gubernur-jawa-tengah-ganjar-pranowo_169.jpeg

Colekannya ke Anies Dianggap Beraroma Pilpres, Ganjar: Kejauhan!

Diposting pada
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo 169 Tembakannya ke Anies memikirkan aroma pemilihan presiden, Ganjar: Jauh!

Momen Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo “memukul” Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan disebut-sebut sarat dengan aroma Pilpres 2024. Ganjar pun menjawab bahwa analisis ini sama sekali bukan dialog spontan. Ketika Ganjar menjawab pertanyaan warga. ‘ pertanyaan.

“Tidak ada (soal pemilihan presiden) yang jauh,” kata Ganjar di kantornya usai bertemu dengan Duta Besar Ceko, Senin (19/4/2021).

Dijelaskannya, saat Ganjar menyerang Anies, itu dialog untuk menjawab pertanyaan tentang klub yang buka tapi tidak bisa pulang.

Ada yang bertanya: Pak Ganjar tidak boleh kembali ke klub. Di mana klub buka? Saya tunjuk yang ada di Semarang, lalu saya tunjuk Pak Hendi (Walikota Semarang). Jadi tim Satpol PP kita turun. , ditutup. “Oh, tidak di sini Pak, di Jakarta.” Kalau di Jakarta ya, kata Fadjroel laporkan ke Gubernur DKI, itu saja, ”jelasnya.

Mengenai hubungannya dengan Anies Baswedan, ia menegaskan bahwa dirinya baik-baik saja dan berkomunikasi satu sama lain. Dia mencontohkan, saat Anies datang ke Cilacap, Ganjar juga mendapat chat WhatsApp darinya.

Baca Juga :  Menko Luhut Bawa Kabar Gembira, Pemerintah Hemat Belanja Rp247,1 Triliun

Analisisnya masih jauh (tentang pemilihan presiden). Mas Anies datang ke Cilacap WA. Aku baik-baik. Mereka baik. Analisis jarak jauh. Wong cuman ngobrol spontan aja IG, ”ucapnya.

Sebagai informasi, penelitian ini diawali dengan sesi tanya jawab dengan seorang warga bernama Tika kepada Juru Bicara Staf Khusus / Kepresidenan IG, Fadjroel Rachman. Siaran langsung di media sosial dilakukan bersama Ganjar Pranowo. Tika di IG Live langsung bertanya. Ia membandingkan klub yang bisa mereka buka, meski ada larangan kembali ke kampung halamannya.

Seperti diungkapkan Ganjar, Tika mengatakan klub malam itu ada di Jakarta Barat dan Jakarta Selatan. Jadi Fadjroel mencontohkan, ini adalah kewenangan Gubernur DKI Jakarta.

“Nama teman saya Pak Anies. Saya tidak akan suruh dia bersih-bersih,” jawab Ganjar saat itu.

Ganjar lalu mencontohkan klub malam yang melanggar aturan dan langsung ditutup. Di akhir tanggapannya, Ganjar bercanda bahwa tim Pemprov Jateng sebaiknya atau tidak boleh ke Jakarta untuk menutup kegiatan hiburan malam.

“Jadi lapor begini, lapor, ini kecelakaan, misalnya kamu sudah ada di Semarang sekarang. Klub yang kamu kenal itu yang mencatat, mencatat lalu tidak memakai topeng, melompat-lompat seperti itu. Langsung dikirim. Di DM, ke IG saya, ke Facebook saya. Saya langsung bilang, Satpol PP datang hari ini, tutup besok pagi. Saya langsung tutup, tidak ada yang peduli. Jadi begitu, berikan kepada saya, atau ini … saya akan kirim tim dari Jawa Tengah, untuk meliput di Jakarta yang tidak bisa, ”kata Ganjar Pranowo sambil tertawa.

Baca Juga :  Sri Mulyani Blak-blakan soal Pendirian SWF, Ternyata Ini Tujuannya

Soal pemukulan, Golkar DKI merasakan persaingan calon presiden pada Pilpres 2024 saat melanda Ganjar.

“Ini perebutan calon presiden tahun 2024. Saya juga kaget mendengarnya. Tidak mungkin Pak Anies membuka klub malam, apalagi di bulan Ramadhan,” kata Basri Baco, Ketua Fraksi Golkar di DPRD. Jakarta kepada wartawan, Minggu (18/4/2021).

“Saya lihat lebih banyak lelucon di depan capres 2024, he-he-he, tapi masih lama. Masih terlalu dini,” jelasnya.

Pendiri detektif KedaiKOPI, Hendri Satrio, merasa wajar jika ada yang mengartikannya sebagai siasat calon presiden karena sama-sama masuk dalam pasar calon presiden 2024.

“Karena sama-sama calon presiden, wajar saja kalau mereka diincar atau diartikan sebagai manuver calon presiden,” kata Hendri Satrio kepada wartawan, Minggu (18/4). [detik.com]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *