adnoc-pastikan-pasok-lpg-ke-pertamina-fJ60u9mRez.jpg

Disaksikan Luhut, Abu Dhabi Pasok LPG ke Pertamina

Diposting pada

Pertamina telah menandatangani Perjanjian Konfirmasi Penjualan LPG dan Sulfur yang memastikan Pertamina menerima pasokan LPG dan Sulfur dari Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC), Jumat (5/3).

Penandatanganan dilakukan oleh Vice President Trading & Other Business Sub Holding Commercial & Trading (SH C&T) PT Pertamina (Persero), Maya Kusmaya bersama Senior President International Relations ADNOC, Salem Al Meheiri dalam Indonesia Business Forum – Emirates Amazing Week (IAEW ) dan dibantu langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, dan Menteri Energi dan Infrastruktur Uni Emirat Arab (PEA), Suhail Al Mazroeui.

Permintaan elpiji dalam negeri diperkirakan mencapai 8,30 juta ton pada tahun 2022, meningkat menjadi 9,12 juta ton pada tahun 2023 dan 10,01 juta ton pada tahun 2024.

Direktur Pemasaran dan Niaga Sentral PT Pertamina Patra Niaga, SH C&T (Persero) PT Pertamina, Hasto Wibowo pada kesempatan yang sama mengatakan bahwa kerja sama ini menjamin keamanan pasokan elpiji nasional yang diharapkan terus meningkat setiap tahunnya.

Baca Juga :  Ajib! Rizieq Mangkir dari Panggilan Polisi Akan Dijemput Paksa

“Saat ini keseimbangan kebutuhan impor LPG dalam negeri mencapai 6 juta ton per tahun. Diharapkan dengan kerja sama ini Pertamina dapat memperluas sumber pasokan dan menjaga stabilitas pasokan,” kata Hasto di Jakarta, Minggu (7/3). 2021). ).

Hasto menambahkan, perjanjian ini bisa diperpanjang setiap tahun, meski masih dalam evaluasi sebelum perjanjian berakhir.

“Kolaborasi ini merupakan salah satu strategi pengadaan pengelompokan elpiji dan petrokimia yang dibeli langsung dari pabrikan. Diharapkan kolaborasi ini akan menciptakan peluang kolaborasi jangka panjang untuk elpiji dan petrokimia, tentunya tetap memperhatikan perkembangan di sektor. petrokimia .. dan mengacu pada kebijakan bauran energi nasional yang tertuang dalam RUEN, “tambah Hasto.

Sementara itu, Salem Raheb Al Meheiri, Senior President of International Relations ADNOC, menyambut baik kerjasama strategis dengan Pertmaina. “Sebagai salah satu produsen LPG, minyak mentah, dan petrokimia terbesar di dunia, ADNOC menjamin akan memasok produk dengan andal ke Indonesia,” jelasnya.

Duta Besar Indonesia untuk PEA, Husin Bagis, juga menyambut baik penandatanganan Pertamina dan ADNOC. “Dari Kedutaan Besar RI, kami berharap dengan realisasi kerja sama di bidang pasokan elpiji dan sulfur ini membuka peluang kerja sama lain seperti petrokimia dan industri hilir lainnya ke depannya,” pungkasnya.[okezone.com]

Baca Juga :  Gempa 7,1 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *