Demi-Keselamatan-Satgas-Diminta-Tutup-Sementara-Masjid-yang-Larang-Warga-Bermasker.jpg

Demi Keselamatan, Satgas Diminta Tutup Sementara Masjid yang Larang Warga Bermasker

Diposting pada
Untuk alasan keamanan, satgas diminta untuk menutup sementara masjid yang melarang penghuni bertopeng dengan alasan keamanan, satgas diminta untuk menutup sementara masjid yang melarang penghuni bertopeng.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan, Dott.ssa Siti Nadia Tarmizi. Foto: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Pengurus Masjid Al Amanah, Medan Satria, Kota Bekasi, memprovokasi masyarakat dengan mengusir warga yang memakai masker. Terkait hal tersebut, Kementerian Kesehatan telah meminta satuan tugas wilayah untuk COVID-19 lebih tegas.

Satuan tugas ini perlu dipecat dan dimatikan untuk sementara waktu demi alasan keamanan bersamaJuru bicara Kementerian Kesehatan mengatakan, situs Nadia Tarmidzi di Kumparan, Senin (3/5).

Sebab, menurut Nadia, ruangan tertutup, mulai dari perkantoran hingga masjid, berpotensi menjadi lokasi penyiaran mahkota. Protokol kesehatan seperti memakai masker dan menjaga jarak perlu diperkuat.

Kelompok Tarawih adalah contohnya. Dan perlu diingat bahwa ada varian baru virus COVID-19. Jadi kita harus waspada, “Dia berkata.

Tonton videonya di sini

Kelompok tarawih yang dimaksud Nadia berada di Banyumas, Jawa Tengah. 52 orang dinyatakan positif mahkota, yang dikontrak oleh jemaat.

Tentunya hal ini harus terus dipantau. Ventilasi masjid juga harus dijaga dan rutin disemprot dengan disinfektan.

Saat ini pengelolaan masjid Al Amanah dan warga bertopeng berjalan damai. Polisi bertindak sebagai mediator.

Baca Juga :  Pesawat Tempur Asing Melintasi Natuna, Ini Penampakannya

Kapolres Medan, Kompol Agus Rahmat, mengatakan ini bukan kali pertama terjadi. Ada perbaikan dalam pengelolaan masjid. Namun, ternyata kejadian serupa kembali terulang.

Saat itu ada perubahan, kemarin ada kecelakaan, saya juga kaget dan saat itu saya langsung dimarahi dia.Kata Agus saat dihubungi.

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *