RZq-696x391.jpg

Dakwah Rizieq Shihab Tidak Seperti Dakwah Nabi Muhammad

Diposting pada
Ilustrasi

Habib Rizieq Shihab (HRS) mengaku sebagai keturunan Nabi. HRS bangga menyandang status “habib”. Tetapi saya bertanya-tanya: mengapa sikap HRS tidak meniru sikap Nabi? Bukankah Nabi teguh dan santun dalam menghadapi masalah? Nabi benar-benar menjadi teladan bagi umatnya, baik yang beriman maupun non-mukmin. Nabi berdakwah di hadapan umatnya dengan cara yang bersahabat. Saya tidak bisa berhenti berpikir, mengapa HRS tidak seramah Nabi dalam berdakwah?

Nabi pernah melukai molar dengan melemparkan batu dari orang-orang Quraish kafir. Nabi tidak marah, dia bahkan tidak mengutuk mereka. Sebaliknya, Nabi mendoakan mereka untuk petunjuk (petunjuk). Namun hingga saat ini saya belum mendengar HRS sesabar Nabi. HRS seringkali sangat menginginkan orang lain. Salah satu yang didoakan adalah Presiden Jokowi.

Karena mereka sangat tidak senang dengan dakwah Nabi, orang Mekah mengusirnya dari tanah airnya, Mekah. Makanya, Nabi terpaksa pindah ke Madinah. Sesampainya di kota Juhfah, kota yang terletak diantara Mekah dan Madinah, Nabi melihat ke bawah jalan menuju Mekah. Keinginan untuk pulang kampung tidak bisa dibendung.

Baca Juga :  [Video]: Dua Rudal Balistik Iran Meledak Dekat Kapal Induk AS di Samudera Hindia

Nabi merasa bahwa mencintai tanah air adalah bagian dari hukum Islam. Nabi berharap untuk kembali ke Mekah. Nabi terus berdoa untuk Mekah. Kemudian, doanya terkabul, Mekah menjadi kota peradaban. Sayangnya, kecintaan Nabi pada tanah air tidak dipelajari oleh HRS. HRS memiliki sikap yang berlawanan dengan negara Indonesia. Ketika HRS sampai di Indonesia tidak membawa manfaat, malah membawa kemacetan. HRS sering bernyanyi tentang jatuhnya presiden.

Perang pecah pada masa Nabi. Beberapa ayat Alquran menggambarkannya. Penting untuk diperhatikan bahwa Nabi berperang bukanlah solusi dalam berdakwah. Nabi bertempur seperti benteng untuk menyelamatkan dirinya dari serangan musuh. Pada kenyataannya Nabi tidak mau berperang.

Anehnya, HRS dan kelompoknya berperang. Mereka berjuang dengan mengorganisir demonstrasi untuk memprovokasi massa. Orang-orang dicuci otaknya sehingga mereka bisa membenci pemerintah. Memang Islam mengajarkan ketaatan dan ketaatan kepada pemerintah. Memang Islam tidak melarang pemeluknya melakukan kebaikan dan keadilan dengan orang yang tidak mencampuri.

Sikap baik Nabi dalam berdakwah ternyata mampu menarik perhatian para kafir Quraisy untuk memeluk Islam. Salah satu yang tertarik dengan dakwahnya adalah teman Umar Ibn Khaththab. Awalnya Umar dengan tegas menolak, bahkan ingin membunuh Nabi. Umar sangat menentang dakwah Nabi. Namun Nabi menanggapi dengan sikap yang baik, sehingga hati Umar terbuka dan akhirnya ia menjadi pejuang Islam sejati.

Baca Juga :  Menhub Minta KNKT Investigasi Kecelakaan Maut Bus Pariwisata di Sumedang

Nabi tidak suka melihat kekerasan dalam berdakwah. Kekerasan ini tidak sejalan dengan hakikat dakwah yang artinya mengundang. Mengundang hal yang benar hendaknya dilakukan dengan lembut agar hati orang yang diundang berdebar kencang. Memang tindakan kekerasan itu bertentangan dengan semangat perdamaian Islam.

Nabi bersabda bahwa tindak kekerasan biasanya dilakukan oleh orang yang mengaji ayat-ayat Alquran sampai ke tenggorokannya. Artinya, orang ini tidak mampu menyerap esensi Alquran. Isi Alquran tidak terlepas dari pentingnya menjaga keadilan, perdamaian dan terbuka terhadap perbedaan. Siapapun yang membaca Alquran tetapi berpikiran tertutup pasti akan dimintai keterangan.

Kesimpulannya, HRS, terlepas dari apakah keturunan Nabi atau bukan, harus meniru dakwah Nabi. Posisi HRS mengaburkan banyak habaib. Kenapa Habib harus bisa berdakwah dengan cinta. Jika terlalu jauh meniru Nabi, tirulah dakwah Habib Quraish Shihab, Habib Luthfi, dan banyak habib lainnya. Habaib adalah dakwah dengan cinta, sehingga apa yang diteruskan ke dalam hati.[] Shallah ala Muhammad.

Khalilullah

Sumber: https://harakatuna.com/dakwah-habib-rizieq- tidak-seperti-dakwah-Nabi-muhammad.html?

(Warta Batavia)

Baca Juga :  Gibran Temui Ganjar di Semarang Hari ini, Bahas Apa?

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *