Cerita Sosiolog Tamrin Tomagola Liburkan Maha siswa UI yang Turut Demonstrasi Turunkan Soeharto

Cerita Sosiolog Tamrin Tomagola Liburkan Mahasiswa UI yang Ikut Demo Turunkan Soeharto

Aspitaif News -, Sosiolog dari Universitas Indonesia (UI), Tamrin Tomagola menceritakan bagaimana ia bersikap waktu unjuk rasa Mei 1998 pecah di Jakarta. Kala itu, Tamrin telah jadi guru besar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UI. 

Menurut lelaki kelahiran Galela, Halmahera Utara, Maluku Utara, 17 April 1947 itu, waktu itu dirinya membikin keputusan strategi spesial bagi mahasiswanya yang ingin melaksanakan demontrasi, yaitu dengan membebaskannya dari ujian tengah semester. 

“Waktu Reformasi 1998, saya bebaskan seluruh maha siswa peserta matakuliah Teori Pergantian Sosial di FISIP UI dari ujian Tengah Semester,” tulis Tamrin melalui akun twitter @tamrintomagola, Senin (23/9/2019).

baca juga:

Tidak cuma itu, Tamrin juga menjelaskan bahwa dia meluluskan mahasiswanya yang ikut unjuk rasa dengan nilai 7,0. Lebih radikal lagi, Tamrin bahkan menempel sebuah pengumuman di pintu masuk Fakultas bahwa hari itu tidak ada kuliah sampai Presiden Soeharto turun dari jabatannya. 

“Seluruh yang turun demonstrasi, saya luluskan dengan nilai 7.0 (tujuh). Saya juga tempel pengumuman di pintu masuk FISIP UI: TIDAK ADA KULIAH S/D SOEHARTO TURUN !,” kata Tamrin. 

Sebagaimana dimaklumi, waktu ini maha siswa dari bermacam kampus di sejumlah daerah turun ke jalan menuntut Pemerintah dan DPR untuk tidak mengesahkan sejumlah Rancangan Undang-Undang yang dianggap kontroversi. Beberapa hari belakangan ini, aksi di depan gedung Parlemen, Senayan terjadi. Bagian RUU yang mereka tolak yaitu RUU Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RUU KUHP). 


Cerita Sosiolog Tamrin Tomagola Liburkan Mahasiswa UI yang Ikut Demo Turunkan Soeharto

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *