2-Kesalahan-Kelompok-Pro-Khilafah.jpg

Dua Kesalahan Kelompok Pro Khilafah, Apa Saja?

Diposting pada

Dua Kesalahan Kelompok Pro Khilafah, Apa Saja?

Kita umat Islam di Indonesia ini perlu diberi pemahaman, bahwa bernegara itu penting, cinta tanah air itu penting. Dalam konteks bernegara kita sudah punya Pancasila dan UUD 45 sebagai konstitusi negara yang disepakati. Jadi, kesepakatan ini harus dijunjung tinggi. Sebagai umat Islam kita tetap memegang hukum dan syariat Islam, dan negara melindungi itu.

Kalau khilafah itu kan sistem bernegara yang sudah lampau, bukan berarti tidak boleh tahu, tapi kalau diterapkan di Indonesia sekarang sudah tidak mungkin, karena itu melanggar kesepakatan yang telah dibuat bersama oleh para pendahulu kita. Dan agama melarang kita melanggar kesepakatan itu. Jadi saudara-saudara umat Islam yang masih belum paham mudah-mudahan sekarang bisa dipahamkan dengan membaca tulisan ini.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir mensinyalir bahwa masih ada kelompok Islam yang membela sistem khilafah. Padahal, menurut dia, para pendiri negeri ini, termasuk tokoh Muhammadiyah telah bersepakat bahwa Indonesia adalah negara Pancasila.

Baca Juga :  Lagu Penduduk NU “Ya Lal Wathon” Menggema di Malaysia

“Kita masih mensinyalir juga, saya baca di beberapa WA, orang-orang di kalangan Islam itu masih mau membela sistem-sistem lain hanya karena kata itu ada dalam Alquran, sebut saja misalkan sistem khilafah dan sebagainya,” ujarnya saat sambutan dalam acara Pengajian Umum PP Muhammadiyah bertema “Sumpah Pemuda dan Wawasan Kebangsaan Muhammadiyah”, Jumat (16/10/2020) malam.

Prof Haedar menjelaskan, dalam konteks Indonesia sistem khilafah itu sudah tertolak. Bukan karena konsep itu salah secara teori atau salah dalam konsep siyasah, kata Haedar Nashir, tapi karena salah dalam dua hal.

“Salahnya dua hal, salah kalau konsep itu dijustifikasi sebagai satu-satunya sistem dalam politik Islam, nah itu salah. Yang kedua lebih salah lagi ketika sistem itu mau diterapkan di Indonesia yang sudah punya sistem lain,” ucapnya.

Menurutnya, hal ini lah yang perlu dipahami oleh umat Islam, khususnya warga Muhammadiyah. Karena itu lah, menurut dia, para tokoh Muhamamdiyah dahulu akhirnya sepakat untuk melahirkan Negara Pancasila sebagai Darul Ahdi wa Syahadah yang telah diputuskan dalam Muktamar Muhammadiyah ke 47 pada 3-7 Agustus 2015 di Makassar.

Baca Juga :  Adik Gus Dur Pernah Ingatkan Bahaya PKS dan Bicara Soal Masa Depan NU

Tidak hanya sistem khilafah, menurut dia, Muhamamdiyah juga telah sepakat untuk menolak ideologi lain yang datang dari luar, seperti ideologi komunis dan lain-lain. “Negara sistem komunis jelas kita tolak, termasuk sistem sekuler atau sistem apapun yang bertentangan dengan negara Pancasila Darul Ahdi wa Syahadah,” kata Prof Haedar.

Menjelang peringatan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober mendatang, dia pun mengimbau kepada generasi muda untuk terus belajar sejarah, sehingga tidak ada pemikiran-pemikiran yang mempertentangkan antara keislaman dan keindonesiaan.

Dua Kesalahan Kelompok Pro Khilafah, Apa Saja?

Dua Kesalahan Kelompok Pro Khilafah, Apa Saja?

Dua Kesalahan Kelompok Pro Khilafah, Apa Saja?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *