DPR RI Apresiasi Rehabilitasi Hutan dan Lahan Serap Tenaga Kerja – Aspiratif News

Views: 23
Read Time:4 Minute, 28 Second

DPR RI Apresiasi Rehabilitasi Hutan dan Lahan Serap Tenaga Kerja – Aspiratif News

MENTERI Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya melakukan Lawatan lapangan ke Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Majalengka, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat (Jabar), Sabtu (4/7).

Dalam Lawatan ke Majalengka, Menteri LHK didampingi sekretaris jendral LHK, Bambang Hendroyono, Plt Dirjen Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (DASHL) Hudoyo, dan Ka Badan Penyuluhan, bersama-sama anggota Komisi IV DPR RI, Sutrisno.

Lawatan Menteri Siti Nurbaya tersebut Ialah peninjauan sekaligus supervisi aktifitas rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) pada wilayah huta Pancur, Majalengka, Jabar.

“Saya amat mengapresiasi program-program KLHK yang memberdayakan masarakat. Program KLHK amat baik dan direspons masarakat,” kata Sutrisno, anggota Komisi IV DPR RI.

“Saya menyaksikan bahwa program KLHK di masa Covid -19  telah berjalan di masarakat seperti Bank Pesona yang memberdayakan masarakat. Jika rakyat diberdayakan, saya percaya hutan akan dijaga masarakat, saya menyokong program Bank Pesona untuk diperluas,” papar Sutrisno. 

READ  KPK Awasi Blok Masela untuk Menjaga Hak Masarakat Maluku

Dalam Lawatan ke Majalengka, Menteri LHK dan anggota DPR Komisi IV juga menerima laporan soal Pelaksanaan program RHL di lapangan.  

Sutrisno menambahkan, jikalau selama 10 tahun jadi Bupati Majalengka sebelum jadi anggota DPR RI, dirinya mengenal wilayah hutan Pancur yang dikenal sebagai wilayah yang berbatu dan belum tertata secara baik. Wilayah hutan lindung tersebut tidak tersentuh masarakat sekitarnya.

“Majalengka secara umum mempunyai lokasi-lokasi yang strategis dikembangkan untuk wisata alam. Dia mengapresiasi keputusan taktik Presiden Jokowi yang memberikan akses ke masarakat untuk pemanfaatan hutan,” tambah Sutrisno. 

Menteri LHK Siti Nurbaya juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas sokongan Komisi IV DPR untuk kerja KLHK. Ia pun meminta ke jajarannya agar untuk makin menaikkan keberhasilan usaha rehabilitasi lahan dengan melibatkan masarakat.

“Masarakat mesti diberikan keuntungan secara ekonomi dari menanam pohon,” ujar Menteri LHK.

Menteri Siti Nurbaya menerangkan,  waktu ini pemerintan tengah menuntaskan peraturan terkait nilai ekonomi karbon dengan beberapa kementerian dan lembaga lainnya.

READ  Sri Mulyani Perkiraan Ekonomi RI Kuartal II Minus 3,1 % - Aspiratif News

“Aktifitas rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) ini ada aspek ekonominya, yaitu dari karbon. Masarakat mesti diberi tahu menanam pohon dapat memperoleh keuntungan ekonomi dari karbon, KLHK mesti  selalu Hadir untuk masarakat di dalam dan kisaran hutan,” tegas Menteri LHK. 

Pada pandemi Covid-19 sampai masa transisi ke akhir Covid-19, aktifitas RHL, menurut Menteri LHK, dapat jadi Sarana kerja masarakat sehingga dapat memperoleh penghasilan.

“RHL yang dikerjakan melalui vegetatif, penanaman pohon atau melalui kegjatan konstruksi sederhana bangunan konservasi tanah dan air seperti dam penahan juga penjagaan tebing dari longsor dan erosi besar (gully plag),” paparnya.

Mengatasi lahan kritis

Sementara itu, Plt. Direktur Jend. PDASHL Hudoyo Mempublikasikan bahwa usaha RHL terus dikerjakan KLHK untuk mengatasi lahan kritis.

Usaha RHL di Pulau Jawa yang telah Ditunaikan selama kurun waktu  tahun 2015-2019 ialah seluas 354.183 hektare yang terdiri dari RHL di dalam wilayah hutan (lindung dan konservasi) seluas 79.667 hektare.

RHL insentif yang Ada di luar wilayah hutan seluas 274.515 hektare melalui aktifitas kebun bibit rakyat (KBR) sebanyak 2.407 unit atau 78,8 juta batang, kebun bibit desa (KBD) sebanyak 57 unit atau 3,4 juta batang, serta bibit dari persemaian permanen sebanyak 60,4 juta batang, dan bibit produktif sebanyak 5,1juta batang. 

READ  Menduda, Ustad Abdul Somad Legal Bercerai dengan Isteri - Warta Batavia

Usaha menangani lahan kritis ini akan amat  berpengaruh untuk menguatnya daya sokong daerah aliran sungai (DAS) dan mengurangi kejadian bencana hidrometeorologi.

Sementara itu, dalam usaha pemulihan lahan kritis di Pulau Jawa mendesak untuk Ditunaikan baik dikerjakan secara fisik melalui aktifitas RHL dan pembuatan bangunan sipil teknis, maupun dengan membangun kesadaran dan peran masarakat, pemerintah daerah dan swasta.

“Usaha RHL ini juga terbukti dapat menyerap tenaga kerja. Aktifitas-kegiatan dalam usaha pemulihan lahan kritis tahun 2020 di BPDASHL se-Jawa  telah menyerap sebanyak 1,38 juta hari orang kerja (HOK) dengan nilai sebesar Rp 110,9 miliar. Nilai tersebut akan jadi penerimaan langsung bagi masarakat kisaran tempat aktifitas,” ujar Hudoyo. (RO/OL-09)

 

READ

Pasien Sembuh Bertambah Jadi 2.317 Orang


DPR RI Apresiasi Rehabilitasi Hutan dan Lahan Serap Tenaga Kerja – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *