DPR Lanjutkan Membicarakan RKUHP – Aspiratif News

Views: 14
Read Time:3 Minute, 37 Second

DPR Lanjutkan Membicarakan RKUHP – Aspiratif News

KOMISI III DPR RI akan mendiskusikan kelanjutan pembahasan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) dan Rancangan Undang-Undang RUU Pemasyarakatan dengan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum dan HAM). Dalam rapat itu diinginkan akan disepakati mekanisme pembahasan RKUHP lebih detail.

“Jadi harapannya besok di antara Menkum dan HAM dan seluruh fraksi dapat menyepakati mekanisme pembahasan ke-2 RUU tersebut,” ujar Ketua Komisi III DPR Herman Herry, waktu dihubungi kemarin.

walau begitu, Herman berpendapat tidak memungkinkan untuk memenuhi usulan ditunaikan pembahasan ulang secara menyeluruh ke-2 RUU tersebut. Hal itu karena statusnya yang berupa RUU carry over atau berupa peninggalan DPR periode sebelumnya.

“Mesti dipahami bahwa ke-2 RUU tersebut sudah disepakati dalam Paripurna sebagai RUU yang di-carry over dari periode lalu. Maka, sebagai RUU yang di-carry over, Komisi III akan fokus untuk mencermati pasal-pasal yang jadi perdebatan di publik,” terang Herman.

Ia Mengatakan dengan tegas Komisi III tentunya akan membuka ruang untuk masukan-masukan publik. Kecuali itu, juga akan ditunaikan beberapa seminar atau dialog pihak terarah bareng ahli dan masyarakat.

READ  Gus Mus: Tidak Ada yang Dapat Dibanggakan Kecuali Syafaat Nabi - Warta Batavia

sebelum ini, Ketua Pihak Fraksi (Kapoksi) NasDem di Badan Legislasi (Baleg) DPR Taufik Basari menerangkan NasDem Tidak mau

kelanjutan pembahasan RKUHP dan RUU Pemasyarakatan bila tidak ditunaikan secara menyeluruh. Khususnya, pasal-pasal yang kontroversial.

“RUU Pemasyarakatan dan RKUHP masih mengandung hal-hal yang kontroversial, di antaranya masih adanya tafsir yang tidak jelas ke beberapa ketentuan dalam ke-2 RUU tersebut,” ujar Taufi k yang juga anggota Komisi III DPR tersebut.

Dalam merespon permintaan NasDem, Wakil Ketua Fraksi PAN Saleh P Daulay menerangkan bila kajian dan pendalaman masih Penting untuk dibedah lebih detail, tentu amat mungkin ditunaikan. Fraksi-fraksi di DPR Penting merumuskan Tekad bulat terkait dengan hal ini.

Ia berharap pasal-pasal kontroversial yang pernah pro kontra dapat diselesaikan dan dicari titik temu yang the best. “RKUHP ini sungguh amat penting. Apalagi KUHP yang ada waktu ini masih warisan Belanda. Sudah saatnya direaktualisasi dan disesuaikan dengan Kemajuan zaman. Dengan begitu, dapat menjawab bermacam tantangan yang ada dewasa ini,” ujar Saleh.

READ  Intoleransi Lahir dari Pemahaman Agama yang Salah - Aspiratif News

Kepentingan besar

Saleh menerangkan, RKUHP akan mengatur hubungan antaranggota masyarakat dari bermacam dimensi kehidupan sosial yang ada. Sadar atau tidak, saban warga negara mempunyai kepentingan yang cukup besar ke beleid itu.

“Jika lalu ada yang ingin membedah lagi, tentu amat dibolehkan. Tetapi jangan berlarut-larut tanpa penyelesaian. Kalau Penting, ditetapkan target penyelesaiannya,” ujar Saleh.

RKUHP dan RUU Pemasyarakatan memperoleh tentangan publik yang luas pada tahun lalu waktu dalam pembahasan DPR periode 2014-2019. Beberapa pasal di dalam RKUHP dinilai bersifat ‘karet’ dan dikhawatirkan jadi alat untuk mengkriminalisasi warga. Contohnya soal perzinaan, penghinaan ke presiden, dan kebebasan pers.

Adapun RUU Pemasyarakatan dinilai banyak kalangan sebagai pelemahan ke usaha memberantas korupsi. Bagian yang disoroti dari RUU itu ialah pemberian remisi atau pemotongan masa hukuman bagi pelaku kejahatan luar biasa, seperti terorisme, korupsi, dan kejahatan berat HAM. (P-2)


DPR Lanjutkan Membahas RKUHP – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *