desak-696x522.jpg

Dilaporkan karena Hina Hindu Bali, Dosen Muallaf S3 Ini Meminta Maaf

Diposting pada
Didesak Dilaporkan karena Hindu Hina Bali, guru S3 Muallaf ini meminta maaf
Dosen UHAMKA itu mendesak Made Darmawati meminta maaf. (ist)

Guru S-3 yang pindah agama di Made Darmawati meminta maaf setelah digugat karena menghina umat Hindu dan Bali. Made Darmawati mendesaknya untuk meminta maaf dan mengakui kesalahannya karena yang dikatakannya adalah kelalaian.

Made Darmawati didesak untuk meminta maaf pada Sabtu (17/4/2021) malam.

Made Darmawati mengajaknya datang ke kompleks candi Mustika Dharma, Cijantung, Jakarta Timur.

“Dengan memperhatikan masukan, saran dan kritik dari berbagai pihak, saya dengan penuh dan rendah hati mengakui dan menyadari bahwa pernyataan saya telah merugikan umat atau pemuka Hindu dan Hindu, serta kerukunan hidup beragama dalam masyarakat kita. Oleh karena itu, saya dengan rendah hati meminta maaf kepada semua pemuka agama Hindu atau Hindu dan Hindu dan seluruh rakyat Indonesia, “kata Made Darmawati, seperti dilansir situs Aganma kementerian Indonesia.

Baca: Diduga Menyinggung Agama Hindu, Ustadzah Muallaf Ini Lucid

Pengampunan dilakukan oleh Made Darmawati dibantu oleh Direktur Jenderal Pimpinan Umat Hindu Kementerian Agama (Kemenag) Tri Handoko Seto, oleh Presiden Jenderal Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Wisnu Bawa Tenaya, oleh rektor. Uhamka Gunawan Suryoputro dan perwakilannya. Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK).

Baca Juga :  Polisi Tangkap Pelaku Parodi Indonesia Raya, Mahfud Puji Cyber Police RI

Video konferensi Made Darmawati yang dianggap menghina agama Hindu, belakangan ini menyebar ke berbagai platform media sosial.

Dalam video tersebut, Made Darmawati antara lain menceritakan pengalamannya memeluk agama Hindu beberapa tahun lalu.

Meski memicu kontroversi, guru wirausaha itu mengaku tak berniat menghina atau meremehkan ajaran Hindu.

“Saya tidak memiliki niat atau niat untuk menghina dan mengejek orang atau orang Hindu dan Hindu. Ini hanya karena kelemahan dan kelalaiannya, ”akunya.

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *