Nisfu-syaban-696x391.jpg

Dalil Kuat Terbaru Amaliyah Nisfu Sya’ban

Diposting pada

Amaliyah Nisfu Sya’ban kerap dituding sesat dan lemah dalam berdiskusi. Padahal dalil amaliyah sangat kuat yaitu QSFathir ayat 10 dan hadits Nabi Muhammad SAW tentang perlunya shalat pada malam Nisfu Sya’ban (HRad-Dailamy) dan diampuni atas dosa-dosa hamba Allah pada malam hari. (HR Ahmad dari Abdullah bin Umar ra).

Mengenai kebutuhan shalat pada malam Nisfu Sya’ban, Nabi Muhammad bersabda:

خمس ليال لا ترد فيها دعوة: اول ليلة من رجب وليلة النصف من شعبان وليلة الجمعة و ليلتا العيدين

Ada 5 malam sholat tidak ditolak (pada malam-malam ini), yaitu: malam pertama bulan Rajab, malam Nisfu Sya’ban, malam Jumat dan dua malam Idul Fitri (malam Idul Fitri). al-Fitr dan Idul Adha). (HR ad-Dailamy dari Abu Umamah ra).

Kemudian Nabi (saw) juga menjelaskan keistimewaan lain dari malam Nisfu Sya’ban, yaitu malam pengampunan dosa. Dia berkata:

يطلع الله عز و جل الى خلقه ليلة النصف من شعبان فيغفر لعباده الا اثنين: مشاحن وقاتل نفس

“ALLAH Azza wa Jalla akan melihat makhluk-Nya (hamba) pada malam Nisfu Sya’ban. Kemudian dia akan mengampuni dosa hamba-Nya, kecuali dua orang: mereka yang suka menyebarkan fitnah (termasuk provokasi dan berita palsu) dan orang-orang yang mereka bunuh jiwanya (HR. Ahmad oleh Abdullah bin Umar ra).

Baca Juga :  Syarat Alumni Kartu Prakerja Dapat Modal Usaha hingga Rp 10 Juta

Jadi sebenarnya Nisfu Sya’ban amaliyah berupa pembacaan 3x Yaasiin, shalat mutlaq sunnah atau sholat sunnah itu sendiri sebenarnya merupakan upaya agar sholat yang diucapkan pada malam Nisfu Sya’ban yang efektif dapat dicabut pada saat itu juga. publik. hari sayap puasa ALLAH Ta ‘(QSFathir: 10). Dijelaskan dalam kata-katanya:

اليه يصعد الكلم الطيب والعمل الصالح يرفعه

“Kata-kata kebaikan dan perbuatan baik pergi untuk dia yang membesarkannya”.

Dalam Tafsir juz III Ibn Kathir hal 548-549 dijelaskan bahwa ungkapan yang baik menurut Ibnu Abbas ra adalah dzikrullah (termasuk shalat dan pengajian). Ia juga diperankan oleh Mujahid, Abul ‘Aliyyah,’ Ikrimah, Ibrahim an-Nakha’i adh-Dhohak, as-Sidi, Rabi ‘bin Anas, Syahr bin Husyab dan Iyas bin Mu’awiyah al-Qadhi yang sebaliknya akan melakukannya baiklah., maka kalimat yang baik itu tidak akan dibawa ke surga. Sehubungan dengan hal ini, al-Hasan dan Qotada berkata: “Tidak ada kalimat baik yang akan diterima kecuali untuk tindakan yang bajik.”

Jelas dalil Nisfu Sya’ban amaliyah sangat kuat, tidak lemah seperti yang dikemukakan oleh kelompok Salafi Wahhabi dan sejenisnya.

Baca Juga :  Sekjen-Dirjen Kemensos Akui Terima Sepeda Brompton!

Yaasiin dipilih sebagai surat untuk dibaca, karena keistimewaan Yaasiin sendiri sebagai inti dari Alquran (HR. Abu Dawud, an-Nasa’i dan Ibn Hibban). Selanjutnya membaca Yaasiin 1x setara dengan menghafal Alquran 10 kali (HRat-Tirmidzy dan Ad-Darimy).

Sedangkan shalat mutlaq pada malam Nisfu Sya’ban tidak ada batasannya. Sebagaimana diketahui, sholat sunnah mutlaq dapat dilakukan kapan saja kecuali pada waktu-waktu terlarang (dari Ba’da Shubuh hingga syruq (matahari bersinar), sebelum tengah hari saat matahari tepat berada di atas kepala (11.30 sampai masuk zuhur).) Dan Ba ‘da Ashar sampai matahari terbenam atau waktu Maghrib).

Selain itu, shalat sunah tasbih bermanfaat dalam menghilangkan dosa, karena pada malam istimewa ini ALLAH akan mengampuni dosa hamba-Nya (HR Ahmad). Maka dianjurkan agar umat Nabi berdoa setiap malam, seminggu sekali, atau sebulan sekali, atau setahun sekali (tepatnya malam Nisfu Sya’ban) atau sekali seumur hidup (HRAbu Dawud dan At- Thabrany).

KH Cep Herry Syarifuddin, Wali Pesantren Sabilurrahim Mekarsari Cileungsi Bogor

Sumber: https://www.facebook.com/100005439434530/posts/1577416392449660/

Baca Juga :  Kunjungi Markas FPI, Staf Kedubes Jerman Dipulangkan dan Dilarang Kembali ke Indonesia

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *