masjid-sby.jpeg

DMI Usulkan Tarawih 2 Shift, Begini Respon PBNU dan Muhammadiyah

Diposting pada
Ilustrasi (AMONG PHOTO / IRWANSYAH PUTRA)

Dua rakaat sholat tarawih diusulkan mengingat saat ini masih ada wabah Covid-19. Usulan itu disampaikan Presiden Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla.

Menanggapi usulan tersebut, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai wabah Covid-19 tidak boleh meredam Ramadhan sama sekali. Pandemi harus mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah di bulan suci.

Maklum, Ramadhan adalah saat yang tepat untuk melakukan introspeksi dan taubat global, termasuk memohon ampunan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan meminta agar pandemi segera berlalu, kata Presiden PBNU Robikin Emhas, Rabu (24/3/2021).

Meski saat itu bulan Ramadhan, Robikin juga mengingatkan kepada hadirin untuk selalu memperhatikan kesehatan dan keselamatan di tengah pandemi. Karena itu adalah tatanan religius.

Untuk alasan ini, praktik ibadah selama pandemi tidak boleh mendorong pudarnya diri sendiri atau orang lain.

Robikin juga menyampaikan prinsip fiqh “La Dharara wa La Dhirara” yang pada dasarnya mengingatkan setiap orang untuk tidak membahayakan diri sendiri dan orang lain.

“Aturannya jelas La Dharara Wa La Dhirara. Bagaimana? Antara lain kepatuhan dengan regulasi kesehatan yang ada dan regulasi sholat tarawih. Toh, waktu masuknya adalah batas waktu sholat tarawih. Untuk waktu yang lama,” ujarnya. dia menyimpulkan. kata.

Baca Juga :  Lirik La Ilaha Illallah Allah Allah Tub Alaina – Teks Arab, Latin dan Artinya

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PP (Sekum) Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengatakan secara hukum Muhammadiyah tidak bermasalah dengan fiqh. Namun disarankan beribadah di rumah karena pandemi belum juga berlalu

“Secara hukum tidak ada masalah dengan hukum. Sudah dilakukan dua putaran. Kalaupun masih dalam suasana pandemi Covid-19, lebih baik lakukan tarawih di rumah. Jauh lebih aman,” tuturnya. Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Prof. Abdul Mu’ti.

Dia juga mengingatkan bahwa shalat tarawih berikutnya di masjid atau aula harus mengikuti protokol kesehatan yang ketat.

Sebelumnya, JK sempat menyampaikan bahwa sholat tarawih di bulan suci Ramadhan bisa dilakukan secara bergilir. Ini karena kapasitas masjid dibatasi oleh kapasitas sebenarnya.

Untuk memuaskan minat masyarakat yang ingin menunaikan shalat tarawih, pihaknya meminta kepada pengelola masjid untuk membuka kemungkinan shalat tarawih sebanyak dua kali secara bergantian.

“Tahun ini masjid bisa digunakan untuk tarawih, asalkan ada aturan kesehatan yang baik. Apa maksudnya? Beberapa orang tidak bisa diterima karena harus mengikuti aturan menjaga jarak, demi menyambut umat yang beriman. mau sholat tarawih bisa dua atau dua shift, ”ujarnya saat meresmikan Rapat Kerja Nasional DMI Provinsi Nusa Tenggara Barat di Hotel Grand Legi, Mataram, NTB, Selasa (23/3/2021). ).

Baca Juga :  Rizieq Ditahan, Polda Metro Jaya Dipenuhi Karangan Bunga Dukungan dan Apresiasi

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *