Cerita Korban dan Cerita Penyesalan Pelaku Aksi Terorisme Dapat jadi Penawar – Aspiratif News

Views: 19
Read Time:2 Minute, 36 Second

Cerita Korban dan Cerita Penyesalan Pelaku Aksi Terorisme Dapat jadi Penawar – Aspiratif News

Jakarta, Aspiratif News

 

Cerita duka pihak yang jadi korban kekejaman aksi teror dan cerita penyesalan pihak pelaku teror dipercaya dapat jadi senjata ampuh untuk mengeliminasi kemungkinan gerakan terorisme di masa yang akan Hadir.

 

Kepala BNPT Boy Rafli Amar secara spesial meminta pihak penyintas atau korban aksi terorisme untuk membantu pemerintah dalam menghalau intoleransi, radikalisme, dan terorisme. Sebab keterlibatan pihak korban dinilai amat penting, baik dalam pemberantasan terorisme di masa yang akan Hadir, dan sekaligus untuk menghilangkan trauma atas apa yang dialami.

 

“Pesan kami untuk rekan-rekan penyintas semua ialah terus menjaga antusias brothership dan antusias persatuan. Dengan antusias kebersamaan ini kita gelorakan agar sikap intoleransi maupun watak radikalisme yang keterlaluan itu dapat terkikis. Karena kita tidak ingin ada korban-korban dari aksi terorisme yang lainnya,” ujar Boy Rafli Amar, dalam acara Silaturahmi Bareng Para Penyintas Korban Terorisme Wilayah Jabodetabek, Bali dan Surabaya, Selasa (16/6).

 

READ  NU Care Selamatkan TKI Eti dari Hukuman Mati di Saudi

Secara spesial, Boy Rafli menerangkan perlunya menyampaikan pesan persatuan untuk pihak muda agar tidak terpengaruh pada iming-iming yang kerap disampaikan pihak teror. “Dan Kita berbarengan upayakan agar generasi-generasi muda Indonesia dapat terselamatkan dari kejahatan-kejahatan terorisme di masa yang akan Datang,” ucapnya.

 

Pesan Masalah perlunya menjaga pihak muda dari bujuk rayu gerakan radikalisme-terorisme amat penting ditunaikan. Sebab kejadian tersebut pernah dialami Nurshadrina Khaira Dhania waktu berumur 16 tahun yang tertarik Bergabung dengan ISIS pada tahun 2015, karena iming-iming keindahan hidup di bawah ISIS. Dania bahkan mengajak keluarganya hijrah ke Suriah dan hidup dalam lindungan ISIS.

 

“Waktu itu ada kegalauan anak muda, melihat korupsi dan ketidakadilan di Indonesia. Saya tertarik Bergabung ke Suriah karena dijanjikan kehidupan seperti jaman nabi, ada khilafah, ada Fasilitas gratis, dan lain-lain,” kata Dania (22) dalam talkshow “Peci dan Kopi’ 164 Channel beberapa hari lalu. 

 

Dania menceritakan, informasi yang dia ketahui didapatkan dari bagian sanak familinya dan lalu ditelusuri lebih detail di internet melalui platform di facebook, tumbler, dan twitter. Di internet tersebut keyakinannya pada ISIS makin mantap lantaran ia mendapati banyaknya pesan di internet yang menyokong ISIS kala itu.

 

READ  PCNU Jember Optimalkan Peran Lembaga sebagai Eksekutor Program - Aspiratif News

“Mereka menggambarkan khilafah akhir jaman Nabi, keutamaan berhijrah, pahala berhijrah, dan seterusnya. Kalaupun hijrah ini gagal, pasti dapat surga. Pokoknya dalil-dalil dan kondisi di sana seperti surga. Seperti sekolah yang gratis, dan kehidupan yang ukhuwah Islamiah,” lanjutnya.

 

Di waktu seperti ini, ia mengakui tidak memperdulikan bantahan keluarganya. Sebab ia menganggap keluarganya tidak mempunyai pengetahuan yang cukup Masalah agama dan khilafah Islam. “Saya gak dengerin orang tua karena saya anggap mereka gak tau apa-apa. Saya juga tidak croscek kebenaran (kampanye ISIS). Gak mungkin berdusta, karena mereka pakai dalil agama. Saya pikir begitu waktu itu,” kata Dania.

 

Barulah sesudah sampai di Suriah, ia mendapati kehidupan di Suriah tidak seperti yang dijanjikan dalam kampanye ISIS. “Ke-1 penting bagi anak muda untuk mempunyai tameng berupa dasar agama agar tidak tertipu bujuk rayu ISIS. Karena mereka pakai agama. Ke-2 wajib tabayyun, karena kita wajib check and re-check. Karena anak muda cenderung aktif dan kadang mencari pelarian di media sosial,” pungkasnya.

 

READ  Santri Keliling Afrika dengan Sepeda Berangkat Hari Ini - Warta Batavia

Editor: Ahmad Rozali

Cerita Korban dan Cerita Penyesalan Pelaku Aksi Terorisme Dapat jadi Penawar – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *