MUhajir.png

Disusun saat Dirinya Menjabat, Mantan Mendikbud Buka Suara soal Polemik Kamus Sejarah

Diposting pada
MUhajir Disusun saat menjabat, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini buka suara tentang Polemik Kamus Sejarah

Mantan Mendikbud Muhadjir Effendy meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim membentuk tim investigasi untuk mengusut kasus Kamus Sejarah.

Menurutnya, penyidikan harus dilakukan agar fitnah tidak muncul. “Kalau dianggap serius, Menteri harus membentuk tim investigasi internal. Toh, meski dewan dibubarkan, masih ada orang. Biar masalah diselesaikan dengan jelas. Dan jangan difitnah,” ujarnya. kata pria yang kini menjabat Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) itu.

Sebagaimana diketahui, dokumen-dokumen Kamus Sejarah telah beredar secara online dan dibahas secara luas belakangan ini. Kamus sejarah tersebut nyatanya belum pernah diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kontroversi muncul karena tidak ada sosok KH Hasyim Asy’ari dalam Kamus Sejarah. Selain KH Hasyim Asy’ari, nama presiden keempat Republik Indonesia Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tidak ada dalam kamus.

Adapun terkait program penulisan Kamus Sejarah, Muhajir yang juga mantan menteri pendidikan dan kebudayaan ini mengaku tidak tahu dan tidak pernah digugat.

Kamus sejarah adalah proyek dari Direktorat Sejarah, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Soal tersingkirnya pahlawan nasional KH Hasyim Asy’ari dan lainnya, Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid yang saat itu juga menjabat Dirjen Muhajir menegaskan hal itu karena kelalaian yang dilakukan oleh para staf sejarah. arah. Sekarang direktori history sudah bersih alias longgar.

Baca Juga :  Tekad Presisi Kapolri: Transparan dan Penegakan Hukum Berkeadilan

“Baru setelah keributan itu Pak Hilmar memberitahu saya dan minta maaf atas kejadian itu. Saya bilang,“ Iya cuma namanya hilaf, saya bisa lakukan lagi. Yang penting segera cari solusinya, ”kata Muhadjir.

Hadrotusy Syekh KH Hasyim Asy’ari sendiri adalah tokoh sekaligus pahlawan. Untuk menghormatinya bahkan di era Muhajir, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menerbitkan buku biografi Hadrotusy Syeikh KH Hasyim Asy’ari, dalam rangka memperingati 109 tahun Kebangkitan Nasional. Tim redaksi dipimpin oleh sejarawan NU, KH Agus Sunyoto.

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *