Dolar AS Tersandung Sejumlah Data Ekonomi Teranyar – Aspiratif News

Views: 26
Read Time:3 Minute, 5 Second

Dolar AS Tersandung Sejumlah Data Ekonomi Teranyar – Aspiratif News

DOLAR AS memperpanjang pelemahan untuk sekeranjang mata uang Utama lainnya dan mata uang berisiko menguat pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena para pelaku pasar mempertimbangkan sejumlah data ekonomi teranyar.

Perusahaan-perusahaan bagian swasta AS memberi sinyal perlambatan dalam tingkat kontraksi output  pada Juni, karena bisnis mulai dibuka kembali dalam skala yang lebih besar, menurut sebuah laporan yang dirilis oleh penyedia informasi global berbasis di London IHS Markit pada Selasa (23/6).

Indeks Output PMI (Indeks Manajer Pembelian) Komposit AS dari IHS Markit tercatat 46,8 pada Juni, naik dari 37,0 pada Mei. Sementara itu, Indeks Aktivitas Bisnis Jasa-jasa AS tercatat 46,7 pada Juni sementara PMI Manufaktur 49,6, laporan tersebut mempertunjukkan. Angka di bawah 50 mempertunjukkan kontraksi di bagian ini.

Indeks dolar, yang mengukur greenback untuk enam mata uang Utama lainnya, turun 0,39% jadi 96,6619.

Greenback sempat naik karena pembelian aset aman sesudah penasihat perdagangan Gedung Putih Peter Navarro menerangkan pakta perdagangan AS-Tiongkok “berakhir.”

READ  PDIP: Jokowi Tidak Pernah Paksa Gibran dan Kaesang Terjun ke Politik

Baca juga: Harga Emas Naik 3 Hari Beruntun

Sentimen risiko lalu meningkat sesudah dia meralat kembali pernyataan itu, menerangkan mereka diambil di luar konteks. Presiden AS Donald Trump lalu mengonfirmasi dalam sebuah cuit bahwa Tekad bulat dengan TIongkok “sepenuhnya utuh.”

“Kami memperkirakan kejatuhan lebih detail yang terbatas, dengan Presiden Trump diperkirakan akan tetap berkomitmen pada Tekad bulat perdagangan fase 1 menjelang pemilihan,” kata Lee Harman, analis mata uang di MUFG, seperti dikutip Reuters.

“Tetapi, aksi harga tadi malam menyorot bahwa pasar valas tetap sensitif untuk ketidakpastian keputusan taktik perdagangan. Ini tetap jadi pemicu potensial untuk volatilitas yang lebih tinggi,” katanya.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik jadi 1,1312 dolar AS dari 1,1260 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik jadi 1,2522 dolar AS dari 1,2471 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik jadi 0,6936 dolar AS dari 0,6917 dolar. AS.

Dolar AS dibeli 106,47 yen Jepang, lebih rendah dari 106,92 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun jadi 0,9444 franc Swiss dari 0,9474 franc Swiss, dan naik jadi 1,3540 dolar Kanada dari 1,3524 dolar Kanada. (A-2)

READ  Asbabun Nuzul Surat Yusuf Ayat 60, Siasat Nabi Yusuf


Dolar AS Tersandung Sejumlah Data Ekonomi Teranyar – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *