dari Berdagang Sampai Mengimami Jumatan Bung Karno di Istiqlal – Aspiratif News

Mu`allim Radjiun: dari Berdagang Sampai Mengimami Jumatan Bung Karno di Istiqlal
Views: 1384
Read Time:2 Minute, 27 Second

dari Berdagang Sampai Mengimami Jumatan Bung Karno di Istiqlal – Aspiratif News

sesudah belasan tahun di Makkah, Mu`allim Radjiun kembali ke tanah air dan berkoalisi dengan beberapa temen serta juniornya di Jam`iyatul Qurro wal Huffazh, organisasi NU yang menaungi para qari dan penghafal al-Qur`an. Mereka ialah KH Tb Mansur Ma`mun, KH Shaleh Ma`mun Serang, Banten, KH Abdul Hanan Said, dan KH Abdul Aziz Muslim. Ia juga aktif di NU (Nahdlatul Ulama).


Ia juga bersahabat karib dengan KH Abdullah Syafi`i (pendiri pergururuan Asy-Syafi`iyyah), Bali Matraman, dan KH Thahir Rohili (pendiri perguruan Ath-Thahiriyah) Bukit Duri Kampung Melayu. Karir Muallim Radjiun di birokrasi sempat mencapai Penasihat Ahli Bidang Agama Menteri Inti Bidang Kesra RI yang saat itu dijabat oleh Dr KH Idham Cholid.


Mu`allim Radjiun juga mempunyai jiwa kewirausahaan yang kuat. Kalau dirunut, ia mempunyai darah anak cucu petani dan pedagang kembang di Rawa Belong, Jakarta Barat. Akan tetapi usaha jual dan beli kuda yang basis peternakannya di Sumbawa, NTB jadi pilihannya.

READ  Dikabarkan GP Ansor, Pesantren Lirboyo Juga Tidak mau Brothers Fest 2019 yang Disangka Undang Eks HTI


Seraya berdagang, Muallim Radjiun juga bertabligh sampai ke wilayah Waingapu, NTT yang pengaruhnya masih terasa di sana sampai sekarang. Aktivitas tablighnya juga dikerjakan di Jakarta sampai ke Kepulauan Seribu.


Kecuali bertabligh, ia juga mengajar di Masjid Al-Makmur, Tanah Abang dan di daerah Pekojan, Jakarta Barat. Ia Ada di Pekojan ini sebab ia beristri seorang syarifah (wanita terhormat anak cucu Arab) dari Pekojan yang bernama Chadidjah, walau tidak dikaruniai anak cucu. Karenanya, nama kampung tersebut melekat pada namanya, Pekojan: Muallim Muhammad Radjiun Pekojan.


Ia memperoleh anak cucu saat nikah dengan R Hj Siti Maryam yang salah seorang anaknya meneruskan kiprah keulamaannya, yaitu KH Abdurrahim Radjiun yang juga mengaji kepadanya.


Kealiman dan penguasan Muallim Radjiun kepada kitab kuning dikenal luas oleh warga Betawi. KH. Zainuddin MZ dan Mu`allim KH. Syafi`i Hadzami menyebut Muallim Radjiun dengan ”guru saya” (Penting pemeriksaan lebih detail atas pernyataan ini).


Ia juga dikenal selaku ulama yang tawaddu` sebagaimana yang diungkapkan oleh almarhum KH Saifuddin Amsir dan juga oleh Dr. Habib Sechan Shahab, salah seorang muridnya yang pernah mengaji Kitab Tafsir Jalalain kepadanya.

READ  Jerman Larang dan Tangkapi Para Terduga Anggota Hizbullah, Israel Bersorak - Aspiratif News

 

 

Relasinya yang kuat dengan bermacam pihak di Timur Tengah juga memberikan manfaat untuk putra-putra the best Betawi yang ingin memperdalam ilmu di Timur Tengah. Bagian dari mereka ialah Ketum MUI Bekasi KH Amin Noer Lc, bagian putra KH Noer Alie. Mu`allim Radjiun membantunya untuk dapat kuliah di Mesir.


Muallim Radjiun juga tercatat selaku ulama Betawi yang duduk selaku member Konstituante dan memperoleh kepercayaan untuk jadi Imam Shalat Jum`at ke-1 di Masjid Istiqlal berbarengan Presiden RI Bung Karno.


Muallim Muhammad Radjiun Pekojan wafat pada  13 Juni 1982. Ia dimakamkan di pemakaman Karet, Jakarta Pusat, berdekatan dengan makam ayahnya, H Abdurrahim dan kakeknya H Nafi. Tidak jauh dari makamnya juga dikuburkan istri Soekarno, almarhumah Ibu Fatmawati.


Penulis: Rakhmad Zailani Kiki

Editor: Alhafiz Kurniawan

dari Berdagang Sampai Mengimami Jumatan Bung Karno di Istiqlal – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *