Munarmana.jpg

Denny Siregar: FPI Organisasi Teroris (1)

Diposting pada

Bagian 1: MUNARMAN

Pasca tahun 1998, pasca reformasi, sebuah ormas bernama Front Pembela Islam yang dipimpin oleh Rizieq Shihab berkembang pesat.

Bisa dikatakan FPI dimanfaatkan oleh berbagai kepentingan yang berani membayar mereka, mulai dari aparat keamanan hingga pengusaha kulit hitam. Mereka dapat beroperasi dengan mudah karena mereka mengenakan pakaian agama, meskipun metode yang mereka gunakan tidak berbeda dengan organisasi kriminal. FPI dengan cepat melebarkan sayapnya ke berbagai daerah dan nama Rizieq Shihab pun melambung ke permukaan.

Munarman, pengacara yang berkarakter kuat, melihat perkembangan FPI sebagai peluang. Ia pergi ke sana dan mulai berteman dengan pemimpin FPI itu sendiri, yakni Rizieq Shihab. Rizieq melihat Munarman memiliki kemampuan untuk mengatur dirinya sendiri, sehingga Munarman memiliki kepercayaan diri untuk menjadi anggota FPI.

FPI awalnya adalah organisasi Islam dengan mazhab Ahlsunnah Wal Jamaah. Dalam prakteknya mereka lebih seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa. Namun, Munarman menilai situasi tersebut kurang menguntungkan. Kemudian, dengan jaringan internasionalnya, Munarman mengaitkan FPI dengan organisasi teroris yang bangkit karena kekejamannya, ISIS.

Baca Juga :  Harga Gula di Indonesia Lebih Mahal dari Harga Global

Munarman meramalkan bahwa ISIS akan menguasai dunia saat itu. Maka ia pun mendapatkan ide untuk membentuk cabang ISIS di Indonesia. Dan sarana untuk itu, apalagi kalau bukan FPI di atas. Munarman-lah yang memperkenalkan pemahaman Wahhabi yang kaku dan kaku kepada FPI.

Januari 2015, di kompleks perumahan bernama Villa Mutiara di Makassar, Munarman mengumpulkan 200 orang untuk bersumpah setia kepada ISIS. Keesokan harinya, peserta loyalty program bertambah menjadi 500 orang. Mereka semua adalah anggota FPI yang setelah dicuci otaknya meyakini bahwa semua negara di dunia harus tunduk pada Islam.

Proses inisiasi tersebut dibarengi dengan misi memerangi kekerasan seperti ISIS. Beberapa tahun setelah proses inisiasi di Makassar, sepasang suami istri kemudian berangkat ke Filipina dan meledakkan diri di Katedral Sulu. Dalam periode itu 27 orang meninggal.

Laporan polisi Filipina bahwa pelakunya adalah orang Indonesia kemudian diterima oleh polisi Indonesia. Polisi kami sedang bergerak dan dua tahun kemudian kami memiliki jaringan.

Puluhan calon teroris ditangkap di permukiman tempat dakwaan dibawa ke Makassar. 19 di antaranya adalah anggota aktif FPI. Tapi dua orang kabur, suami dan istri. Mereka berhasil meledakkan diri di Gereja Katedral Makassar, meski tidak ada korban jiwa.

Baca Juga :  Skill Academy Sumbangkan Seluruh Penghasilan dari Program Kartu Prakerja

Dari pengakuan 19 anggota FPI yang ditangkap, jejak Munarman pun tercium. Namanya disebutkan. Namun Munarman menghindarinya dengan mengatakan bahwa inisiasi bukanlah urusannya dengan ISIS, melainkan untuk membentuk perkumpulan Islam seperti OKI.

Polisi tentunya tidak percaya, tapi mereka tidak bisa begitu saja menangkap mereka karena mereka perlu mengumpulkan bukti terlebih dahulu.

Munarman tidak kehilangan akal sehatnya. Dialah yang sedang mencari cara untuk membujuk Rizieq Shihab yang sempat kabur ke Arab Saudi agar segera pulang. Rizieq dibutuhkan sebagai simbol pemersatu FPI.

Ini sebenarnya strategi pintar Munarman. Riziek hanya simbol, tapi Munarman sebenarnya menguasai FPI. Dia adalah Raja Pencipta. Rizieq si boneka …

Tapi tidak ada rencana yang sempurna. Hanya kesalahan kecil, merusak segalanya ..
Ini menjadi lebih menarik, tetapi kemudian untuk bagian 2.

Mau bikin kopi dulu …

Denny Siregar

Sumber: https://www.facebook.com/dennyzsiregar/posts/4091393947590109

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *