Denny Siregar dan Benih Radikalisme dalam Tubuh Telkomsel – Aspiratif News

Views: 1440
Read Time:2 Minute, 59 Second

Denny Siregar dan Benih Radikalisme dalam Tubuh Telkomsel – Aspiratif News

foto Denny Siregar. Sumber foto: CNN Indonesia

Aspiratif News—Terpublikasinya identitas pribadi Denny Siregar yang dipakai untuk registrasi kartu perdana—seharusnya dijaga ketat oleh pihak telkomsel sendiri—telah membikin publik kuatir. Apakah data pribadi nasabah lainnya juga akan atau telah dipakai oleh pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab? Apa yang menimpa Denny dikhawatirkan juga menimpa mereka. Ketidakmampuan telkomsel untuk menjaga data pribadi konsumennya telah menggerus integritas telkomsel itu sendiri, apapun motifnya.

Kenapa telkomsel membiarkan identitas pribadi Denny bocor ke publik? Setau saya, Denny ialah seorang seleb medsos yang semua postingannya memperoleh respon yang begitu luas. 1 postingan Denny di facebook misalnya dapat direspon oleh ribuan pengguna medsos lainnya. Gagasan-idenya sedikit banyak terbilang berpengaruh. Khususnya waktu dia secara getol Tidak mau kehadiran kelompok-kelompok ekstrem di negeri ini.

Denny pernah mengkritisi kiprah organisasi terlarang HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) yang menurutnya banyak menyusupi institusi-institusi pemerintah, termasuk juga angkatan bersenjata. Menurut Denny, HTI telah menyisipkan ideologinya di antara personil angkatan bersenjata RI. Waktu pemerintah Jokowi memutuskan untuk membubarkan HTI dan merilis organisasi itu sebagai ilegal, Denny ialah bagian penyokong Intinya. Denny punya peran untuk meyakinkan para followernya bahwa HTI ialah organisasi berbahaya dan pemerintah telah menempuh jalan yang benar.

Tentu saja, orang-orang eks-HTI yang terdesak dan Waktu ini kehilangan bendera itu tidak suka Denny dan mencari cara untuk menghancur-leburkan integritas serta menerornya. Bocornya identitas “rahasia” Denny ke publik ada kaitannya dengan balas dendam dan usaha teror tersebut.

Kedekatan Telkom dengan HTI

Kecurigaan bahwa Telkom telah berkontribusi dalam proses tumbuh kembangnya HTI di Indonesia telah muncul semenjak tahun lalu, semenjak spanduk kajian islam yang diisi oleh Felix Siauw terpampang di Gedung Telkomsel.

Seperti yang kita tahu, Felix Siauw ialah seorang figur publik HTI. Dalam Tanya Jawab dan ceramah-ceramahnya ia rajin mengumandangkan perlunya pembentukan khilafah di Indonesia dan tidak mengakui Pancasila sebagai dasar negara.

Waktu itu, tagar #TelkomProRadikalis berdengung keras. Sebagian memutuskan langganan dengan IndiHome, penyedia jasa internet milik telkom. Ini cara mereka memprotes langkah Telkom yang terus mengundang ulama-ulama radikal untuk mengisi ceramah di Masjid Al-Muta’arof, di Menara Multimedia Telkom, Jakarta.

Telkom sebagai bagian BUMN yang 52,09% sahamnya dipunyai oleh pemerintah malah mengundang para pendakwah HTI yang telah dicegah oleh pemerintah. Seharusnya, langkah-langkah yang ditempuh telkom wajib seirama dengan pemerintah dan bergerak di bawah payung hukum dan konstitusi NKRI.

walaupun tidak cuma mendatangkan Felix Siauw, sejumlah penceramah lain yang diundang oleh telkom termasuk sebagai para penceramah garis keras. Menyebut saja Tengku Zulkarnain, Haikal Hassan, dan Weemar Aditya.

Di Telkom ada perkumpulan bernama Majlis Taklim Telkom (MTT). melansir Seword, MTT diketuai oleh Wawan Budi Setiawan. menurut hasil munas, Wawan ialah Ketum MTT periode 2017-2020. rekam jejak medsos Wawan memperlihatkan bahwa dirinya ialah figur publik Islam garis keras dan sekaligus penyokong HTI.

Kedekatan yang terjalin erat antara HTI dengan telkom ialah argumentasi dibalik mudahnya data pribadi Denny Siregar yang terekam oleh Telkom tersebar di publik. Sekali lagi, telkom seharusnya menjaga ketat data pribadi nasabahnya. Kebocoran data seperti yang dialami oleh Denny sugguh ialah tindakan yang tidak profesional dan seharusnya tidak terjadi. Tapi, ada problem yang lebih serius dari itu, yaitu problem radikalisme yang bersarang dalam tubuh telkom. (HA/Aspiratif News)


Denny Siregar dan Benih Radikalisme dalam Tubuh Telkomsel – Aspiratif News

READ  ujung tertinggi Hari Santri 22 Oktober Akan “Banjir” Shalawat Nariyah 1 Miliar - Warta Batavia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *