Cerita Sayyidina Ali RA dan Seorang Lansia Nasrani – Aspiratif News

Views: 28
Read Time:1 Minute, 45 Second

Cerita Sayyidina Ali RA dan Seorang Lansia Nasrani – Aspiratif News

Cerita ini dikutip dari Kitab Usfuriyah karya Syekh Muhammad bin Abu Bakar, halaman 3-4. Cerita ini diangkat berhubungan dengan hadits Rasulullah perihal kasih sayang Allah ke makhluk-Nya yang telah menginjak usia lanjut.

 

Suatu hari Sayyidina Ali RA bergegas ke masjid untuk mengejar shalat Subuh berjamaah. Di tengah perjalanan ia terhalang oleh seorang lansia yang berjalan begitu lamban. Sayyidina Ali RA tidak mendahuluinya karena memuliakan ketuaan dan uban pada orang lansia semata.


Sayyidina Ali RA tetap berjalan perlahan di belakang lansia tersebut sampai matahari nyaris terbit yang menandai habisnya waktu shalat Subuh. Tetapi betapa terkejutnya Sayyidina Ali RA tatkala lansia tersebut tidak masuk ke pekarangan masjid waktu di dekat pintu masjid. Di situ Sayyidina Ali RA tahu bahwa lansia tersebut beragama Nasrani.


Tatkala masuk masjid, Sayyidina Ali RA mendapati Nabi Saw tengah rukuk sehingga ia dapat mengejar rakaat Shubuh. Ternyata Rasulullah sudah melakukan rukuk selama 2 kali lamanya rukuk.

READ  Kota Ma’rib di Yaman Nyaris Jatuh ke Tangan Serdadu Ansarullah, Efek Domino akan Terjadi - Aspiratif News


“Wahai Rasulullah, engkau menambah durasi rukuk yang belum pernah kaulakukan sebelumnya,” tanya para sahabat sesudah shalat.


“Tatkala rukuk dan selesai membaca wiridku sebagaimana biasa, subhāna rabbiyal azhīm, saya hendak mengangkat kepala. Tetapi Jibril Datang dan menaruh sayapnya di atas punggungku yang membuatku lama dalam rukuk. Tatkala ia mengangkat sayapnya, baru kuangkat punggungku.”


“Kenapa sedemikian wahai Rasulullah?”


“Tidaklah saya menanyakan perihal itu.”


Jibril AS lalu Datang dan menceritakan ke Nabi Muhammad SAW bahwa Sayyidina Ali RA bergegas mengejar shalat berjamaah. Di tengah jalan ia mendapati seorang lansia. Ia sendiri tidak mengetahui bahwa lansia tersebut ialah Nasrani. Sayyidina Ali RA menghormatinya karena ketuaannya. Ia tidak mendahului orang tersebut. Ia memenuhi hak orang lansia.


“Allah mengutusku untuk menahanmu pada waktu rukuk agar Ali dapat ikut shalat Subuh. Ini tidak aneh. Yang paling aneh ialah Allah memrintahkan Mikail untuk menahan sejenak matahari dengan sayapnya untuk Ali,” bisik Jibril ke Nabi Muhammad SAW.

READ  Kemensos Tegaskan Tidak Tangani Simpatisan Terorisme dan ISIS


“Ini Ialah derajat atas penghormatan ke lansia meski ia beragama Nasrani,” kata Nabi Muhammad SAW.

*

Alhafiz Kurniawan,Redaktur Keislaman Aspiratif News

 

Cerita Sayyidina Ali RA dan Seorang Lansia Nasrani – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *