masjid.jpg

Dirjen Kemenag Imbau Pengurus Masjid Tetap Taati Panduan Ibadah Ramadhan

Diposting pada
Direktur Jenderal Masjid Kementerian Agama mengimbau manajemen masjid untuk mengikuti pedoman ibadah Ramadhan
Ilustrasi

Kamaruddin Amin, Direktur Jenderal Pembina dan Pembina Islam Kementerian Agama (Kemenag), mengimbau kepada pengurus masjid atau mushola agar memperhatikan pedoman ibadah Ramadhan dan Idulfitri 1442 H / 2021 M yang telah telah diberlakukan. oleh pemerintah.

Pemerintah tidak melarang ibadah selama Ramadhan, tetapi harus mengikuti pedoman untuk mencegah cluster baru menyebarkan Covid-19. “Pengurus masjid atau mushola bisa mengadakan kegiatan ibadah Ramadhan,” kata Kamaruddin, Selasa (13/4).

Kegiatan keagamaan seperti shalat lima waktu, sholat tarawih dan witir, tadarus Alquran dan iktikaf dapat dilakukan. Namun, Kamaruddin mengatakan, kehadiran jemaah dibatasi maksimal 50 persen dari kapasitas masjid atau mushola dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Jemaat juga harus menjaga jarak aman 1 meter dan setiap jemaah membawa sajadah dan sajadah masing-masing;

Masjid dan mushola bisa mengadakan pengajian, ceramah, tausiah, ibadah Ramadhan dan ceramah subuh hingga 15 menit, ”ujarnya. Peringatan Nuzulul Qur’an di masjid atau mushola dilaksanakan dengan batasan jumlah umat yang beriman. hingga maksimal 50% dari kapasitas aula dengan peraturan kesehatan yang ketat.

Baca Juga :  Waspadai Balasan Iran, Israel Tempatkan Iron Dome di Haifa

Selanjutnya pengurus dan pengelola masjid atau musala wajib menunjuk pejabat yang menjamin terselenggaranya tata tertib dan mengumumkannya kepada seluruh jemaah.

Jadi, lakukan desinfeksi secara teratur, sediakan sarana untuk mencuci tangan di pintu masuk masjid atau mushola, gunakan masker, jaga jarak aman, dan setiap jemaah membawa sajadah dan sajadah masing-masing.

Kamaruddin mengingatkan, kegiatan ibadah Ramadhan di masjid dan mushola seperti tarawih, witir, tadarus Al-Qur’an, iktikaf dan tugu Nuzulul Qur’an tidak boleh dilakukan di wilayah yang tergolong zona merah (berisiko tinggi) dan oranye. daerah. (risiko menengah).) penyebaran Covid-19, sesuai penetapan pemerintah daerah.

“Yang bisa melaksanakan peringatan Alquran Nuzulul dilakukan di dalam dan di luar gedung, di wilayah yang termasuk kategori risiko rendah (zona kuning) dan aman dari penyebaran Covid-19 (zona hijau)”, pungkas Kamaruddin. . (esy / jpnn)

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *