Sebagian Pasukan dan Tiga Sistem Patriot dari Kawasan Teluk Persia

Ngabalin menjelaskan, hoax yang disorot Jokowi terkait dengan campur tangan pemerintah dalam kasus ini. Selain itu, TP3 juga menyampaikan niatnya untuk membawa kasus tersebut ke Mahkamah Internasional.

Dia mengatakan pemerintah sebenarnya tidak bermasalah dengan masalah tersebut. Namun, kerancuan itu ingin diakhiri Jokowi dengan membuka diri kepada Amien Rais dkk.

Pertemuan tersebut digelar pada Selasa (10/3). Pertemuan ditutup dengan protokol medis di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Amien Rais didampingi sejumlah tokoh, seperti Marwan Batubara dan Abdullah Hehamahua. Sementara itu, Jokowi didampingi Sekretaris Negara Pratikno dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD.

Jokowi sendiri menyambut tamu di pintu masuk. Ia mengundang Amien Rais dkk. duduk dan komunikasikan niat Anda.

Ngabalin menilai pertemuan ini sebagai bukti bahwa Jokowi merangkul semua kalangan. Ia mengatakan Jokowi tidak pernah melawan Amien Rais meski dalam posisi politik.

“Jokowi tidak berselisih dengan siapa pun. Cuma Amien Rais yang sakit. Macam-macam, presiden kecil, macam-macam,” kata Ngabalin.

“Ini pemerintahan yang demokratis. Kemarin presiden berulang kali mengatakan bahwa pemerintah sudah terbuka, memastikan TP3 tidak menimbulkan kecurigaan dan kecurigaan,” ujarnya. [cnnindonesia.com]

Baca Juga :  PBB Sambut Baik Dihapusnya Nama Ansharullah dari Daftar Terorisme

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *