Cerita Kholifah Bangkrut, Fakta Sejarah Khilafah Islamiyah

Khilafah-Bukan-Solusi.jpg
Views: 664
Read Time:3 Minute, 19 Second

Cerita Kholifah Bangkrut, Fakta Sejarah Khilafah Islamiyah

Khilafah Bukan Jalan keluar

Simpatisan eks HTI kerap mendengungkan Khilafah selaku Jalan keluar ummat. Termasuk kaitannya waktu ini dengan anjloknya rupiah, melambungnya harga barang / jasa serta tragedi New Zealand pun dibawa-bawa untuk membangkitkan ghirah dan heroisme Muslim awam agar mau berkoalisi dalam kubu mereka.

“Simpatisan eks HTI sungguh lucu-lucu. Rupiah anjlok, mereka bilang solusinya Khilafah. Apa mereka sangka di masa khilafah zaman ‘old’ itu tidak ada krisis ekonomi ?!

Baca juga : Mengenal Propaganda Khilafah yang Full Kebohongan

Apa di masa khilafah semuanya makmur ?!

Mimpi !!

Sebuah realita terkait fakta sejarah Khilafah Islam dimasa lalu, tidak semuanya baik.

Rakyat menderita pada masa Khalifah ke 22 Abbasiyah, Al-Mustakfi. Tidak ada makanan yang dapat mereka peroleh. Rakyat bertahan hidup dengan memakan apa saja, dari mulai rumput, sisa sampah, sampai anjing dan kucing liar. Harga roti dikabarkan enam kali lebih mahal. Bahkan sejumlah wanita terpaksa jadi kanibal memakan daging dan tubuh mayat. Keadaan darurat !! Bukan lagi sekadar krisis mata uang. Mau ente sekarang makan bangkai begituan ?!

READ  Teks Al-Qur’an Tetap, Terjemahannya Dapat Berganti - Aspiratif News

Jauh sebelumnya, Khalifah ke 13 Abbasiyah al-Mu’tazz berhasil buat negara bangkrut. Untuk bayar gaji Tentara dia tidak sanggup, maka dia minta ibunya keluarin duit. Akan tetapi ibunya Tidak mau dengan argumentasi tidak punya uang. Imam Suyuthi dlm kitabnya meragukan respon ibunya Khalifah ini. Ada laporan bahwa ibunya sungguh malas mengeluarkan 50 ribu dinar hasil korupsinya. Kegagalan al-Mu’tazz memenuhi permintaan angkatan bersenjata ini fatal. Ini membikin seluruh fraksi angkatan bersenjata (Turki, Faraghinah dan Magharibah) bersatu dan setuju menyingkirkan Khalifah yang telah bangkrut ini.

Baca juga : Membantah Propaganda Palsu Khilafah Mengenai hal Pajak

Tentara menyerbu masuk dan menyeret Khalifah al-Mu’tazz keluar istana. Seraya mereka memukuli Khalifah yang waktu itu masih berumur kisaran 24 tahun. Baju Khalifah koyak di sana-sini dan darah tampak di bajunya. Sang Khalifah dijemur di panas terik mentari. Tragis bukan ?!

Al-Mu’tazz lantas dipaksa untuk mecatat surat pegunduran dirinya. Dia tidak sanggup menuliskannya. Kemudian surat dituliskan dan dia dipaksa menandatanganinya. sesudah itu dia dimasukkan ke dalam kamar tanpa diberi makan dan minum selama 3 hari. Akhirnya al-Mu’tazz wafat.

READ  Ayik Heriansyah Mengenai hal Pasang Surut Hubungan FPI dan HTI

Kecuali itu, Ini daftar nasib tragis para khalifah Abbasiyah: Khalifah ke-18 al-Muqtadir (dipenggal kepalanya), Khalifah ke-19 al-Qahir (dicongkel matanya), Khalifah ke-20 ar-Radhi (wafat sakit), Khalifah ke-21 al-Muttaqi (dicongkel matanya), Khalifah ke-22 al-Mustakfi (dicongkel matanya)

Ini sebuah fakta menyedihkan yang terjadi di masa Khilafah. Jadi, ya biasa-biasa saja, dalam rentang waktu yang panjang ada kalanya kekhilafahan mendatangkan kemakmuran seperti di masa Khalifah Harun ar-Rasyid tapi ada juga periode dimana kemelaratan dan kemiskinan melanda kekhilafahan. Ini membuktikan bahwa baik Khilafah, Kerajaan, ke-Amir-an, Republik ataupun berbangsa bernegara itu sama saja.

Baca juga : PROPAGANDA SEMU KHILAFAH, MASYARAKAT DIHIMBAU WASPADA AGAR TIDAK TERTIPU

Masalahnya, eks HTI itu menyembunyikan fakta krisis dan kebangkrutan yg dialami khilafah zaman ‘old’, kemudian menyerbu Demokrasi dan Pemerintah RI seakan-akan Khilafah itu satu-satunya Jalan keluar untuk Rupiah yang tengah anjlok dan harga barangnya/jasa yang mahal. Malah, Khilafah zaman ‘old’ dulu pernah lebih parah lagi.

Modusnya eks HTI: menyerbu keadaan sekarang dengan cerita kejayaan Khilafah masa silam. Waktu ditunjukkan fakta sejarah bahwa Khilafah pun dulu juga bermasalah. Mereka menyembunyikan fakta sejarah dan ‘ngeles’ bahwa sejarah tidak dapat jadi sumber hukum. Lha terus kenapa ente duluan ngutip sejarah masa lalu ?! Jikalau telah terang sejarah tidak dapat jadi sumber hukum.

READ  [VIDEO] Jadi Target Serbuan Udara Saudi, Bocah Yaman Ini Cedera Parah - Aspiratif News

Masih juga berkoar-koar dengan “Khilafah mesti ditegakkan sebab itu ajaran Islam”. Baiklah, jikalau begitu kenapa Anda semua (HTI) tidak gabung saja dengan kubu pengusung Khilafah lainnya ( 1515, al Nusro, al Qaeda, Ikhwanul Muslimin, dsb ). Padahal Anda semua sama-sama berbendera Tauhid, sama-sama Muslim, sama-sama mengakui selaku Ahlulsunnah wal Jama’ah, sama-sama mengakui mempunyai pemahaman Islam yang Kaffah dan sama-sama memperjuangkan Khilafah ajaran Islam. Kira-kira apa respon mereka ya ?!

Baca juga : Langkah Antisipasi Kemajuan Ideologi Khilafah di Kampus

Artikel Oleh : Prof. Nadirsyah Hosen, LLM, MA (Hons), Ph.D

Kisah Kholifah Bangkrut, Fakta Sejarah Khilafah Islamiyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *