Cerita Tobatnya Seorang Pembunuh, Diterima atau Ditolak? – Aspiratif News

Views: 16
Read Time:5 Minute, 41 Second

Cerita Tobatnya Seorang Pembunuh, Diterima atau Ditolak? – Aspiratif News

dikutip dari Tafsir Al-Qur’anil ‘Adhim, Ibnu Katsir Addimasyqi juz.4 hal. 57:

 

عن أبى سعيدا الحذرى رضي الله عنه قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: كَانَ فِيْمَنْ قَبْلَكُمْ رَجُلٌ فَتَلَ تِسْعَةً وَتِسْعِيْنَ نَفْسًا فَسَأَلَ عَنْ اَعْلَمِ اَهْلِ الْعِلْمِ فَدُلَّ عَلَى رَاهِبٍ فَاَتَاهُ فَقَالَ: اِنَّهُ قَتَلَ تِسْعَةً وَتِسْعِيْنَ نَفْسًا فَهَلْ لَهُ مِنْ تَوْبَةٍ ؟

فَقَالَ: لَا. فَقَتَلَهُ فَكَمَّلَ مِائَةً. ثُمَّ سَأَلَ عَنْ اَعْلَمِ اَهْلِ الْاَرْضِ فَدُلَّ عَلَى رَجُلٍ عَالِمٍ فَقَالَ لَهُ اِنَّهُ قَتَلَ مِائَةَ نَفْسٍ فَهَلْ لَهُ مِنْ تَوْبَةٍ ؟ فَقَالَ: نَعَمْ وَمَنْ يَحُوْلُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ التَّوْبَةِ اِنْطَلِقْ اِلَى اَرْضِ كَذَا وَكَذَا فَاِنَّ بِهَا اُنَاسًا يَعْبُدُونَ اللهَ تَعَالٰى فَاعْبُدِ اللهَ مَعَهُمْ وَلَا تَرْجِعْ اِلَى اَرْضِكَ فَإِنَّمَا اَرْضُ سُوْءٍ. فَانْطَلَقَ حَتَّى اِذَا نَصَفَ الطَّرِيْقَ اَتَاهُ الْمَوْتُ. فَاخْتَصَمَتْ فِيْهِ مَلَائِكَةُ الرَّحْمَةِ وَمَلآئِكَةُ الْعَذَابِ فَقَالَتْ مَلَائِكَةُ الرَّحْمَةِ جَاءَ تَائِبًا مُقْبِلًا بِقَلْبِهِ اِلَى اللهِ تَعَالٰى. وَقَالَتْ مَلَائِكَةُ الْعَذَابِ لَمْ يَعْمَلْ خَيْرًا قَطُّ فَاَتَاهُمْ مَلَكٌ فِي صُوْرَةٍ آدَمِىٍّ فَحَكَّمُوهُ بَيْنَهُمْ.

فَقَالَ قِيْسُوْا مَا بَيْنَ الْاَرْضَيْنِ فَاِلَى اَيَّتِهِمَا كَانَ اَدْنٰى فَهُوَ لَهُ. فَقَاسُوْا فَوَجَدُوْهُ اَدْنَى اِلَى الْاَرْضِ الَّتِيْ اَرَادَ فَقَبَضَتْهُ مَلَائِكَةُ الرَّحْمَةِ. (رواه الشيخان)


Dari Abi Sa’id Al-Hudri ra, telah bersabda Nabi Saw: Telah terjadi di kalangan penduduk sebelum engkau ada seorang laki-laki yang telah menghabisi 99 orang. Lalu dia menanyakan di manakah orang alim? Lalu ditunjukkan pada seorang Rahib, dia Datang untuk Rahib tersebut, lalu berkata: bahwa ia telah menghabisi 99 orang, “Apakah ia masih ada Kesempatan untuk diterima taubatnya?” Lalu Rahib menjawab: “Tidak ada”. Maka langsung dibunuh Rahib itu sehingga genap yang dibunuhnya 100 orang.

READ  Ini Detik-detik Menjelang Wafatnya Habib Mundzir bin Fuad Al-Musawa - Warta Batavia


Kemudian laki-laki itu menanyakan lagi, di manakah orang yang paling alim di atas bumi ini? Lalu berkata: “Sesungguhnya ia telah menghabisi 100 orang. Maka apakah masih ada Kesempatan untuk diterima taubatnya?” Orang alim itu menjawab: “Ada, dan tiada seorang pun yang dapat menghalangi untuk bertaubat. Sekarang pergilah ke kota itu sebab sesungguhnya di sana banyak orang-orang yang menyembah Allah Yang Maha Tinggi. Oleh karena itu, beribadahlah bersama-sama mereka dan engkau jangan kembali ke daerahmu lagi. Sebab daerahmu ialah daerah yang full dengan maksiat”.


Maka berangkatlah ia ke kota itu untuk beribadah. Tiba-tiba ditengah perjalanan ia mati!


Maka bertengkarlah Malaikat Rahmat dengan Malaikat Azab – untuk memperebutkan siapakah yang lebih berhak mengatasi nasib orang ini.


Lalu Malaikat Rahmat berkata: “Dia telah Datang untuk kami, untuk menghadap untuk Allah Yang Maha Tinggi”. Lalu Malaikat Azab berkata: “Dia tidak pernah berbuat kebaikan sama sekali”. Akhirnya ada malaikat yang Datang berupa manusia. Lalu ke-2 malaikat itu mengangkatnya sebagai hakim, kemudian malaikat yang terakhir ini berkata: “Sekarang ukurlah antara jarak yang sudah tempuh dengan jarak yang akan dituju, mana di antara 2 daerah itu yang lebih dekat?” lalu diukur dan nyata lebih dekat pada kota yang dituju, lalu diambil oleh Malaikat Rahmat.

READ  Warga Dusun Blang Gelar Open House di Musala Desa - Aspiratif News


Di dalam hadits lain diterangkan, bahwa tatkala ke-2 malaikat itu tengah mengukur jarak, Allah memerintahkan untuk bumi yang Ada diantara tempat itu dengan tempat yang dituju jadi lebih dekat, bedanya cuma 1 jengkal. (HR. Bukhari dan Muslim, Shahih Bukhari juz.6 hal.373 dan Shahih Muslim hadits no.2766)


Nabi Saw bersabda: Sesungguhnya orang mukmin bila melakukan dosa di hatinya diberi bintik hitam. Bila bertaubat dan mau meninggalkannya dan minta ampun untuk Allah (dan membaca istighfar) maka hatinya mengkilat lagi. Bila tidak bertaubat dan menambah celanya maka bertambah bintik hitamnya sehingga menutupi hatinya. Itulah yang diberi nama arran yang disebut oleh Allah dalam kitab suci-Nya.

كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوْبِهِمْ مَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ


Tidak seperti ini, tapi hati mereka telah kotor, lantaran apa yang mereka lakukan. (QS. Al-Muthaffifin: 14)


Dikisahkan, ada orang saleh tengah sakaratul maut. Dalam kondisi nazaknya (sekarat) orang ini kepayahan untuk mengucapkan syahadat. Selepas ia meninggal, ada seorang yang hidup bermimpi ketemu dengan laki-laki saleh yang mati tadi.

READ  Pasien Sembuh Covid-19 Naik Jadi 3.803, Perkara Positif Bertambah 490 Orang - Aspiratif News


Dalam mimpinya ia menanyakan untuk orang yang mati tadi, “Bagaimana kabarmu? Selama hidup, saya menilai engkau sebagai orang yang patuh dan baik dalam segala hal. Tetapi, mengapa engkau begitu susah bersyahadat tatkala sakaratul maut”.


Lalu dijawab, “Iya, Alhamdulillah. Selama hidup saya menjalaninya dengan baik, tapi ada 1 hal yang menyebabkan saya mengalami kondisi seperti itu. Ini lantaran profesiku sebagai pedagang. Tengah timbangan yang saya gunakan kian lama kian berdebu. Begitu berlanjut sampai debunya kian menumpuk. Saya tidak menyadari akan hal itu, karena hal tersebut sungguh tidak saya sengaja. Debu yang mengumpul sekian lama menyebabkan timbangan sudut milikku lebih berat sehingga hak pembeli tidak terpenuhi secara full. Hal itulah yang menghalangi syahadatku”. Nauzubillah.

 

KH Imam Syamsudin, Wakil Rais PCNU Kabupaten Sukabumi 

 

Cerita Tobatnya Seorang Pembunuh, Diterima atau Ditolak? – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *