Connect with us

Edukasi

Dampak Minum Kopi Bagi Kesehatan Tubuh

Published

on

PANDEGLANG, ASPIRATIF.com – Konsumsi kopi banyak dimanfaatkan untuk produksi energi. Tetapi ada lima kondisi kesehatan yang tak disarankan ahli untuk minum kopi. Simak dengan cermat!

Kopi banyak diminum untuk membangkitkan energi dengan singkat. Biasanya kopi akan dipilih untuk diminum saat pagi hari atau teman bersantai saat sore setelah lelah beraktivitas.

Tetapi kandungan kafein yang ada di dalam kopi membuatnya dapat memberikan efek samping. Terutama pada beberapa kondisi yang dianggap oleh ahli terlalu berisiko jika mengonsumsi kopi.

Hal tersebut lantaran kandungan secangkir kopi dan berbagai bahan tambahan lain yang dapat memengaruhi fungsi tubuh. Mulai dari kesehatan pencernaan atau yang paling parah dapat mengancam nyawa.

Advertisement

Berikut ini 5 kondisi yang berdampak untuk minum kopi menurut Yahoo! Life:

1. Sindrom Iritasi Usus
Penderita sindrom iritasi usus sangat sensitif mengonsumsi beberapa makanan dan minuman. Termasuk ketika ingin memasukkan kopi ke dalam menu diet atau rutinitas sehari-hari.

Angel Planells selaku ahli gizi menyebutkan efek samping ini disebabkan oleh kandungan kafein pada segelas kopi. Kafein dapat memicu iritasi usus menjadi lebih parah dan akan sangat mengganggu.

“Kafein dapat menyebabkan peningkatan gerak usus besar, termasuk beberapa gejala dan efeknya seperti diare dan iritasi usus yang lebih parah,” kata Plannells.

2. Gangguan Saluran Kemih
Walaupun memiliki antioksidan dan beberapa nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh, tetapi kopi tetap memiliki efek samping. Minum kopi tidak disarankan bagi orang yang menderita gangguan saluran kemih.

Advertisement

Selain membantu memproduksi energi, kopi memiliki sifat diuretik ketika dikonsumsi. Efeknya penikmat kopi akan lebih sering buang air kecil ke kamar mandi setelah menghabiskan secangkir kopi.

See also  Pagi Hari Waktu Terbaik untuk Olahraga Bakar Lemak

Sue Heikkinen selaku ahli gizi terdaftar pada MyNetDiary bahkan tidak merekomendasikan minum kopi sebelum melakukan perjalanan panjang. Terutama bagi penderita gangguan saluran kemih, frekuensi buang air kecil yang meningkat akan sangat mengganggu.

3. Penderita Aritmia
Sebuah penelitian yang dipublikasi pada American Journal of Clinical Nutrition memaparkan efek samping kopi pada tekanan darah dan kesehatan jantung. Kopi dapat menyebabkan lonjakan tekanan darah dalam waktu singkat.
Ketika dikonsumsi terlalu sering, kopi dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. Dampaknya akan terjadi gangguan fungsi jantung yang harus bekerja lebih keras memompa darah ke seluruh tubuh.

“Kafein pada kopi dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah dan ini penting untuk diwaspadai pada gejala gangguan kesehatan jantung. Mereka dengan keluhan aritmia dan gangguan jantung lainnya harus berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu,” kata Kellie McGrain selaku ahli gizi Lose It!

4. Ibu Hamil
Bagi ibu hamil sebenarnya tak ada penelitian khusus atau pernyataan yang melarang konsumsi kopi sepenuhnya. Ibu hamil masih diperbolehkan untuk konsumsi kopi dengan batas aman 200 miligram kafein dalam sehari.

Advertisement

Kafein yang dikonsumsi berlebihan dapat menyebabkan beberapa kondisi yang membahayakan bagi ibu maupun janin. Ancaman keguguran, lahir prematur, hingga bayi lahir dengan berat badan kurang dapat terjadi karena konsumsi kopi.

“Bagaimana pun, penelitian pada 2020 yang dipublikasi pada British Journal of Medicine menyebut ada batas aman konsumsi kafein pada ibu hamil. Secara khusus, ibu hamil juga wajib berkonsultasi pada dokter mereka,” ujar Heikkinen.

5. Ibu Menyusui
Tidak hanya berisiko ketika hamil, minum kopi juga berdampak buruk pada ibu menyusui. Bukan memengaruhi kualitas ASI tetapi lebih berdampak pada kesehatan tubuh ibunya yang harus tetap sehat selama menyusui.

See also  Badan Bahasa Siapkan Rp 175 M untuk Cetak Buku Tingkatkan Literasi Anak Indonesia

Peringatan untuk menghindari konsumsi kopi pada ibu hamil juga dijelaskan oleh American Pregnancy Association. Efek stimulan dan diuretik dari secangkir kopi dikhawatirkan akan mengganggu produksi ASI.

“Kafein merupakan stimulan dan diuretik yang dikhawatirkan dapat menyebabkan risiko dehidrasi pada ibu hamil,” kata Planell.

Advertisement

Source: Detikfood

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *