desain-burung-garuda-di-ibu-kota-baru-tangkapan-layar-nyomannuarta_169.jpeg

Desain Burung Garuda Ibu Kota Baru Dinyinyiri, Bupati PPU Jelaskan Filosofinya

Diposting pada

Proyek pembangunan gedung Elang Istana Negara untuk ibu kota baru di Kalimantan Timur ini menjadi topik perbincangan hangat. Desain elang dianggap tidak cocok dan tidak cocok untuk Istana Negara. Namun Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur menilai desain elang tersebut sangat tepat.

Awalnya, video yang menampilkan gambar burung Garuda diunggah pematung Nyoman Nuarta melalui akun Instagram @nyoman_nuarta pada Selasa (30/3/2021). Ia mengatakan, proyek tersebut merupakan proyek pilihan ibu kota negara di Kalimantan Timur.

Beragam komentar pun bermunculan. Beberapa netizen menilai desain burung Garuda tidak cocok untuk ibu kota negara.

“Bangunan istana sama sekali tidak muat, kelihatannya norak, Pak. Pertama minta maaf! “tulis akun @ tribudianto53.

Hal senada juga diungkapkan netizen lainnya. Desain dianggap buruk.

“Maaf pak, desainnya agak norak pak, kayak sayap burung ada lem,” ucap @ gamananta123.

Namun, pandangan berbeda diungkapkan Bupati Penajam Paser Abdul Gafur. Abdul Gafur mengaku melihat desain elang yang akan dibangun di wilayahnya. Menurutnya, desain tersebut sangat cocok.

Baca Juga :  Saksikan Rekonstruksi, Kompolnas: FPI Sejak Awal Serang Polisi

“Menurut saya sangat tepat. Karena tidak ada lambang yang lebih sakral selain lambang Garuda. Apapun itu. Karena inilah jati diri bangsa kita. Bangsa besar bersayap dua ini mempersatukan Indonesia Barat dan Indonesia Timur yang berdiri gagah di tengah Indonesia, ”ujarnya. Abdul Gafur, Rabu (31/3/2021).

Dia mengatakan desain Garuda seharusnya hanya dikentalkan dalam seni. Ia mengaku setuju dengan proyek tersebut karena merupakan proyek anak bangsa.

“Saya hanya butuh seni untuk mempertebal lagi. Seperti lambang di dada. Tapi pada dasarnya saya sangat setuju dan ini adalah tugas besar anak bangsa untuk bangsanya, ”ucapnya.

Abdul Gafur dengan santai menanggapi kritik warga terhadap proyek tersebut. Ia yakin, jika gedung Garuda itu rampung pasti akan dijadikan tempat selfie.

“Itu lucu karena masih foto, jadi kalau narsis,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Direktur Jenderal Permukiman Kementerian PUPR Diana Kusumastuti membenarkan adanya peredaran proyek burung Garuda. Namun, desain ini masih berupa ide dan masih membutuhkan pengayaan.

“Ide desain bangunannya. Masih butuh pengayaan desain, ”kata Diana saat dihubungi, Selasa (31/3/2021). [detik.com]

Baca Juga :  Jokowi: Penggunaan Iptek dan Dukungan Negara Lain Penting untuk Atasi Covid-1

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *